Hari ini: Selasa, 5 April 2016 22:17
Barometer Otomotif Terkini

Mengintip Festival Penti Pada Saat Musim Tanam Di Flores

Kamis, 25 Februari 2016 20:00
Festival Penti (Foto)

Ruteng,GriyaWisata.Com - Di Wae Rebo, Flores, Tahun Baru ditandai dengan dimulainya musim tanam dari sana akan diadakan festival panjang yang mengundang arwah leluhur sampai upacara sakral.

 
Dikutip dari beberapa info, warga di desa adat Wae Rebo bergantung pada hasil panen. Maka dari itu, mengadakan festival saat awal tanam untuk berharap hasil panen yang baik bukanlah hal yang berlebihan. Musim tanam kopi dan hasil perkebunan lainnya biasanya berlangsung pada akhir tahun, sekitar November. Saat waktu panen sudah ditentukan, inilah waktunya festival diadakan.
 
Rumah kerucut yang jadi daya tarik dari desa tersebut dibersihkan, para wanita bersiap memasak untuk banyak orang. Desa pun lebih terbuka karena banyak wisatawan yang ingin turut serta dalam festival tersebut.
 
Festival Penti, begitu namanya, dimulai dengan membawa persembahan ke 3 titik. Di masing-masing titik, para tetua adat melakukan upacara ritual dan menyembelih ayam untuk melihat peruntungan selama setahun ke depan.
 
Ritual yang bernama Toto Urat ini dilakukan untuk mengetahui apakah para leluhur menerima baik permohonan kita. Selesai memohon dan berdoa kepada leluhur, acara dilanjutkan dengan penampilan tari caci. Tarian ini seperti duel persahabatan yang diadakan untuk menghangatkan suasana.
 
Di sinilah para warga dan pengunjung bersenang-senang tidak hanya penari saja yang bisa ikut serta adu tangkas, tapi juga warga sekitar atau bahkan pengunjung pun bisa ikut serta. Sore hari, penduduk mengundang kehadiran arwah leluhur ke tengah-tengah acara. Setelah arwah leluhur dipercaya sudah datang, sesaji pun diletakkan di depan rumah. Sebagai persembahan untuk sang leluhur.
 
Acara utama berlangsung pada malam hari di mana seluruh masyarakat Wae Rebo berkumpul di rumah utama untuk melakukan Tundak Penti. Acara ditandai dengan menyembelih babi jantan dan betina. Setiap rumah menyembelih babi di depan pintunya dengan tujuannya untuk melindungi rumah dari segala sesuatu yang jahat dan berbahaya bagi rumah tersebut berserta penghuninya.
 
Setelah itu para warga berpesta di tengah rumah utama yang dinamakan Mbaru Niang. Di sana, mereka berpesta semalam suntuk, dengan tujuan menghibur para tetua.
 
Semakin malam, semakin ramai suara yang terdengar di Mbaru Niang. Tidak menggunakan alat musik, mereka melakukan Sanda, bernyanyi tanpa musik, sampai pagi. Tujuannya tentu saja, untuk menghibur para tetua yang sedang berkumpul di sana.
 
Festival yang merupakan upacara panjang ini tak hanya menarik wisatawan, tapi juga membawa pulang para warga yang telah keluar dari desa. Di momen ini mereka kembali ke desa untuk bersuka cita bersama keluarga tercinta. (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Ini Dia Tips Hasilkan Uang Selama Traveling
GriyaWisata.com - Bagi banyak orang Indonesia yang menyukai traveling, dibayar untuk melakukan perjalanan adalah sebuah pekerjaan impian.

Menikmati Nirwana Keindahan Bawah Laut di Teluk Buyat
Sulawesi Utara,GriyaWisata.Com - Khusus para traveler yang senang dengan menyelam ataupun snorkeling coba saja di Teluk Buyat, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara dan akan menemukan keindahan bawah laut nan menawan.