Hari ini: Rabu, 7 Desember 2016 05:00
Barometer Otomotif Terkini

Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa Tengah

Rabu, 24 November 2010 15:45

Griyawisata.com, Joglo adalah rumah adat masyarakat Jawa, terdiri dari 2 bagian utama yakni Pendapa dan dalem. Bagaian pendapa adalah bagian depan Joglo yang mempunyai ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasanya digunakan untuk menerima tamu atau ruang bermain anak dan tempat bersantai keluarga. Bagian dalem adalah bagian dalam rumah yang berupa ruangan kamar, ruang kamar dan ruangan lainnya yang bersifat lebih privasi. Ciri-ciri bangunan adalah pada bagian atap Pendapanya yang menjulang tinggi seperti gunung.

Keistimewaan rumah joglo terletak pada empat tiang utama yang menyangga blandar tumpang sari. Bagian kerangka yang disebut brunjung yaitu bagian atas keempat tiang utama sampai ke bubungan, yang disebut molo atau suwunan. Oleh karenanya rumah joglo banyak membutuhkan kayu sebagai bahan bangunannya.

Sebagai fondasi (bebatur), dibuat dari tanah yang ditinggikan dan dipadatkan atau diperkeras, yang menurut istilah setempat disebut dibrug. Tiang rumah didirikan di atas ompak, yaitu alas tiang dari batu alam berbentuk persegi empat, bulat atau segi delapan. Pada mulanya rumah joglo hanya bertiang empat seperti yang ada di bagian tengah rumah joglo jaman sekarang. Selanjutnya joglo diberi tambahan pada bagian samping dan bagian lain, sehingga tiangnya bertambah sesuai dengan kebutuhan.

Susunan ruangan Rumah Joglo, dari halaman depan, adalah ruangan lepas terbuka yang disebut pendopo. Ruang ini berfungsi sebagai tempat menerima tamu, pertemuan bila ada musyawarah serta kegiatan kesenian seperti menari, bermain sandiwara atau pementasan wayang. Pada bagian pinggir pendopo, yaitu bagian emperannya dahulu tempat anak-anak perempuan bermain dakon. Pada waktu ada upacara atau pagelaran kesenian, pendopo ini menjadi tempat pertunjukkan.

Kemudian ada ruangan tengah yang disebut pringgitan, tempat untuk mementaskan wayang (pringgit). Kadang-kadang antara pendopo dan pringgitan dibuat terpisah oleh gang kecil yang disebut longkangan. Ruang tersebut digunakan untuk jalan kendaraan kereta atau mobil keluarga. Bila pendopo bersambung dengan pringgitan,maka untuk pemberhentian kendaraan dibuat di depan pendopo, yang disebut kuncung.[rs]

Baca juga:
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: redaksi@griyawisata.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · raemond@mustangcorps.com · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Dengan Traveling Bisa Dapat Menumbuhkan Semangat Nasionalisme
                       Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Dengan menjelajahi alam akan tumbuh dengan sendirinya semangat nasionalisme dan ketika kita mulai lebih dekat dengan masyarakat, lebih dekat dengan alamnya muncul rasa cinta yang lebih untuk itu," kata Anggi saat ditemui di acara final konfigurasi Aksa 7 sekaligus memperingati Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta.

Aplikasi Google Trips Membantu Traveler Saat Traveling
                          Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Google mempunyai salah satu aplikasi yang ditujukan untuk para pelancong yang bernama Google Trips. Google Trips yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS memiliki data lengkap lebih dari 200 destinasi di dunia. Data tersebut mencakup destinasi, akomodasi, makanan dan minuman, cuaca, serta transportasi.