Online Support

bangsobil




FOLLOW US!

Facebook

Twitter

Dvers

Rss

odlhotspot_fx
texas_capital_bankfortisparibascommerzbank

Kain Songket Si Simbol Cantik Dari Palembang

Selasa, 20 September 2011 17:43 Section: Batik & Tenun

GriyaWisata.Com-Sungai Musi dan Kain Songket adalah dua simbol kuat milik Palembang yang juga menjanjikan pengalaman berwisata nan menarik di kota ini. Kain Songket bukan hanya produk cinderamata, tapi juga potret tradisi turun menurun khas Palembang sejak 5 abad yang lalu.Songket sudah ada di Palembang sejak masa Kerajaan Palembang (sebelum dikenal sebagai kesultanan) sekitar tahun 1455-1659 karena pengaruh kegiatan.

Saat itu, pemakainya adalah raja, sultan, dan kerabat keraton yang berfungsi untuk pakaian kebesaran.Namun pada waktu itu, Songket belum berbentuk kain setengah jadi karena masih digunakan sebatas selendang atau kemben. Cara pakainya di bahu dengan kedua ujungnya menjuntai di dada. Posisi strategis Kerajaan Sriwijaya waktu itu memungkinkan penduduknya berinteraksi Dengan masyarakat dari dunia internasional. Akhirnya, bukan hanya transaksi dagang yang terjadi, tetapi juga interaksi kebudayaan luar masuk ke wilayah Sriwijaya.

Sebelum mendapat pengaruh kekayaan budaya luar daerahnya, berdasarkan fakta sejarah masyarakat Palembang sudah mengenal kerajinan tenun ikat. Inilah yang menjadi dasar kelahiran Songket setelah ada pengaruh dari luar Palembang.

Kain Songket Palembang yang ditenun dengan alat Tenun Palembang manual dari bilah-bilah kayu ini, dibuat dari benang sutra. Kini, para perajin Tenun Songket lebih memilih benang sutra kualitas impor dari Cina dengan alasan kualitasnya yang terbaik. Benang emasnya pun kini banyak memakai benang emas impor dari Jepang, karena para perajin Tenun Songket merasa makin kewalahan menjangkau benang emas buatan local.

Kain Songket Palembang motif border kembang emas itu dijual di standnya dengan harga Rp 5juta, 'Kain Songket Palembang memang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan range harga dimulai dari Rp 700.000,- perkain hingga Rp 5juta,-. Harga yang dirasa cukup pantas untuk sebuah tradisi klasik khas Indonesia yang tak ternilai harganya.[ygs/serli]

Related News Item:

Komentar (0)

Kirim Komentar anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan GRIYAWISATA dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. GRIYAWISATA akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. GRIYAWISATA berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail*

Komentar*

dukascopy_tv_banner_big

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Dvers Siap Menantang Facebook Twitter dan Google+ Di Lingkup Wisata Dengan Fasilitas Extra Canggih
GriyaWisata.Com-Ini dia situs jejaring sosial yang tidak kalah canggih di banding Facebook, Twitter. Salah satu situs terbaru di media online yaitu Google+,  Dvers situs jejaring sosial karna anak bangsa lebih menantang di banding situs jejaring sosial terbaru yang sudah disebutkan diatas. Dvers berbeda dengan situs jejaring sosial yang lebih dahulu lahir karena diperkaya dengan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh pendahulunya, yang bertujuan untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhan pengguna. Apa yang membuat situs jejaring sosial dvers berbeda dengan situs yang lebih dahulu ada..? 

Tips Memilih, Mengolah & Menyimpan Daging
GriyaWisata.Com-Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Bagaimana cara menyimpanya danmemilih daging yang baik dan segar?