Hari ini: Selasa, 30 Juni 2015 23:51
Barometer Otomotif Terkini

CANDI RATU BOKO

Kamis, 31 Desember 2009 03:38

Candi Ratu Boko adalah suatu bangunan yang menurut anggapan para ahli sejarah memiliki multi fungsi yang terdiri dari beberapa komponen, yakni benteng keraton (istana) dan gua. Lokasi Keraton Ratu Boko dapat dicapai dari Yogyakarta melalui jalan raya Yogyakarta-Solo, kurang lebih pada Km 17 atau pertigaan Prambanan berbelok ke kanan sejauh + 3 Km. Bangunan utama Situs Ratu Boko adalah peninggalan purbakala yang ditemukan kali pertama oleh arkeolog Belanda, HJ De Graaf pada abad ke-17. Wujudnya berupa bangunan seperti gapura utama, candi, kolam seluas 20 meter x 50 meter dengan kedalaman dua meter, gua, pagar dan alun-alun, candi pembakaran, serta paseban. Petilasan bangunan pendopo, balai-balai, tiga candi kecil, kolam, dan keputren terdapat di sebelah tenggara. Sedangkan gua Wadon, gua Lanang, dan beberapa gua lainnya, serta kolam dan arca Budha berada di sebelah timur.Istana Ratu Boko adalah situs purbakala yang merupakan komplek sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50km barat daya Kota Surakarta. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25ha.

 

Situs ini diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja).

Nama Ratu Boko sendiri didasarkan dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (harafiah berarti raja bangau) adalah ayah dari Loro Jonggrang (yang diberikan menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan). Secara administratif, candi ini berada di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200m di atas permukaan laut.

Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton.

Berbeda dengan bangunan lain dari masa klasik Jawa Tengah, Situs Ratu Boko mempunyai karakter dan keistimewaan tersendiri. Tinggalan bangunan masa klasik Jawa Tengah pada umumnya berupa candi (bangunan suci/kuil), sedang peninggalan di Situs Ratu Boko menunjukkan tidak saja bangunan suci (candi), tetapi juga bangunan-bangunan lain yang bersifat profan. Sifat keprofanan tersebut ditunjukkan oleh adanya tinggalan yang dahulunya merupakan bangunan hunian dengan tiang dan atap yang dibuat dari bahan kayu , tetapi sekarang hanya tinggal bagian batur-baturnya saja yang terbuat dari bahan batu. Di samping bangunan-bangunan yang menunjukkan sifat sakral dan profan, di dalam Situs Ratu Boko ini juga ditemukan jenis-jenis bangunan lain, yaitu berupa kolam dan gua.

Ditinjau dari tata letaknya, bangunan-bangunan di Situs Ratu Boko dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) kelompok, yaitu: kelompok Gapura Utama, kelompok Paseban, kelompok Pendapa, kelompok Keputren, dan kelompok Gua. Kelompok Gapura Utama terletak di sebelah barat yang terdiri dari Gapura Utama I dan II, talud, pagar, candi Pembakaran dan sisa-sisa reruntuhan. Kelompok Paseban terdiri dari batur Paseban dua buah, talud dan pagar Paseban. Kelompok Pendapa terdiri dari batur Pendapa dan Pringgitan yang dikelilingi pagar batu dengan tiga gapura sebagai pintu masuk, candi miniatur, serta beberapa kolam penampung air berbentuk bulat yang dikelilingi pagar lengkap dengan gapuranya. Kelompok Keputren berada di sebelah tenggara, terletak pada halaman yang lebih rendah dan terdiri dari dua batur, kolam segi empat, pagar dan gapura. Adapun kelompok Gua terdiri dari Gua Lanang dan Gua Wadon.[ysa]

Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Tingkatkan Kualitas Perangkat Dan Jaringan Telekomunikasi Anda Dengan Inovasi Terbaik, Kualitas Dan Jangkauan Terluas...
Nikmati Liburan Anda Dengan Menginap Di Hotel Terbaik Ini, Bersih Dan Murah
Mutiara Lombok Sangat Menyenangkan, Bisa Melihat Dan Memilih Mutiara Terbaik Dari Lombok... Mau Mutiaranya ?
Percayakan Brand Produk Anda Berkembang Bersama Media Kami, Dan Dapatkan Pengunjung Setia Kami Menjadi Klien Anda. Hub.0215736969
Dapatkan Tips Untuk Perawatan Kesehatan Serta Kecantikan Anda Selama Ramadhan Ini

TOUR & TRAVEL GUIDE

11 Hari NAPAK TILAS di BUMI para NABI (JORDANIAPALESTINAAl Aqsa
Ziarah jejak para Nabi:Ibrahim AS, Ishaq AS, Yakub AS, Yusuf AS, Musa AS, Harun AS, Syu’aib AS, Yusha bin nuun AS, Saleh AS, (tempat lahir Nabi Isa AS), Siti Sarah(istri Nabi Ibrahim AS), Rifqah(istri nabi Ishaq AS) Tempat yang di kunjungi:Mesir: Makam Imam Sya’fi RA, Terusan Suez, Mata Air Musa, Al Wadi Al Muqaddas, Gn.Sinai (Jabal Al thur), Piramida, Sungai NIL.Palestina: Masjid Al Aqsa, Dome Of The Rock, Tembok Ratapan, Makam Salman Al Farisi, Rabiah El-Adawiyah, Masjid Umar Bin Khatab, Makam Nabi Daud AS, Tempat Lahir Nabi Isa AS, Makam Nabi Ibrahim AS, Dll.Jordania: Makam Bilal bin Rabah (Muazzin Rasulullah), Abd Rahman bin Auf, Gua Ashabul Kahfi.

8D5N EUROPE, AMSTERDAM BRUSSELS BRUGES PARIS
Highlight:Volendam, Marken, Dam Platz, Zazare, pabrik berlian di amsterdam, Zaanse Schans, Brussels, Maasmechellen Village, Manneken Pis, Grand Mosque of Brussels, The Atomium, chocolatiers, la ville de l'amour, Masjid Agung Paris, Les Champs Elysées, l'Arc du Triomphe, l'Obelisque, la Seine, Menara Eiffel, La Vallée Village, Venesia, Michelangelo