Hari ini: Selasa, 20 Desember 2016 11:53
Barometer Otomotif Terkini

Mengintip Perajin Rapai di Lhokseumawe

Selasa, 11 Oktober 2016 15:00
Perajin Rapai

                       Lhokseumawe,GriyaWisata.Com – Deru mesin penghalus kayu terdengar nyaring di salah pojok Desa Blang Weu Panjo, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh.

 
Dua pekerja sibuk memegang kayu, sebagian lainnya sibuk menyiapkan rotan. Di situlah sentral pembuatan alat musik Rapai, sejenis rebana, di Aceh. Alat musik tradisional itu melegenda hingga ke pelosok nusantara. Dari alat musik inilah muncul seni Rapai Debus, Rapai Uroh, dan lainnya. Dimainkan dengan cara ditabuh.
 
Kini, lamat-lamat alat musik itu nyaris sirna. Para perajin kesulitan mendapatkan bahan baku. Misalnya, perajin sulit mendapatkan kayu kualitas terbaik seperti kayu merbau. “Rontan juga sulit kami dapatkan,” sebut salah seorang perajin, Suniadi.
 
Ia menyebutkan, untuk kulit gendang digunakan kulit kambing. Biasanya diperoleh dari peternak lokal. Namun, untuk kayu, dibeli dari masyarakat di kawasan hutan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Jika menggunakan kayu lain, bunyinya akan berbeda. Tidak nyaring dan tidak indah ketika dimainkan.
 
Saat ini, para perajin kesulitan memenuhi pesanan dari sejumlah daerah di tanah air. Bahkan, mereka mengaku terkadang tidak bekerja selama sepekan karena kesulitan memperoleh bahan baku.
 
Untuk harga, perajin membanderol Rp 1,2 juta sampai Rp 5 juta per unit. Sangat tergantung ukuran rapai.
 
Menurut Suniadi, untuk memproduksi rapai butuh waktu satu atau dua hari. “Dalam sepekan paling delapan unit bisa kami buat. Itu pun dengan catatan kayu tersedia,” ujarnya.
 
Bisnis pembuatan rapai yang dirintis sejak 2002 silam itu kini digeluti oleh tiga orang. Seluruhnya keluarga Suniadi. Mereka memberi label proyeknya dengan nama Keneubah Nanggro.
 
Namun, di sisi lain, Suniadi menyayangkan minimnya pergelaran seni rapai di Aceh akhir-akhir ini. Sehingga, sangat jarang masyarakat yang memesan rapai dalam jumlah besar.
 
Kalau pergelaran seni rapai ramai, pemilik sanggar juga pasti bersemangat, dari situ akan dipesan terus rapai baru,” sebutnya. Dia khawatir, satu waktu generasi muda Aceh tidak akan bisa menikmati seni tradisi turun temurun itu.
 
Malah, sambung Suniadi, rapai banyak dipesan oleh masyarakat di luar Aceh hingga mancanegara. “Saya harap agar seni tradisional Aceh ini dilestarikan generasi muda, tentu dengan dukungan semua pihak termasuk pemerintah,” ujarnya.
 
Meski di tengah kesulitan bahan baku dan minimnya pementasan seni, Suniadi dan keluarganya terus berkarya. Membuat rapai agar seni itu tak hanya menjadi rekam sunyi dalam ingatan manusia.   (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Dengan Traveling Bisa Dapat Menumbuhkan Semangat Nasionalisme
                       Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Dengan menjelajahi alam akan tumbuh dengan sendirinya semangat nasionalisme dan ketika kita mulai lebih dekat dengan masyarakat, lebih dekat dengan alamnya muncul rasa cinta yang lebih untuk itu," kata Anggi saat ditemui di acara final konfigurasi Aksa 7 sekaligus memperingati Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta.

Aplikasi Google Trips Membantu Traveler Saat Traveling
                          Jakarta,GriyaWisata.Com  -  Google mempunyai salah satu aplikasi yang ditujukan untuk para pelancong yang bernama Google Trips. Google Trips yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS memiliki data lengkap lebih dari 200 destinasi di dunia. Data tersebut mencakup destinasi, akomodasi, makanan dan minuman, cuaca, serta transportasi.