Hari ini: Sabtu, 29 Agustus 2015 00:02
Barometer Otomotif Terkini

Budidaya Durian Kalimantan

Kamis, 5 Mei 2011 09:01

GriyaWisata.Com-Bagi mereka yang menyukai durian, ini tentu warta membahagiakan. Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tahun 2011 mengembangkan 7.000 bibit durian varietas lokal dan unggul nasional dengan cara okulasi atau sambung pucuk."Ribuan bibit durian itu disalurkan sebagai bantuan, tapi sebagian dijual untuk warga masyarakat," kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Perikanan Barito Utara (Barut), Sunoto, di Muara Teweh.


Ribuan bibit durian yang dibudidayakan oleh Balai Benih Hortikultura milik pemkab setempat di kilometer 7 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu itu merupakan jenis lokal. Durian jenis lokal itu antara lain untek undang, liang naga anak, datai, dan unggul lokal yang telah dipatenkan menjadi varietas nasional yakni gantar bumi, sedangkan varietas unggul nasional yang dikembangkan adalah sitokong dan montong.

Ia mengatakan budidaya dengan sistem okulasi itu sudah berhasil dilakukan, karena bibit induk yang mudah didapat di kawasan hutan di daerah itu serta usia berbuah lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan tanam biji. "Dalam pembibitan itu, kemungkinan hanya sekitar 5.000-an yang berhasil hidup," katanya didampingi Kepala Bidang Pertanian, Rosmadianor.

durian_kalimantan1Menurut Sunoto, pihaknya menjajaki akan mengusulkan bibit durian lokal jenis untek undang sebagai unggul nasional kepada Pemprov Kalteng untuk diteruskan ke pemerintah pusat. Ia menambahkan pihaknya hanya mengusulkan, sedangkan yang melakukan kajian, baik sifat buah, rasa, pohon induk, dan lainnya adalah Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng. "Saat ini, durian lokal asal Kabupaten Barito Utara yang telah dipatenkan menjadi varietas nasional yaitu gantar bumi," ujarnya.

durian_kalimantan2Kabupaten di pedalaman Sungai Barito itu telah mengembangkan puluhan ribu pohon durian di lahan seluas 258 hektare. Lahan itu tersebar di wilayah Kecamatan Teweh Tengah seluas 138 hektare dan Gunung Timang seluas 130 hektare yang dikelola oleh masyarakat setempat. Dari ratusan hektare itu di antaranya merupakan lahan inti yang dikelola oleh pemerintah daerah seluas empat hektare dengan 260 pohon durian.

durian_kalimantan3Sisanya ada di lahan masyarakat dengan pola bergulir dan durian yang dikembangkan adalah jenis sitokong, montong, dan sijapang. "Sebagian besar tanaman tersebut sudah berbuah," katanya. [ndis/tn]

Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Singapore & Malaysia + MotoGP SIC 5D4N
Highlight:Marina Bay Sand, Sky Park, Fountain of Wealth, Esplanade by the bay, Merlion Park, Chinatown, Twin Tower, King Palace, Independence Square, National Monument, Genting Highland, Batu Cave, Sepang MotoGP

11 Hari NAPAK TILAS di BUMI para NABI (JORDANIA–PALESTINA–Al Aqsa
Ziarah jejak para Nabi:Ibrahim AS, Ishaq AS, Yakub AS, Yusuf AS, Musa AS, Harun AS, Syu’aib AS, Yusha bin nuun AS, Saleh AS, (tempat lahir Nabi Isa AS), Siti Sarah(istri Nabi Ibrahim AS), Rifqah(istri nabi Ishaq AS) Tempat yang di kunjungi:Mesir: Makam Imam Sya’fi RA, Terusan Suez, Mata Air Musa, Al Wadi Al Muqaddas, Gn.Sinai (Jabal Al thur), Piramida, Sungai NIL.Palestina: Masjid Al Aqsa, Dome Of The Rock, Tembok Ratapan, Makam Salman Al Farisi, Rabiah El-Adawiyah, Masjid Umar Bin Khatab, Makam Nabi Daud AS, Tempat Lahir Nabi Isa AS, Makam Nabi Ibrahim AS, Dll.Jordania: Makam Bilal bin Rabah (Muazzin Rasulullah), Abd Rahman bin Auf, Gua Ashabul Kahfi.