Online Support

bangsobil




FOLLOW US!

Facebook

Twitter

Dvers

Rss

odlhotspot_fx
texas_capital_bankfortisparibascommerzbank

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Senin, 18 April 2011 07:08 Section: Nasional

GriyaWisata.Com-Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove dan hutan tropika daratan pulau di Papua/Irian Jaya. Kawasan ini secara administratif berada dalam wilayah dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Teluk Wondam dan Kabupaten Nabire. Sekitar 80 persen dari luas TNTC secara keseluruhan dan sebagian lagi wilayah Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat masuk dalam wilayah Kabupaten Teluk Wondama.Taman ini adalah taman nasional perairan laut yang luas di Indonesia, terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%). Potensi karang Taman Nasional Teluk Cendrawasih tercatat 150 jenis dari 15 famili, dan tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil.

Persentase penutupan karang hidup bervariasi antara 30,40% sampai dengan 65,64%. Umumnya, ekosistem terumbu karang dibagi jadi dua zona yaitu zona rataan terumbu (reef flat) dan zona lereng terumbu (reef slope).

Adapun jenis karang yang bisa dilihat diantaranya koloni karang biru (Heliopora coerulea), karang hitam (Antiphates sp.), famili Faviidae dan Pectiniidae, serta berbagai jenis karang lunak. 

Taman ini sangat dikenal dengan jenis ikan, kurang lebih ada 209 jenis ikan yang menjadi penghuni kawasan ini seperti butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.

Tidak hanya itu saja disini juga ada jenis moluska diantaranya keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas). Di taman ini juga ada empat penyu yang suka mendarat di taman nasional yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Selain itu ada juga yang terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih diantaranya duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu.

Disni juga terdapat peninggalan zaman purba seperti goa alam, di Pulau Misowaar ada sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam, di Tanjung Mangguar goa dalam air yang dalamnya 100 feet. Anda dapat menjumpai sejumlah peninggalan dari abad 18 di beberapa tempat seperti Wendesi, Wasior, dan Yomber. Banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon) bagi umat Kristiani yang ingin melihat kitab suci terbitan tahun 1898.[tn]

Related News Item:

Komentar (0)

Kirim Komentar anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan GRIYAWISATA dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. GRIYAWISATA akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. GRIYAWISATA berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail*

Komentar*

dukascopy_tv_banner_big

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Memilih, Mengolah & Menyimpan Daging
GriyaWisata.Com-Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Bagaimana cara menyimpanya danmemilih daging yang baik dan segar? 

Tips-tips Berwisata di Pulau Bali
GriyaWisata.Com-Ke Bali tanpa perencanaan tentu akan membuat Anda menemukan berbagai macam kendala. Jika tak dipersiapkan sedini mungkin, maka kendala tersebut berpotensi akan menggangu acara liburan Anda. Alhasil, liburan yang digadang-gadang untuk merefresh diri, mencari ketenangan dan terhindar dari rutinitas hidup yang membosankan, berubah menjadi booring, menjengkelkan, bahkan membosankan.