Foto: Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com- Sebuah galeri seni di Inggris, Dulwich Picture Gallery, membayar studio di Cina US$120 atau sekitar Rp1,5 juta untuk membuat lukisan tiruan Old Master.
 

 

Kedua lukisan akan disandingkan di galeri dan para pengunjung diminta untuk menunjuk mana yang lukisan tiruan.

Direktur Ian Dejardin mengatakan eksperimen ini adalah "intervensi" yang mempertanyakan makna dan nilai karya seni asli.

"Ini akan merangsang cara baru melihat koleksi kami," tutur Dejardin.

Gagasan itu datang dari artis konseptual Doug Fishbone. Ia menentukan lukisan-lukisan asli dan memesan lukisan tiruan dari salah satu dari banyak eksportir lukisan minyak di Cina.

Kawasan Cina bagian selatan tercatat sebagai pusat yang terkenal untuk pembuatan massal benda-benda seni. Studio dan bengkel seni di Desa Dafen menghasilkan lima juta replika per tahun untuk konsumsi pasar seni dunia.

Doug Fishbone mengatakan di dunia Barat, replika dianggap sebagai hal problematik, sebagai barang palsu, tetapi di Cina meniru artefak seni adalah hal lumrah.

Dulwich Picture Gallery adalah galeri seni pertama yang memang dibangun untuk umum di London selatan, Inggris dan pertama kali dibuka pada 1811.[bbc]