Legenda Danau Si Losung Dan Si Pinggan
GiyaWisata.com - Pada zaman, dahulu di daerah Silahan, Tapanuli Utara, hiduplah sepasang suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. Yang sulung bernama Datu Dalu, dan yang bungsu bernama Sangmaima.Ayah Mereka ini eorang ahli pengobatan dan jago silat. Sang Ayah mempunyai keinginan agar kedua anaknya, itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. Oleh karena itu, ia sangat tekun mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil, hingga dewasa.Dan akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai mengobati berbagai macam penyakit.Dan pada saat itu kedua orang tua mereka pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan.Hingga sore hari orang tua mereka belum juga kembali, Akhirnya, Datu Dalu dan adiknya memutuskan untuk mencari kedua orang tua mereka. Sesampainya di hutan, mereka menemukan kedua orang tua mereka telah tewas diterkam harimau.
Mereka sangat sedih dan pada akhirnya mereka membawa kedua orang tuanya pulang dan di kuburkan, kedua orang tua mereka hanya meninggalkan tombak pusaka kepada anak- anaknya.
Namun sesuai hukum adat tombak pusaka itu jatuh kepada anak sulungnya, Pada suatu hari saat adiknya ingin memburu babi dan ingin meminjam tombak pusaka itu kepada kakaknya.
Dan lalu di pinjamkannya tombak pusaka itu dengan persyaratan agar adiknya mampu menjaganya dan jangan sampai menghilangkannya. Setelah itu pun adik langsung memasuki hutan Dan ia langsung melihat babi dan di lemparkannya tombak pusaka itu kearah babi. Dan pada saat melempar tombak itu seekor babi pun langsung lari dan membawa tombak pusaka itu.
Dan Ia pun segera mengejar babi hutan itu, namun pengejarannya sia-sia. Ia hanya menemukan gagang tombaknya di semak-semak. Sementara mata tombaknya masih melekat pada lambung babi hutan yang melarikan diri itu.
Dan pada keesokan harinya ia pun kembali mencari babi kedalam hutan itu hingga akhirnya ia menemukan sebuah Gua, Lalu ternyata di dalam lubang itu ia menemukan sebuah istana yang sangat megah.
Lalu di dalam gua ia menemukan seorang wanita cantik sedang tergeletak merintih kesakitan di atas pembaringannya. Ia kemudian menghampirinya, dan tampaklah sebuah mata tombak menempel di perut wanita cantik itu. Ia berfikir bahwa tombak itu milik ia.
Lalu gadis cantiknya pun langsung memberikan bahwa ia adalah Jelmaan babi yang di Tombaknya, dan akhirnya berkat ilmu pengobatannya ia menyembuhkan gadis itu. Dan setelah disembuhkan maka wanita cantik itumemberikan tombak itu.
Pada saat itu Abangnya sangat gembira, karena tombak pusaka kesayangannya telah kembali ke tangannya. Untuk mewujudkan kegembiraan itu, ia pun mengadakan selamatan, yaitu pesta adat secara besar-besaran. Namun sayangnya, ia tidak mengundang adiknya, Sangmaima, dalam pesta tersebut. Hal itu membuat adiknya merasa tersinggung, sehingga adiknya memutuskan untuk mengadakan pesta sendiri di rumahnya dalam waktu yang bersamaan. Untuk memeriahkan pestanya, ia mengadakan pertunjukan dengan mendatangkan seorang wanita yang dihiasi dengan berbagai bulu burung,
Lalu pesta yang di adakan oleh abang sangat sepi, dan ia meminjam pesta adiknya dengan tujuana agar pestanya juga ikut ramai, lalu lalu adik pun memberinya dengan alasan agar abangnyamampu menjaga burung Ernga.
Lalu ia pun menghilangkannya, ia berfikir bahwa adiknya pasti akan marah besar karena burung Ernga sudah hilang, dan Akhirnya pertengkaran pun terjadi, dan perkelahian antara adik dan abang itu tidak terelakkan lagi. Keduanya pun saling menyerang satu sama lain dengan jurus yang sama, sehingga perkelahian itu tampak seimbang, tidak ada yang kalah dan menang.
Datu Dalu kemudian mengambil lesung lalu dilemparkan ke arah adiknya. Namun sang Adik berhasil menghindar, sehingga lesung itu melayang tinggi dan jatuh di kampung Sangmaima. Tanpa diduga, tempat jatuhnya lesung itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah danau. Oleh masyarakat setempat, danau tersebut diberi nama Danau Si Losung.
Sementara itu, Sangmaima ingin membalas serangan abangnya. Ia pun mengambil piring lalu dilemparkan ke arah abangnya. Datu Dalu pun berhasil menghindar dari lemparan adiknya, sehingga piring itu jatuh di kampung Datu Dalu yang pada akhirnya juga menjadi sebuah danau yang disebut dengan Danau Si Pinggan.[tk]
- Minggu, 11 Oktober 2015 11:45
- Minggu, 11 Oktober 2015 10:35
- Minggu, 11 Oktober 2015 09:01
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Tour de Singkarak 2015
Tour de Singkarak 2015 yang dibuka di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (2/10) dan akan berlangsung hingga 11/10 (hari ini). Meskipun sebuah event olahraga tetapi juga penuh dengan musik dan tarian Minang, letupan kembang api dan pesona destinasi wisata setiap daerah.
Panduan Memilih Liburan untuk Anak-Anak
www.griyawisata.com - Sekarang ini beberapa orangtua meletakkan perjalanan tahunan keluarga mereka kepada ahlinya, untuk menghemat waktu dan mengekspos anak-anak mereka dengan pengalaman yang lebih beragam. Tapi orangtua tidak sepenuhnya bebas. Berikut adalah panduan memilih liburan untuk anak-anak:Keluarga dengan anak-anak remaja akan senang dengan perjalanan apapun asal ada aspek yang menarik bagi semua anggota keluarga. Ketika seorang pelancong bernama Penny Putnam mencari perjalanan yang akan melibatkan dirinya dan suaminya yang sama-sama penggemar sejarah, dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun, ia menemukan tur di Turki dari sebuah biro perjalanan wisata yang mengkombinasikan snorkeling di pesisir reruntuhan dan mengunjungi bangunan arsitektur.




