Online Support

bangsobil




FOLLOW US!

Facebook

Twitter

Dvers

Rss

odlhotspot_fx
texas_capital_bankfortisparibascommerzbank

Rumah Lontiok, Rumah Adat Kampar, Pekan Baru

Selasa, 15 Maret 2011 10:06 Section: Lakes Toba

Griyawisata.com, Rumah Lontiok (uma lontiok) merupakan salah satu Rumah Adat Daerah Riau, Indonesia. Rumah Lontiok ini terdapat di Kabupaten Kampar. Rumah Lontiok bisa juga disebut sebagai Rumah Lancang, dan Rumah Pencalang.Ini dikarenakan rumah tersebut memiliki bentuk atap melengkung keatas, agak runcing. Sedangkan pada dinding berbentuk miring keluar yang dilengkapi dengan hiasan kaki dinding mirip perahu atau lancang. Hal itu untuk menggambarkan dalam melambangkan penghormatan kepada Tuhan dan sesama.

Rumah Adat Lontiok biasanya memiliki anak tangga rumah dengan hitungan ganjil. Bentuk dinding Rumah yang miring keluar seperti menggambarkan seolah-olah miringnya dinding perahu layar mereka. Dan jika dilihat dari jauh bentuk Rumah tersebut seperti Rumah-Rumah perahu (magon) yang biasa dibuat penduduk. Sedangkan nama Lontiok dipakai karena bentuk perabung (bubungan) atapnya melentik ke atas.

Rumah Lontiok merupakan Rumah panggung dengan tipe konstruksi panggung dipilih untuk menghindari bahaya serangan binatang buas dan terjangan banjir. Di samping itu, ada kebiasaan masyarakat yang menggunakan kolong rumah sebagai kandang ternak, wadah penyimpanan perahu, tempat bertukang, tempat anak-anak bermain, dan gudang kayu, sebagai persiapan menyambut bulan puasa. Selain itu, pembangunan Rumah berbentuk panggung sehingga untuk memasukinya harus menggunakan tangga yang mempunyai anak tangga berjumlah ganjil, lima, merupakan bentuk keyakinan dari masyarakat.

Dinding luar Rumah Lontiok seluruhnya miring keluar, berbeda dengan dinding dalam yang tegak lurus. Balok tumpuan dinding luar depan melengkung ke atas, dan, terkadang, disambung dengan ukiran pada sudut-sudut dinding, maka terlihat seperti bentuk perahu. Balok tutup atas dinding juga melengkung meskipun tidak semelengkung balok tumpuan. Lengkungannya mengikuti lengkung sisi bawah bidang atap. Kedua ujung perabung diberi hiasan yang disebut sulo bayung. Sedangkan sayok lalangan merupakan ornamen pada keempat sudut cucuran atap. Bentuk hiasan beragam, ada yang menyerupai bulan sabit, tanduk kerbau, taji dan sebagainya.[fps/wlmn]

Related News Item:

Komentar (0)

Kirim Komentar anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan GRIYAWISATA dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. GRIYAWISATA akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. GRIYAWISATA berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail*

Komentar*

dukascopy_tv_banner_big

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Memilih, Mengolah & Menyimpan Daging
GriyaWisata.Com-Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Bagaimana cara menyimpanya danmemilih daging yang baik dan segar? 

Tips-tips Berwisata di Pulau Bali
GriyaWisata.Com-Ke Bali tanpa perencanaan tentu akan membuat Anda menemukan berbagai macam kendala. Jika tak dipersiapkan sedini mungkin, maka kendala tersebut berpotensi akan menggangu acara liburan Anda. Alhasil, liburan yang digadang-gadang untuk merefresh diri, mencari ketenangan dan terhindar dari rutinitas hidup yang membosankan, berubah menjadi booring, menjengkelkan, bahkan membosankan.