Masih Tersisa Keindahan Hutan Sumatera di Tesso Nilo
Jumat, 30 September 2011 17:25 Section: Nasional
GriyaWisata.Com-Setelah terus menerus menjadi saksi perusakan hutan yang masih leluasa terjadi di Hutan Sumatera, di hari kesepuluh Tur “Mata Harimau, Selamatkan Hutan Rumah Harimau” Greenpeace hari ini, akhirnya para aktivis Greenpeace bisa menyaksikan keindahan hutan Indonesia yang masih tersisa. Hanya saja jika tidak dipertahankan, keindahan ini terancam hilang akibat ekspansi perkebunan dan hutan tanaman industri di sekitarnya.
Kemarin para aktivis tiba di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kedatangan aktivis Greenpeace ini disambut oleh upacara penyambutan unik, yakni pengalungan bunga yang dilakukan oleh gajah-gajah yang kini dilindungi di camp flying squad WWF, di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui.
Hari ini, para aktivis menelusuri keindahan hutan di kawasan ini, dan mendokumentasikan dengan video dan foto. Selain itu para aktivis berkesempatan ikut memandikan gajah sumatera di sungai sekitar kawasan.
Koordinator Flying Squad WWF Riau Syamsuardi mengatakan gajah dan harimau menjadi satwa payung (umbrella species) karena daerah jelajahnya (homerange) sangat luas. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dapat menjelajah hingga 100 kilometer persegi, sedangkan gajah dapat menjelajah hingga 60 kilometer persegi.
"Bila habitat yang menjadi daerah jelajahnya tadi terjaga, spesies lainnya juga dapat lestari keberadaannya," kata Syamsuardi dalam rilis yang diterima Seruu.com, Kamis (29/9/2011).
Setelah memandikan gajah, tim 'Mata Harimau' turut serta bersama gajah flying squad melakukan patroli di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan ini merupakan salah satu kantong gajah terbesar di Sumatera dengan populasi mencapai 200 ekor. Di wilayah hutan dataran rendah ini juga menjadi tempat bermukim sekitar 11 ekor Harimau Sumatera.
Jurukampanye Hutan Greenpeace Rusmadya Maharrudin mengatakan, saat ini hutan yang sedemikian indah ini sedang terancam rusak. Pada saat melintas kawasan hutan ini menggunakan sepeda motor, tim menemukan kawasan hutan konservasi ini sudah dirambah.
Tim Mata Harimau juga menemukan jejak harimau pada saat menuju sungai tempat pemandian gajah. Kondisi ini menunjukkan, kawasan ini memang habitat asli harimau sumatera yang masih tersisa.
“Seluruh keindahan ini sangat rentan terhadap rencana konversi lahan. Untuk itu kami meminta kepada pemerintah untuk memastikan kondisi taman nasional ini tetap terjaga karena peran ekologisnya sangat penting,” tutup Rusmadya.
“Lebih jauh lagi kita harus berjuang menyelamatkan hutan Indonesia yang masih tersisa. Dengan menyajikan fakta perusakan hutan ini, kita sekaligus mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bergabung bersama kami menjadi ‘Mata Harimau’ , mendesak perusahaan untuk segera menghentikan perilaku merusaknya dan beralih ke operasi yang lebih lestari dan bertanggung jawab, serta pemerintah harus mengimplementasikan perlindungan penuh terhadap lahan gambut serta hutan alam dan melakukan peninjauan kembali izin yang telah diberikan,” imbuh Rusmadya.
Hutan yang menjadi rumah Harimau Sumatera terus dihancurkan, saat ini hanya tersisa 400 ekor harimau sumatera di alam liar. Pemerintah Indonesia memperkirakan lebih dari satu juta hektar hutan Indonesia hancur setiap tahunnya.
Dengan laju perusakan seperti saat ini, hewan menakjubkan yang telah menjadi inspirasi banyak khasanah budaya Indonesia ini terancam punah, senasib dengan Harimau Jawa dan Bali.[greenpeace/serli]
Related News Item:
- 15-01-11 01:03 - Wisata Liku Lematang
- 24-08-10 08:23 - Wisata Ke Pantai Berawe
- 08-09-10 09:56 - Wisata Pantai Berselancar di Pulau Asu, Nias
- 26-11-10 11:59 - Taman Wisata Alam Sicikeh-cikeh
- 25-11-10 11:43 - Selain Tempat Ibadah, Vihara Juga Tujuan Wisata Yang Eksotis
Komentar (0)
Kirim Komentar anda
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Dvers Siap Menantang Facebook Twitter dan Google+ Di Lingkup Wisata Dengan Fasilitas Extra Canggih
GriyaWisata.Com-Ini dia situs jejaring sosial yang tidak kalah canggih di banding Facebook, Twitter. Salah satu situs terbaru di media online yaitu Google+, Dvers situs jejaring sosial karna anak bangsa lebih menantang di banding situs jejaring sosial terbaru yang sudah disebutkan diatas. Dvers berbeda dengan situs jejaring sosial yang lebih dahulu lahir karena diperkaya dengan fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh pendahulunya, yang bertujuan untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhan pengguna. Apa yang membuat situs jejaring sosial dvers berbeda dengan situs yang lebih dahulu ada..?
Tips Memilih, Mengolah & Menyimpan Daging
GriyaWisata.Com-Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak. Bagaimana cara menyimpanya danmemilih daging yang baik dan segar?












