Hari ini: Rabu, 17 September 2014 14:31
Barometer Otomotif Terkini

Cilacap Juga Punya Gunung Yang Indah Loh

Minggu, 12 Mei 2013 21:00

 Griyawisata.com-Apa saja yang menarik di Cilacap? Selain pulau kecil yang menakutkan, Nusakambangan, yang penghuninya narapidana kelas kakap. Namun ternyata ada juga, Yakni Gunung Selok. Sembilan gua, makam keramat dan situs yang menjadi perburuan para peziarah, yang ingin kebahagiaan dalam hidup. Dan yang percaya dengan kekuatan gaib, banyak pilihan tempat ibadah, dari kaki hingga puncak gunung. 

 

Pulau Nusakambangan. Nama Cilacap lebih identik dengan nama pulau kecil, yang menjadi penjara bagi narapidana kelas kakap. Padahal Cilacap yang merupakan salah satu kabupaten terluas di Jawa Tengah, tentu memiliki banyak hal menarik, selain Nusakambangan. Dan tempat itu adalah Gunung Selok, yang merupakan kawasan perbukitan dan hutan seluas lebih dari 100 hektar.
 
Selok adalah tempat lain di Cilacap, yang bagi sebagian masyarakat tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan hari libur. Selok juga menyediakan tiga lokasi yang bisa dinikmati. Kawasan pertanian, pegunungan dan kawasan pantai. Selok berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia, sehingga pantainya landai. Ombak yang ganas menjadi ciri khas kawasan pesisir, di sepanjang Pantai Selatan Jawa. Para nelayan ini telah melupakan peristiwa tsunami, 2 tahun lalu, yang menyapu bersih rumah mereka. Kini mereka berjuang keras melawan ganasnya ombak pantai selatan, untuk menghidupi keluarga.
 
Pemandangan berubah ketika memasuki kawasan perbukitan. Sembilan goa yang letaknya memutari kawasan perbukitan, menggantikan keindahan alam dengan suasana mistis yang kental. Banyak orang mengkeramatkan gua ini dan Gua Naga Raja, Rahayu, Ratu, dan Pakuaja, adalah yang dianggap paling keramat. Tidak sedikit orang yang datang berziarah, untuk mencari berkah dan keselamatan. Gua inilah yang membuat tenar Gunung Selok sebagai gunung keramat. Peziarah yang datang bahkan dari luar Cilacap. Dan diantara mereka, tidak sedikit pula berlatar belakang pendidikan tinggi serta menduduki posisi penting dalam pemerintahan.
 
Selain itu juga ada legenda rakyat yang pertama bermukim di gunung Srandil adalah dua orang bernama Kunci Sari dan Dana Sari, mereka adalah prajurit Pangeran Diponegoro yang tidak mau menyerah kepada bala tentara Belanda. Mereka melarikan diri ke Gunung Srandil untuk bersembunyi dan meninggal di sini . Makam kedua prajurit tersebut berada di sebelah timur Gunung Srandil dalam satu komplek yang dipagar keliling yang kemudian hari, Kunci Sari dikenal dengan nama Sukma Sejati.[sr]
 
Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Wisata Hemat Tujuan Hongkong-shenzhen, Bangkok, Japan, Dan Destinasi Asia Lainnya. Hub: 0215747057
Solusi Promosi Produk-produk Perusahaan Anda, Dan Dapatkan Target Terbaik Dari Media Kami. Hubungi 021-5736969
Pusat Tiket Promo Online Untuk Tujuan Domestik, Internasional, Seat Terbatas, Buruan Booking..... Resv: 0215747057
Cari Hotel Bersih, Murah ? Dapatkan Benefit Dari Reservasi Kami Dan Kami Berikan Harga Terbaik. Resv : 0215747057
Sewa Mobil Kenderaan Terbaru, Jaminan Unit, Harga Terjangkau Dan Mengutamakan Pelayanan. Hub: 021-5747057

TOUR & TRAVEL GUIDE

Kiat Agar Anak Anda Terhindar Dari Pedofil
GriyaWisata.com- Menjadi kewajiban ayah dan bunda untuk melindungi buah hatinya, terutama dari tangan para pedofil. 

Kurangi Asupan Gula Jika Tak Ingin Gigi Busuk
GriyaWisata.com- Target pengurangan konsumsi gula yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) harus lebih ambisius guna mencegah bahaya kesehatan.