Hari ini: Jumat, 9 Oktober 2015 21:47
Barometer Otomotif Terkini

Pulau Payung, Si Kecil yang Sering Terlewatkan

Rabu, 24 Juni 2015 08:00

(GriyaWisata.com) Panorama dermaga di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, yang lengang dilihat dari ketinggian

Dari pulau sekitar

Warga Pulau Payung berasal dari pulau-pulau sekitar, terutama dari Pulau Panggang.

Jauh sebelum pulau ini dihuni secara masif, Pulau Payung lebih banyak ”dihuni” pohon kelapa. ”Dulu baru ada satu-dua rumah saja. Rumah ditempati oleh penjaga pohon kelapa,” kata Nafis (71).

Nafis termasuk penduduk awal di Pulau Payung ini. Bersama orangtuanya, Nafis pindah dari Pulau Panggang pada tahun 1959, dan menetap hingga kini.

Saat itu, menurut kepercayaan keluarga ini, pindah menetap ke pulau lain merupakan cara untuk menyembuhkan penyakit di perutnya. Benar saja, Nafis merasakan sakitnya membaik saat bermukim di Pulau Payung.

Rumah-rumah di Pulau Payung saat itu, menurut Nafis, masih menyebar. Sebab, keberadaan rumah mengikuti lokasi kebun kelapa. Tanah yang ada di pulau ini sudah dimiliki warga yang bermukim di pulau-pulau lain.

Buah kelapa pada masa itu, menurut Nafis, merupakan salah satu sumber ekonomi warga karena dijual untuk bahan pembuatan kopra. Lama kelamaan, Pulau Payung kian banyak dihuni. Ada pula warga yang datang dari pulau lain, seperti Jawa dan Sulawesi. Sanami (53), perempuan kelahiran Cirebon, menetap di Payung sejak 2004.

”Saya menikah dengan orang Tidung yang sudah tinggal di Payung. Tapi, suami saya sudah meninggal tiga tahun lalu,” ucap Sanami, yang memilih terus tinggal di Payung ketimbang kembali ke Cirebon.

Seiring penjualan lahan di pulau ini, permukiman warga lantas terkonsentrasi di satu lokasi yang ada saat ini, yakni di tepi dermaga. Adapun tanah lainnya sudah dimiliki orang dari luar pulau dan sebagian dikelola menjadi penginapan menengah atas.

”Sekarang, tanah yang bisa dihuni warga, ya, hanya seluas ini. Tidak bisa tambah lagi karena tanah di sekitar permukiman ini sudah dimiliki orang lain

(travel.kompas.com)

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tour de Singkarak 2015
Tour de Singkarak 2015 yang dibuka di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (2/10) dan akan berlangsung hingga 11/10 (hari ini). Meskipun sebuah event olahraga tetapi juga penuh dengan musik dan tarian Minang, letupan kembang api dan pesona destinasi wisata setiap daerah. 

Panduan Memilih Liburan untuk Anak-Anak
www.griyawisata.com - Sekarang ini beberapa orangtua meletakkan perjalanan tahunan keluarga mereka kepada ahlinya, untuk menghemat waktu dan mengekspos anak-anak mereka dengan pengalaman yang lebih beragam. Tapi orangtua tidak sepenuhnya bebas. Berikut adalah panduan memilih liburan untuk anak-anak:Keluarga dengan anak-anak remaja akan senang dengan perjalanan apapun asal ada aspek yang menarik bagi semua anggota keluarga. Ketika seorang pelancong bernama Penny Putnam mencari perjalanan yang akan melibatkan dirinya dan suaminya yang sama-sama penggemar sejarah, dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun, ia menemukan tur di Turki dari sebuah biro perjalanan wisata yang mengkombinasikan snorkeling di pesisir reruntuhan dan mengunjungi bangunan arsitektur.