Online Support

bangsobil




FOLLOW US!

Facebook

Twitter

Dvers

Rss

odlhotspot_fx
texas_capital_bankfortisparibascommerzbank

Waaw Cantiknya Batik Tulis Yogyakarta Tidak Pernah Pudar Yah

Jumat, 14 Oktober 2011 14:15 Section: Batik & Tenun

GriyaWisata.Com-Pesona batik memang tidak pernah pudar. Jika sebelumnya batik lebih sering dipakai saat acara adat, kini batik bisa bersolek di ragam tempat. 

Salah satunya batik Yogyakarta, yang memang dikenal sejak dahulu kala. Batik Yogyakarta ini memang tidak hanya tampil berupa lembaran kain, tetapi kini banyak diwujudkan dalam busana-busana yang elok di mata.

Adalah Rita Rachmawati, pemilik Rita Batik, yang kini sukses memopulerkan kain batik Yogyakarta.

"Kami ingin mengangkat batik Yogyakarta, karena memang dikenal bagus. Biasanya kami produksi kain batik ini untuk segala macam kebutuhan. Tidak hanya berupa lembaran kain (jarit), tapi juga berupa busana-busana wanita seperti dress, blazer, baju panjang berlengan model balon, hingga busana model kimono," tutur Siti Mahfiroh, penjaga stan Rita Batik.

Untuk menambah kesan cantik pada busananya, Siti mengaku bahwa kain batiknya juga ditampilkan dengan model-model yang beragam atau tidak polosan saja. Kini busananya ada yang dipermanis dengan aneka model kerah, diberi imbuhan pita-pita dan juga lipit-lipit di permukaan busananya.

"Saat ini kami memang hanya menjual pakaian khusus wanita. Kami melihat market untuk busana wanita lebih luas," papar wanita yang dikenal ramah ini.

Secara spesifik, Siti mengatakan, batik tulis Yogyakarta yang diproduksi oleh Batik Rita adalah batik tulis lawasan. Meski berkesan old karena warna dan motifnya yang lawas, katanya, batik tulis ini seolah-olah memberi efek kusam.

"Proses pembuatan batik tulis ini diambil dari contoh batik lawas dan ditulis kembali dengan tangan," kata Siti.

Masih menurutnya, motif yang banyak digunakan untuk batik tulis Yogyakarta ini dikombinasi dengan gambar binatang (kupu-kupu, burung) dan bunga. Setiap batik yang ditulis, merupakan kombinasi dari warna-warna beragam mulai dari coklat, hitam, hijau hingga krem yang mendekati warna kuning.

Siti mengatakan, meski banyak memakai warna-warna cerah, setiap batik tulis Yogyakarta ini tidak akan luntur ketika dicuci. "Warna batiknya tidak berubah karena proses sudah melewati proses pembuatan yang panjang, mulai dari proses perendaman kain, dicuci kembali, lalu dijemur hingga berulang kali," jelasnya.

Siti menambahkan, setiap pakaian yang diproduksi berukuran S, M, L, hingga XL ini dapat diperoleh dengan kisaran harga mulai dari Rp 350 ribu-Rp 450 ribu. Bagaimana, tertarik?.[serli]

Related News Item:

Lihat 0 Komentar Kirim Komentar Disclamer Email Newsletter

Kirim Komentar anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan GRIYAWISATA dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. GRIYAWISATA akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. GRIYAWISATA berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail*

Komentar*

dukascopy_tv_banner_big

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Dvers Siap Menantang Facebook Twitter dan Google+ Di Lingkup Wisata Dengan Fasilitas Extra Canggih
GriyaWisata.Com-Ini dia situs jejaring sosial yang tidak kalah canggih di banding Facebook, Twitter. Salah satu situs terbaru di media online yaitu Google+,  Dvers situs jejaring sosial karna anak bangsa lebih menantang di banding situs jejaring sosial terbaru yang sudah disebutkan diatas. Dvers berbeda dengan situs jejaring sosial yang lebih dahulu lahir karena diperkaya dengan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh pendahulunya, yang bertujuan untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhan pengguna. Apa yang membuat situs jejaring sosial dvers berbeda dengan situs yang lebih dahulu ada..? 

Tips Memilih, Mengolah & Menyimpan Daging
GriyaWisata.Com-Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Bagaimana cara menyimpanya danmemilih daging yang baik dan segar?