Taman Nasional Way Kambas, Bisa Curhat Dengan Gajah
GRIYAWISATA.com - Tidak perlu ke Afrika untuk mencoba bertualang dengan gajah. Di Lampung, terdapat Taman Nasional Way Kambas yang mempunyai tempat pelatihan dan penangkaran gajah. Selain itu, Anda juga dapat melihat gajah-gajah bermain bola.
Taman Nasional Way Kambas adalah salah satu taman nasional tertua dan terbesar di Indonesia. Taman nasional ini memiliki lahan seluas 1.300 km persegi. Secara administratif, Taman Nasional Way Kambas berada di Kecamatan Way Jepara, Labuan Meringgai, Sukadana, Purbolinggo, Rumbia dan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah. Dari Kota Bandar Lampung, dibutuhkan waktu 2 jam untuk mencapai tempat ini dengan mobil.
Gajah yang terdapat di Taman Nasional Way Kambas adalah gajah Sumatera. Gajah ini memiliki tinggi dan besar yang lebih kecil dari gajah Asia dan Afrika. Namun, sensasi bertualang dengan gajah ini tidak kalah hebatnya dengan bertualang bersama gajah-gajah lain. Di tempat ini, terdapat ratusan gajah Sumatera yang berada di tempat penangkaran dan Pusat Pelatihan Gajah.
Salah satu tempat yang menarik untuk Anda kunjungi adalah Pusat Pelatihan Gajah. Di sana, ada banyak atraksi yang ditampilkan dari gajah-gajah Taman Nasional Way Kambas. Beberapa atraksi yang akan menghibur dan menarik adalah bertualang menunggangi gajah menembus hutan, melihat gajah berenang, berjabat tangan dengan gajah, dan menyaksikan gajah-gajah menari. Di akhir pekan, biasanya ada pertunjukan gajah bermain bola.
Gajah-gajah tersebut telah dilatih dengan baik di Taman Nasional Way Kambas. Bahkan, beberapa gajah melakukan aktivitas mengangkut kayu dan membajak sawah. Jadi, tidak perlu takut jika Anda mencoba untuk bertualang bersama para gajah-gajah tersebut. Selain gajah, di taman nasional ini juga terdapat penangkaran badak Sumatera yang bernama Sumatra Rhino Sanctuary (SRS). Di tempat ini, terdapat puluhan badak sumatera yang berstatus terancam punah. Anda dapat melihat kehidupan badak dari dekat.
Selain gajah dan badak, terdapat banyak fauna yang tersebar di taman Nasional Way Kambas, seperti rusa, tapir, beruang madu, ayam hutan dan masih banyak lagi. Keakayaan floranya pun sangat melimpah. Selain kekayaan flora dan fauna, Anda juga dapat bertualang menyusuri Sungai Way Kanan yang masih alami dan berkemah di Taman Nasional Way Kambas.
Berkunjung dan bermain dengan gajah dari dekat di Taman Nasional Way Kambas, akan memberikan kenangan yang tidak akan terlupakan seumur hidup.[i]
- Senin, 21 Mei 2012 15:05
- Sabtu, 19 Mei 2012 11:00
- Sabtu, 19 Mei 2012 10:00
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Dina Momang di 0816-705-837 · dina@mustangcorps.com · Blackberry: 2532A7C8
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
nama baju :: p mc 674minimal pembelian:: 1 pcsready warna :: biru, merah, hitam, putihketerangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. peng..
nama baju :: r dress pita pocket minimal pembelian:: 4 pcswarna :: sesuai gambarketerangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. pengiriman..
bahan spandeksmenerima reseller dan grosirhub 081298934168pin bb 28c8cb7cfacebook indo jc butik
kode barang : bf283bahan blazer : babyterrybahan inner : kaosukuran : fit to lharga grosir: rp 60.000/pcsharga reseller : rp 70.000/pcsdeskr..
nama n kode baju :: rainbow knitdeskripsi ::keterangan :: harga belum termasuk ongkos kirim.. pengiriman lewat jasa jne.. pembayaran lewat t..
TOUR & TRAVEL GUIDE
Matahari Bentuk Cincin Api Membuat Langit Redup
Jakarta, Griyawisata.Com -- Matahari dan bulan berada segaris dengan bumi dalam peristiwa astronomi langka pada Minggu, gerhana yang sekejab membuat matahari membentuk cincin api dan meredupkan langit sebagian kawasan Asia dan Amerika Utara.
Peluncuran KA Malioboro Ekspress Kembali Tertunda
Yogyakarta, Griyawisata.Com -- PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta menunda lagi peluncuran kereta Malioboro Ekspres dengan rute Yogyakarta-Malang yang dijadwalkan pada Minggu (25/5/2012). "Rencananya, kereta api ini akan dijalankan pada Minggu (20/5) pukul 21.00 WIB, namun karena ada berbagai pertimbangan lain, maka peluncurannya kembali ditunda," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta.


















