Hari ini: Selasa, 5 April 2016 23:33
Barometer Otomotif Terkini

Upacara Pati Ka Duaa Bapu Ata Mata Di Ende

Kamis, 25 Februari 2016 21:00
Upacara Pati Ka Duaa Bapu Ata Mata (Ilustrasi)

Ende,GriyaWisata.Com - Danau 3 Warna di Kelimutu mempunyai Upacara unik setiap tahunnya yaitu memberi makan arwah yang bersemayam di sana. Upacara Pati Ka Dua'a Bapu Ata Mata, itulah nama lengkapnya.

 
Upacara ini diselenggarakan setiap tanggal 14 Agustus. Upacara Pati Ka merupakan acara adat tahunan yang diselenggarakan Suku Lio untuk menghormati arwah para leluhur. Acara puncak dalam upacara ini adalah 'memberi makan' roh para leluhur yang dipercaya tinggal di sekitar Danau Kelimutu.
 
Menurut Suku Lio, arwah para leluhur ini berkumpul di Batu Arwah yang letak Batu Arwah ini berada di areal Feeding Ground, sebuah areal terbuka tepat sebelum meniti tangga hingga ke puncak Danau Kelimutu.
 
Prosesi Pati Ka diawali dengan pembacaan doa bersama oleh para tetua adat Suku Lio. Doa ini untuk memberkati makanan dan minuman yang akan dipersembahkan untuk para leluhur pun disiapkan. Makanan itu diletakkan di atas piring saji yang terbuat dari tanah liat.
 
Makanannya berupa nasi beras merah dengan lauk daging babi. Untuk minumannya ada air putih, kopi hingga soft drink. Masing-masing tetua adat atau yang biasa disebut Mosalaki, membawa 1 piring saji yang berisi makanan untuk para leluhur. Total ada 26 piring persembahan yang dibawa.
 
Setelah diberkati, piring sesaji itu dibawa untuk menuju ke Batu Arwah. Tetua adat berada di barisan paling depan, diikuti oleh para Mosalaki. Sambil membunyikan gong setiap kali melangkah meniti anak tangga, suasana pun menjadi sangat sakral.
 
Begitu sampai di Batu Arwah, para tetua adat dan Mosalaki duduk melingkar di sekitar tempat berkumpulnya arwah tersebut. Rombongan itu langsung memulai ritual dengan memanjatkan doa untuk para leluhur. Setelah itu, barulah mereka 'memberi makan' roh para leluhur masyarakat Ende dengan cara meletakkan nasi beras merah dengan lauk daging babi di atas batu arwah.
 
Sisa makanan yang masih ada di piring saji akhirnya dimakan bersama oleh para tetua adat. Sehabis makan bersama, tetua adat mulai berdiri di atas batu arwah. Dia lalu menyanyikan lagu tradisional dengan bahasa Suku Lio yang disambut dengan Tarian Gawi oleh rombongan tetua adat lainnya.
 
Tarian Gawi inilah yang menandakan bahwa Upacara Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata telah berlangsung dengan lancar dan tanpa kendala suatu apapun. Itu juga pertanda bahwa persembahan mereka diterima oleh arwah para leluhur yang bersemayam di Danau Kelimutu.
 
Total prosesi adat ini memakan waktu hingga 3 jam lebih. Setelah prosesi selesai dan tetua adat meninggalkan lokasi, barulah warga setempat maupun wisatawan ikut makan sesaji yang ditinggalkan. Beberapa percaya makan sesaji ini akan membawa berkah.
 
Keunikannya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain membuat upacara ini selalu ramai oleh wisatawan setiap tahunnya. Traveler juga jangan mau kalah, tunggu saja upacara ini di tanggal 14 Agustus nanti. (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Ini Dia Tips Hasilkan Uang Selama Traveling
GriyaWisata.com - Bagi banyak orang Indonesia yang menyukai traveling, dibayar untuk melakukan perjalanan adalah sebuah pekerjaan impian.

Menikmati Nirwana Keindahan Bawah Laut di Teluk Buyat
Sulawesi Utara,GriyaWisata.Com - Khusus para traveler yang senang dengan menyelam ataupun snorkeling coba saja di Teluk Buyat, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara dan akan menemukan keindahan bawah laut nan menawan.