Teluk Gilimanuk
Jembrana,GriyaWisata.Com - Pemandangan di Teluk Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana akan langsung melenakan pengunjung dengan hamparan pantai yang bersih, dan tenangnya ombak, tampak begitu menyejukkan mata.
Menikmati pesona alam dari gazebo-gazebo di pinggir pantai, semakin memanjakan wisatawan yang datang ke Bali melalui gerbang Bali Barat, Gilimanuk.
Kelurahan paling Barat di Kabupaten Jembrana yang terkenal dengan kuliner Ayam Betutunya ini kini hadir dengan sejumlah obyek wisata yang mampu menjadi magnet wisatawan.
Berjarak tempuh sekitar sejam dari Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur dan 35 Km dari kota Negara, Kabupaten Jembrana, Gilimanuk sangat mudah diakses oleh masyarakat.
Setiba di Gilimanuk, pandangan para pengunjung akan langsung tertuju pada patung setinggi 22 meter bercorak Biru-Kuning yakni patung Siwa Mahadewa.
Memijakkan kaki di Gilimanuk, tentu tak lengkap rasanya jika wisatawan tak mengunjungi Patung Dewa Siwa yang terintegrasi dengan sejumlah obyek wisata menarik lainnya. Terlebih, di sekeliling patung ini dilengkapi dengan taman serta 4 unit Gezebo yang menghadap Teluk Gilimanuk.
Selain sebagai ikon Gilimanuk, Dewa Siwa yang diyakini berperan sebagai Pralina (pelebur) di alam semesta ini juga dipercaya sebagai penangkal energi-energi negatif yang masuk ke Bali melalui gerbang Bali Barat yakni Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.
Wisatawan yang masuk ke areal Patung Siwa Mahdewa ini juga tak perlu khawatir karena Pemkab Jembrana tidak memungut parkir di kawasan ini. Usai memanjakan mata di kawasan patung Dewa Siwa, wisatawan bisa menuju ke objek wisata lainnya yakni Teluk Gilimanuk atau dikenal dengan sebutan Secret Bay oleh wisatawan mancanegara (wisman).
Lokasi secret bay bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 200 meter ke arah Timur dan bagi yang membawa kendaraan pribadi, bisa memarkir kendaraannya di dalam areal Teluk Gilimanuk. Parkir yang disediakan cukup luas.
Di Teluk Gilimanuk ini, wisatawan bisa menikmati pemandangan pantai bening dengan ombaknya yang tenang, sebuah dermaga tua terbuat dari kayu atau Jeti juga mampu memberi kesan eksotik di tempat ini.
Masuk ke Timur lagi, wisatawan akan mendapati Sekretariat Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wisata Bahari dimana tempat tersebut wisatawan yang memiliki hobi menyelam, bisa menikmati sejumlah olahraga air seperti diving dan snorkling.
Ketua Pokmas Wisata Bahari, AA Putu Alit Wirawan mengatakan selain menyediakan jasa pelayanan diving dan snorkling, pihaknya juga menyediakan jasa tur mangrove dan wisata spiritual ke sejumlah Pura yang ada di sekitar Teluk Gilimanuk. Sekali diving, harganya Rp 800.000 per orang, tergantung pula dengan paket yang diambil.
Sedangkan untuk wisatawan yang ingin menjajal spot snorkling di Teluk Gilimanuk, biayanya hanya Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu. “Di sini yang diandalkan adalah spot coral diving. Kalau beruntung, wisatawan bisa menjumpai Kuda Laut serta spesies ikan-ikan unik lainnya,” katanya.
Tur Mangrove berupa tur mengelilingi hutan Mangrove dengan jukung tradisional yang ada di Teluk Gilimanuk. Pihaknya mematok tarif sebesar Rp 500 ribu untuk 8 orang.
Sementara untuk paket wisata spiritual ke sejumlah Pura yang ada di Gilimanuk dan sekitarnya seperti Pura Giri Maya di pulau Kalong, Pura Segara Rupek, Pura Prapat Agung di Kabupaten Buleleng serta Pura Giri Dharma Kencana yang ada di pulau Menjangan, Buleleng, pihaknya mematok tarif sebesar Rp 350 ribu hingga Rp 800 ribu sesuai tujuan. Usai menikmati pesona Teluk Gilimanuk dan Patung Siwa, pastinya perut mulai merasa lapar.
Tapi wisatawan tak perlu khawatir karena Pemkab Jembrana melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Dikporaporbud) telah menyediakan pusat kuliner yang berada di tengah-tengah kawasan Teluk Gilimanuk.
Dua warung Kuliner siap memanjakan lidah wisatawan dengan menu khas Ayam Betutu serta Ikan Bakar. Belum puas berekreasi dan mencicipi kuliner khas Gilimanuk?
Tenang, karena Gilimanuk masih menyimpan dua obyek wisata lagi yang siap memberi nilai lebih bagi wisatawan.
Berjarak sekitar 300 meter dari areal obyek wisata Teluk Gilimanuk, wisatawan bisa mengunjungi Museum Manusia Purba Gilimanuk.
Di museum yang berlokasi di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk itu, wisatawan bisa berekreasi sambil melihat-lihat kerangka manusia purba, sarkovagus serta sejumlah benda-benda prasejarah lainnya.
Pengunjung bisa melihat dan mempelajari sejumlah kerangka manusia purba yang berasal dari Ras Mongoloid berkisar 195 tahun Sebelum Masehi (SM) sampai dengan 425 tahun SM.
Koleksi yang dipajang di Museum berlantai tiga ini merupakan hasil temuan di Situs Purbakala Gilimanuk dan sebagiannya berasal dari situs purbakala yang ada di wilayah Bali lainnya.
Museum ini buka dari Senin hingga Jumat mulai pukul 07.30 Wita sampai pukul 15.00 Wita. Tidak ada pungutan biaya bagi warga yang ingin mengunjunginya.
Sebagai penutup kunjungan wisata ke Gilimanuk, wisatawan bisa mengunjungi Karang Sewu yang ada di Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk.
Berjarak sekitar 500 meter dari Museum Manusia Purba, kawasan Karang Sewu siap memanjakan mata wisatawan dengan pemandangan pantai dangkal dihiasi hamparan karang lengkap dengan Jeti pula.
Eksotika matahari terbit dan tenggelam akan membuat pengunjung makin terpesona. Sama seperti kawasan patung Dewa Siwa, Teluk Gilimanuk, wisata kuliner, dan Museum Manusia Purba, di Karang Sewu wisatawan juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya retribusi karena semuanya gratis.
Di tempat ini, wisatawan bisa mengajak keluarganya untuk menikmati alam Karang Sewu dengan duduk beralaskan tikar di tanah lapang.
Lantaran keindahan alamnya, Karang Sewu menjadi lokasi pengampilan foto prewedding dan pernah pula dijadikan lokasi syuting pembuatan video klip oleh artis-artis lokal. (GS)