Hari ini: Kamis, 28 Juli 2016 09:40
Barometer Otomotif Terkini

Kaligrafi Aksara Jawa Sebagai Warisan Budaya Nenek Moyang

Kamis, 11 Juli 2013 16:30
Ilustrasi (rikswa.yukbisnis)

GriyaWisata.com - Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta melestarikan kaligrafi aksara Jawa sebagai warisan budaya nenek moyang melalui kerajinan lukisan relief.

 
"Kaligrafi aksara Jawa merupakan kebudayaan Jawa warisan nenek moyang. Tidak seperti batik yang kini sudah lestari, kaligrafi aksara Jawa bisa dikatakan terancam punah," kata koordinator kelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Feni Tri Utami di Yogyakarta, Rabu.
 
Menurut dia, di Yogyakarta yang menjadi destinasi wisata kedua di Indonesia setelah Bali karena kekentalan budaya Jawa-nya, kaligrafi aksara Jawa kurang lestari. Padahal, Yogyakarta sangat identik dengan budaya Jawa yang kental.
 
"Oleh karena itu, kaligrafi aksara Jawa harus segera dilestarikan," kata mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) UNY itu.
 
Ia mengatakan, kaligrafi aksara Jawa adalah sekumpulan aksara Jawa yang diberi sentuhan seni sehingga membentuk berbagai bentuk indah, seperti huruf Arab yang dibentuk kaligrafi.
 
"Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Jawa mempunyai warisan budaya kaligrafi, yakni kaligrafi aksara Jawa," katanya.
 
Menurut dia, hal itu yang mendorong dirinya bersama teman-teman untuk melestarikan kaligrafi aksara Jawa melalui kerajinan lukisan relief dari limbah kertas. Hasil kerajinan itu ternyata laku dijual.
 
"Kami akhirnya berbisnis kerajinan lukisan relief aksara Jawa dengan nama Rikswa Craft. Kami memilih menggunakan bahan baku dari limbah kertas, meskipun berbahan baku limbah kertas, relief tetap tahan lama karena dicampur dengan lem kayu dan `finishing`-nya disemprot cat `clear`," katanya.
 
Anggota kelompok mahasiswa UNY itu adalah Diyan Novita Sari, Erlinda Prima Ayu Cahya Ningsih, dan Fitria Widaswari.[Ant]
Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Banyuwangi Adakan Festival Padi Awali Ritual Musim Tanam
Banyuwangi,GriyaWisata.Com - Hari khusus Rabu Manis (Rabu Legi) dipilih sesuai kesepakatan seluruh Gapoktan untuk memulai musim tanam di pertengahan tahun 2016. Festival padi di Banyuwangi diawali dengan ritual "tiris", rapalan doa dan pengharapan yang biasa dilakukan petani di Sumbergondo sebelum melakukan prosesi tanam padi digelar.

Beberapa Tips Yang Harus Traveler Tahu Tentang Turbulensi Pesawat
Jakarta,GriyaWisata.Com  Bagi traveler yang sering menggunakan pesawat terbang pasti pernah mengalam turbelensi. Apa itu Turbelensi??, Turbulensi adalah perubahan kecepatan aliran udara yang menyebabkan goncangan pada tubuh pesawat, baik kecil maupun besar. Turbulensi pada dasarnya merupakan hal yang wajar. Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang  dan jangan panik.