Hari ini: Rabu, 22 Oktober 2014 10:07
Barometer Otomotif Terkini

Peninggalan Sunan Kudus Berupa Keris Dan Tombak

Kamis, 1 November 2012 17:31
Masjid Kudus (istimewa)

GriyaWisata.com - Keris Kiai Cinthaka tersebut diperkirakan berasal dari zaman Majapahit akhir, sedangkan bentuk atau tipe bilah kerisnya merupakan "Dapur Panimbal" yang memiliki makna kebijaksanaan dan kekuasaan.


Ritual yang diselenggarakan setiap tahun itu, dipusatkan di bangunan tajug, depan pintu masuk kompleks makam Sunan Kudus.

Ritual penjamasan yang dimulai sekitar pukul 07.25 WIB, diawali dengan ziarah ke Makam Sunan Kudus yang dipimpin oleh Kiai Choiruzzyad TA, kemudian petugas mengambil dan menurunkan keris Kiai Cinthaka yang berada di dalam peti yang diletakkan di bagian atas pendapa tajuk.

Selanjutnya, keris disiram "banyu landa" (bahasa jawa) atau air rendaman merang ketan hitam hingga tiga kali.

Kemudian, dibersihkan menggunakan air jeruk nipis dan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di atas sekam ketan hitam oleh ahli penjamasan, yakni Haji Fakihudin.

Usai pengeringan, keris kembali dimasukkan ke dalam air rendaman merang ketan hitam, kemudian dijemur hingga kering.

Selanjutnya, keris dikembalikan ke tempat semula dengan disaksikan sejumlah ulama setempat dengan diiringi bacaan salawat.

Penjamasan berikutnya, yakni dua mata tombak yang dibersihkan dengan menggunakan merang ketan hitam, air jeruk nipis, kemudian dikeringkan dengan sekam ketan hitam.

Air jeruk nipis dipercaya dapat mencegah karat pada benda pusaka yang berumur ratusan tahun itu.

Menurut Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan, di Kudus, ritual penjamasan keris Sunan Kudus merupakan ritual yang biasa dilakukan oleh pendahulunya sejak ratusan tahun yang lalu hingga sekarang.

Penjamasan keris dan tombak pada tahun lalu, katanya, dilaksanakan pada Senin, sedangkan tahun ini hari Kamis.

Ritual penjamasan diawali dengan ritual keagamaan dan doa bersama yang dipimpin ulama sepuh yang bernama Kiai Choiruzzyad TA.

Setelah penjamasan, keris dikembalikan ke tempat semula yakni berada di atap bangunan tajuk yang disediakan tempat khusus untuk penyimpanannya dengan diiringi bacaan selawat.

Sebelum disimpan di tajuk, keris tersebut dimasukkan ke dalam peti yang sudah tersedia, kemudian dibungkus dengan kain mori berwarna putih.

Sementara dua tombak, dikembalikan di tempatnya semula di dekat mimbar imam masjid peninggalan Sunan Kudus untuk memimpin salat berjamaah.

 

Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Dapatkan Tiket-tiket Promo Liburan Keluarga Anda, Perjalanan Dinas, Online Domestik Dan Internasional, Resv: 0215747057
Full Board 4d3n, Berangkat 29-okt-2014, Seat Terbatas. Termasuk: Hotel 3 Star Di Kuta, Meals, Tiket Jkt-dps-jkt, Transport Di Bali......
Inovasi Terkini Nan Elegan Dan Lebih Menarik Membuat Produk Anda Semakin Diburu, Segeran Iklankan Produk Anda Di Sini.
Hotel Ini Sangat Pantas Bagi Anda, Murah, Bersih, Dekat Pantai, Lokasi Sangat Bagus Dengan View Bagus
Liburan Hemat Bersama Keluarga Idaman Anda, Promo Berbagai Destinasi Terbaik. Hub: 0215747057

TOUR & TRAVEL GUIDE

Cara Liburan Hemat & Berkesan
GriyaWisata.com- Ingin liburan bersama keluarga namun memiliki budget terbatas? Jika itu kendalanya kami miliki solusi meskipun isi kanton tipis hheee Anda tetap bisa berlibur menyenangkan dan hemat.  

Cara Sederhana Pengaruhi Suasana Hati
GriyaWisata.com- Hasil penelitian baru yang dipublikasikan dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry menunjukkan bahwa bukan hanya suasana hati yang mempengaruhi cara berjalan, tapi cara berjalan juga bisa mempengaruhi suasana hati.