Hari ini: Minggu, 11 Desember 2016 03:32
Barometer Otomotif Terkini

Jeprta Jepret di Gurun Sahara Yogyakarta

Rabu, 23 Mei 2012 17:35

Yogyakarta, Griyawisata.Com -- Gurun Sahara yang eksotis di Afrika sudah terkenal di seluruh dunia. Tapi, corak pasir yang cantik ala Afrika ini juga ada di Gumuk Pasir Parangkusumo, Yogyakarta. Bawa kamera Anda kalau berlibur ke sana!

Memiliki curah hujan yang tinggi sebenarnya tidak memungkinkan bagi Indonesia memiliki gurun pasir. Gurun pasir yang umumnya berada di Timur Tengah dan Afrika nyatanya juga ada di Indonesia. Ya, Gumuk Pasir Parangkusumo di Bantul, Yogyakarta menjadi Gurun Sahara-nya Indonesia.

Gumuk pasir umumnya terjadi karena bentukan alam akibat hembusan angin. Tiupan angin yang berhembus, membawa endapan pasir ini hinga membentuk corak yang unik. Gundukan-gundukan pasir di Parangkusumo ini menjadi penyempurna keindahan alamnya.

"Darimana asal pasir-pasir ini?" Ini menjadi pertanyaan untuk setiap wisatawan yang datang ke tempat ini. Partikel-partikel ini berasal dari abu vulkanik Gunung Merapi yang dibawa oleh aliran Sungai Opak dan Sungai Progo menuju Laut Selatan. Jadi wajar saja, bila gurun pasir di tanah Jawa ini berada di sepanjang Sungai Opak sampai Pantai Parangtritis.

Gelombang angin yang terlukis di permukaan Gumuk Pasir menjadi daya tarik bagi wisatawan. Banyak dari mereka menyebut ini sebagai lukisan angin. Tidak hanya ada di satu spot, tapi corak ini menghiasi hampir di seluruh permukaan gurun pasir ini.

Karena kecantikan struktur dan bentuk lukisan anginnya, kini banyak wisatawan yang melirik destinasi ini. Bahkan penyanyi, Agnes Monica memilih panorama Gumuk Pasir sebagai latar belakang video klip "Paralyze". Ya, keeksotisan Parangkusumo memang tidak kalah dengan Gurun Sahara di Afrika.

Sebagai fenomena alam yang jarang dijumpai di Indonesia, destinasi ini layak untuk dikunjungi. Apalagi untuk pecinta fotografi, lokasi ini bisa menjadi latar yang terlihat anggun dan memesona. Tidak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah dan Afrika, untuk mendapatkan efek eksotis. Cukup datang ke Parangukusumo, bidikan-bidikan cantik senantiasa tercipta dari kamera pelancong.

Akan tetapi, sama seperti gurun pasir di Timur Tengah dan Afrika, suhu di kawasan Gumuk pasir Parangkusumo berubah-ubah. Saat siang hari panas di tempat ini sangat terik, tapi malam hari udara akan berubah menjadi sangat dingin.

Jadi, untuk wisatawan yang kurang suka dengan panas harus membawa persiapan yang matang. Kalau kita merasa lelah, banyak penduduk sekitar yang menyewakan kuda, lho. Kalau sudah begini semakin samalah keadaan di Parangkusumo dengan Sahara. Hanya bedanya, di Sahara menggunakan Unta sedangka Parangkusumo menggunakan kuda.[i/n]

Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Dengan Traveling Bisa Dapat Menumbuhkan Semangat Nasionalisme
                       Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Dengan menjelajahi alam akan tumbuh dengan sendirinya semangat nasionalisme dan ketika kita mulai lebih dekat dengan masyarakat, lebih dekat dengan alamnya muncul rasa cinta yang lebih untuk itu," kata Anggi saat ditemui di acara final konfigurasi Aksa 7 sekaligus memperingati Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta.

Aplikasi Google Trips Membantu Traveler Saat Traveling
                          Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Google mempunyai salah satu aplikasi yang ditujukan untuk para pelancong yang bernama Google Trips. Google Trips yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS memiliki data lengkap lebih dari 200 destinasi di dunia. Data tersebut mencakup destinasi, akomodasi, makanan dan minuman, cuaca, serta transportasi.