Hari ini: Minggu, 30 Agustus 2015 22:52
Barometer Otomotif Terkini

Peninggalan Sunan Kudus Berupa Keris Dan Tombak

Kamis, 1 November 2012 17:31
Masjid Kudus (istimewa)

GriyaWisata.com - Keris Kiai Cinthaka tersebut diperkirakan berasal dari zaman Majapahit akhir, sedangkan bentuk atau tipe bilah kerisnya merupakan "Dapur Panimbal" yang memiliki makna kebijaksanaan dan kekuasaan.


Ritual yang diselenggarakan setiap tahun itu, dipusatkan di bangunan tajug, depan pintu masuk kompleks makam Sunan Kudus.

Ritual penjamasan yang dimulai sekitar pukul 07.25 WIB, diawali dengan ziarah ke Makam Sunan Kudus yang dipimpin oleh Kiai Choiruzzyad TA, kemudian petugas mengambil dan menurunkan keris Kiai Cinthaka yang berada di dalam peti yang diletakkan di bagian atas pendapa tajuk.

Selanjutnya, keris disiram "banyu landa" (bahasa jawa) atau air rendaman merang ketan hitam hingga tiga kali.

Kemudian, dibersihkan menggunakan air jeruk nipis dan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di atas sekam ketan hitam oleh ahli penjamasan, yakni Haji Fakihudin.

Usai pengeringan, keris kembali dimasukkan ke dalam air rendaman merang ketan hitam, kemudian dijemur hingga kering.

Selanjutnya, keris dikembalikan ke tempat semula dengan disaksikan sejumlah ulama setempat dengan diiringi bacaan salawat.

Penjamasan berikutnya, yakni dua mata tombak yang dibersihkan dengan menggunakan merang ketan hitam, air jeruk nipis, kemudian dikeringkan dengan sekam ketan hitam.

Air jeruk nipis dipercaya dapat mencegah karat pada benda pusaka yang berumur ratusan tahun itu.

Menurut Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan, di Kudus, ritual penjamasan keris Sunan Kudus merupakan ritual yang biasa dilakukan oleh pendahulunya sejak ratusan tahun yang lalu hingga sekarang.

Penjamasan keris dan tombak pada tahun lalu, katanya, dilaksanakan pada Senin, sedangkan tahun ini hari Kamis.

Ritual penjamasan diawali dengan ritual keagamaan dan doa bersama yang dipimpin ulama sepuh yang bernama Kiai Choiruzzyad TA.

Setelah penjamasan, keris dikembalikan ke tempat semula yakni berada di atap bangunan tajuk yang disediakan tempat khusus untuk penyimpanannya dengan diiringi bacaan selawat.

Sebelum disimpan di tajuk, keris tersebut dimasukkan ke dalam peti yang sudah tersedia, kemudian dibungkus dengan kain mori berwarna putih.

Sementara dua tombak, dikembalikan di tempatnya semula di dekat mimbar imam masjid peninggalan Sunan Kudus untuk memimpin salat berjamaah.

 

Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Singapore & Malaysia + MotoGP SIC 5D4N
Highlight:Marina Bay Sand, Sky Park, Fountain of Wealth, Esplanade by the bay, Merlion Park, Chinatown, Twin Tower, King Palace, Independence Square, National Monument, Genting Highland, Batu Cave, Sepang MotoGP

11 Hari NAPAK TILAS di BUMI para NABI (JORDANIA–PALESTINA–Al Aqsa
Ziarah jejak para Nabi:Ibrahim AS, Ishaq AS, Yakub AS, Yusuf AS, Musa AS, Harun AS, Syu’aib AS, Yusha bin nuun AS, Saleh AS, (tempat lahir Nabi Isa AS), Siti Sarah(istri Nabi Ibrahim AS), Rifqah(istri nabi Ishaq AS) Tempat yang di kunjungi:Mesir: Makam Imam Sya’fi RA, Terusan Suez, Mata Air Musa, Al Wadi Al Muqaddas, Gn.Sinai (Jabal Al thur), Piramida, Sungai NIL.Palestina: Masjid Al Aqsa, Dome Of The Rock, Tembok Ratapan, Makam Salman Al Farisi, Rabiah El-Adawiyah, Masjid Umar Bin Khatab, Makam Nabi Daud AS, Tempat Lahir Nabi Isa AS, Makam Nabi Ibrahim AS, Dll.Jordania: Makam Bilal bin Rabah (Muazzin Rasulullah), Abd Rahman bin Auf, Gua Ashabul Kahfi.