Hari ini: Kamis, 17 April 2014 08:00
Barometer Otomotif Terkini

Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa Tengah

Rabu, 24 November 2010 15:45

Griyawisata.com, Joglo adalah rumah adat masyarakat Jawa, terdiri dari 2 bagian utama yakni Pendapa dan dalem. Bagaian pendapa adalah bagian depan Joglo yang mempunyai ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasanya digunakan untuk menerima tamu atau ruang bermain anak dan tempat bersantai keluarga. Bagian dalem adalah bagian dalam rumah yang berupa ruangan kamar, ruang kamar dan ruangan lainnya yang bersifat lebih privasi. Ciri-ciri bangunan adalah pada bagian atap Pendapanya yang menjulang tinggi seperti gunung.

Keistimewaan rumah joglo terletak pada empat tiang utama yang menyangga blandar tumpang sari. Bagian kerangka yang disebut brunjung yaitu bagian atas keempat tiang utama sampai ke bubungan, yang disebut molo atau suwunan. Oleh karenanya rumah joglo banyak membutuhkan kayu sebagai bahan bangunannya.

Sebagai fondasi (bebatur), dibuat dari tanah yang ditinggikan dan dipadatkan atau diperkeras, yang menurut istilah setempat disebut dibrug. Tiang rumah didirikan di atas ompak, yaitu alas tiang dari batu alam berbentuk persegi empat, bulat atau segi delapan. Pada mulanya rumah joglo hanya bertiang empat seperti yang ada di bagian tengah rumah joglo jaman sekarang. Selanjutnya joglo diberi tambahan pada bagian samping dan bagian lain, sehingga tiangnya bertambah sesuai dengan kebutuhan.

Susunan ruangan Rumah Joglo, dari halaman depan, adalah ruangan lepas terbuka yang disebut pendopo. Ruang ini berfungsi sebagai tempat menerima tamu, pertemuan bila ada musyawarah serta kegiatan kesenian seperti menari, bermain sandiwara atau pementasan wayang. Pada bagian pinggir pendopo, yaitu bagian emperannya dahulu tempat anak-anak perempuan bermain dakon. Pada waktu ada upacara atau pagelaran kesenian, pendopo ini menjadi tempat pertunjukkan.

Kemudian ada ruangan tengah yang disebut pringgitan, tempat untuk mementaskan wayang (pringgit). Kadang-kadang antara pendopo dan pringgitan dibuat terpisah oleh gang kecil yang disebut longkangan. Ruang tersebut digunakan untuk jalan kendaraan kereta atau mobil keluarga. Bila pendopo bersambung dengan pringgitan,maka untuk pemberhentian kendaraan dibuat di depan pendopo, yang disebut kuncung.[rs]

Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda
   
Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 3000AC19
Barometer Properti Terkini

Iklan Niaga

Solusi Promosi Hemat Produk-produk Perusahaan Anda, Dan Dapatkan Target Terbaik. Hub. 0215747057, 02182434009
Rencanakan Perjalanan Keluarga Anda Dengan Wisata Hemat Ke Bali, Lombok Dan Destinasi Lainnya. Informasi
Cari Hotel Bersih, Murah ? Dapatkan Benefit Dari Reservasi Kami Dan Kami Berikan Harga Terbaik. Resv : 0215747057
Pusat Tiket Promo Online Untuk Tujuan Domestik, Internasional, Seat Terbatas, Buruan Booking..... Resv: 0215747057