Jepara Kota Ukir
Rabu, 24 Agustus 2011 11:49 Section: Nasional
GriyaWisata.Com-Kota ukir Jepara memang sangat mempesona. Sepanjang jalan di kora Jepara sangat bersih, tidak terlihat adanya sampah. Airnya pun sangat bening. Udara di Jepara juga segar bebas dari polusi. Jepara memang terkenal dengan seni ukirnya, karenanya banyak turis yang datang ke daerah ini sekadar untuk berburu perabot berukir khas Jepara. Dan di kota inilah kita mengenal pahlawan emansipasi wanita, RA Kartini.
Kabupaten Jepara, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Jepara. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa. Jepara dikenal sebagai kota ukir, karena terdapat sentra kerajinan ukiran kayu yang terkenal hingga ke luar negeri. Kerajinan mebel dan ukir ini tersebar merata hampir di seluruh kecamatan dengan keahlian masing-masing.
Satu citra yang telah begitu melekat dengan Jepara adalah predikatnya sebagai “Kota Ukir”. Ukir kayu telah menjadi idiom kota kelahiran Raden Ajeng Kartini ini, dan bahkan belum ada kota lain yang layak disebut sepadan dengan Jepara untuk industri kerajinan meubel ukir.
Namun untuk sampai pada kondisi seperti ini, Jepara telah menapaki perjalanan yang sangat panjang.
Sejak jaman kejayaan Negara-negara Hindu di Jawa Tengah, Jepara telah dikenal sebagai pelabuhan utara pantai Jawa yang juga berfungsi sebagai pintu gerbang komunikasi antara kerajaan Jawa denga Cina dan India . Demikian juga pada saat kerajan Islam pertama di Demak, Jepara telah dijadikan sebagai pelabuhan Utara disamping sebagai pusat perdagangan dan pangkalan armada perang. Dalam masa penyebaran agama Islam oleh para Wali, Jepara juga dijadikan daerah “ pengabdian” Sunan Kalijaga yang mengembangkan berbagai macam seni termasuk seni ukir.
Di Jepara terdapat Sekolah Teknik Negeri dan Kemudian menjadi Sekolah Menengah Industri Kerajinan Negeri. Dengan adanya sekolah kejuruan ini, kerajinan meubel dan ukiran semakin berkembang dan semakin banyak pula anak–anak yang masuk sekolah ini untuk mempelajari seni di bidang meubel dan meubel dan ukir.
Di dalam sekolah ini diajarkan berbagai macam desain motif ukir serta ragam hias Indonesia yang pada mulanya belum diketahui oleh masyarakat Jepara . Tokoh-tokoh yang berjasa di dalam pengembangan motif lewat lembaga pendidikan ini adalah Raden Ngabehi Projo Sukemi yang mengembangkan motif majapahit dan Pajajaran serta Raden Ngabehi Wignjopangukir mengembangkan motif Pajajaran dan Bali.
Semakin bertambahnya motif ukir yang dikuasai oleh para pengrajin Jepara , meubel dan ukiran Jepara semakin diminati. Para pedagang pun mulai memanfaatkan kesempatan ini, untuk mendapatkan barang-barang baru guna memenuhi permintaan konsumen, baik yang berada di dalam di luar negeri. Demikianlah jika kita berjalan-jalan ke kota Jepara maka sepanjang jalan kita akan menemui seniman-seniman yang sedang membuat berbagai kerajinan meubel sampai dengan patung-patung. Karena itu layaklah kota Jepara disebut sebagai Kota Ukir.[serli]
Related News Item:
- 08-02-11 02:42 - Perjalanan Dari Kalimalang Ke Wisata Puncak
- 22-04-11 04:00 - Wisata Pemandian Sekar Sari
- 23-08-10 08:31 - MNA Dapat Utang untuk Beli Pesawat
- 27-09-10 09:04 - Pantai Brecong Kebumen, Antara Eksotisme, Mitos dan Sejarah
- 06-09-11 09:36 - Curug Bandung
Komentar (0)
Kirim Komentar anda
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Tips Memilih, Mengolah & Menyimpan Daging
GriyaWisata.Com-Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Bagaimana cara menyimpanya danmemilih daging yang baik dan segar?
Tips-tips Berwisata di Pulau Bali
GriyaWisata.Com-Ke Bali tanpa perencanaan tentu akan membuat Anda menemukan berbagai macam kendala. Jika tak dipersiapkan sedini mungkin, maka kendala tersebut berpotensi akan menggangu acara liburan Anda. Alhasil, liburan yang digadang-gadang untuk merefresh diri, mencari ketenangan dan terhindar dari rutinitas hidup yang membosankan, berubah menjadi booring, menjengkelkan, bahkan membosankan.












