Yukkkkk Kita Jaga Orang Utan
Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggeliat. Daya tarik orangutan dan kekayaan flora fauna di kawasan taman nasional itu meningkatkan kunjungan wisata 100 persen dibandingkan tahun 2010, termasuk 5.000 wisatawan asing hingga Oktober 2011.Kesiapan daerah, terutama masyarakat dan pemerintah daerah, serta semua pemangku kepentingan setempat perlu dibentuk sejak awal. Tujuannya, kunjungan mengalir dan mendatangkan kesejahteraan warga
Tanpa itu, pengelolaan wisata daerah berjalan tanpa arah, seperti wisata kawasan Danau Toba yang stagnan.
Tak mau terjadi di kawasan tujuan wisata lain, sejak 2009 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (dulu Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan) mengembangkan jejaring kelompok kerja sama antarpemangku kepentingan wisata di 15 tujuan wisata atau destination management organization (DMO). Salah satunya di Taman Nasional Tanjung Puting.
Melalui forum itu, para pihak duduk bersama dan merancang peta besar pengelolaan wisata Kotawaringin Barat yang menjadi acuan banyak pihak. Bupati dan Dinas Pariwisata diakrabkan dengan Balai TN Tanjung Puting dan Ditjen Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Pemanfaatan Alam (Kementerian Kehutanan) serta aktivis konservasionis agar wisata selaras dengan lingkungan.
Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menjadi mediator/fasilitator menyerap ide jejaring itu. ”Kalau ada usulan dari DMO yang butuh dukungan kementerian lain, kami siap memperjuangkan,” ucap Firmansyah Rahim, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata.
Koordinasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan diperlukan karena pengembangan pariwisata tak hanya bisa mengandalkan satu sektor. Kini, Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, setiap hari didarati dua pesawat boeing dari Kalstar dan Trigana Air, masing-masing berkapasitas lebih dari 120 penumpang.
Untuk menggenjot jumlah kunjungan wisata ke Kotawaringin Barat tak hanya mengandalkan TN Tanjung Puting. Sebagai daerah konservasi, kawasan 415.040 hektar ini juga akan dirancang untuk tujuan wisata terbatas, bukan mass tourism. Ada wacana dibangun sistem antre memasuki kawasan yang mengandalkan pesona orangutan borneo (Pongo pygmaeus).
Karena itu, tujuan-tujuan wisata di luar Tanjung Puting disiapkan menjadi suguhan para turis yang antre demi pesona hutan hujan tropis. Beberapa tujuan dirancang, seperti Tanjung Keluang, Pantai Bugam Raya, dan Gosong Senggor.[i]
- Senin, 21 Mei 2012 18:00
- Senin, 21 Mei 2012 17:05
- Senin, 21 Mei 2012 17:00
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
nama baju :: p mc 674minimal pembelian:: 1 pcsready warna :: biru, merah, hitam, putihketerangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. peng..
nama baju :: r dress pita pocket minimal pembelian:: 4 pcswarna :: sesuai gambarketerangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. pengiriman..
bahan spandeksmenerima reseller dan grosirhub 081298934168pin bb 28c8cb7cfacebook indo jc butik
kode barang : bf283bahan blazer : babyterrybahan inner : kaosukuran : fit to lharga grosir: rp 60.000/pcsharga reseller : rp 70.000/pcsdeskr..
nama n kode baju :: rainbow knitdeskripsi ::keterangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. pengiriman lewat jasa jne.. pembayaran lewat t..
TOUR & TRAVEL GUIDE
Matahari Bentuk Cincin Api Membuat Langit Redup
Jakarta, Griyawisata.Com -- Matahari dan bulan berada segaris dengan bumi dalam peristiwa astronomi langka pada Minggu, gerhana yang sekejab membuat matahari membentuk cincin api dan meredupkan langit sebagian kawasan Asia dan Amerika Utara.
Peluncuran KA Malioboro Ekspress Kembali Tertunda
Yogyakarta, Griyawisata.Com -- PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta menunda lagi peluncuran kereta Malioboro Ekspres dengan rute Yogyakarta-Malang yang dijadwalkan pada Minggu (25/5/2012). "Rencananya, kereta api ini akan dijalankan pada Minggu (20/5) pukul 21.00 WIB, namun karena ada berbagai pertimbangan lain, maka peluncurannya kembali ditunda," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta.


















