Hari ini: Jumat, 17 Juni 2016 15:15
Barometer Otomotif Terkini

Ratusan Wisman Kunjungi Rumat Adat Suku Kaili Banua Oge Saat GMT

Kamis, 10 Maret 2016 07:54
Rumat Adat Suku Kaili Banua Oge Saat GMT (Foto)

Palu,GriyaWisata.Com - Banyak wisman yang datang untuk melihat ataupun menyaksikan proses jalannya GMT kemarin kurang lebih 147 wisatawan mancanegara berkunjung ke rumah adat Suku Kaili Banua Oge atau Sou Raja di Kelurahan Lere Kota Palu, saat puncak Gerahana Matahari Total (GMT) 2016, Rabu. 

 
Pada kesempatan itu, mereka juga dipertontonkan dengan karnaval budaya yang digelar tepat di bawah Jembatan Palu IV. Seorang turis asal Los Angeles, Jason mengaku sangat dihormati dengan tampilan budaya tersebut. Menurut dia, selain warganya yang ramah, pemandangan alam Kota Palu juga sangat indah.
 
Sebenarnya saya masih ingin berlama-lama melihat daerah ini, tapi kami dibatasi oleh jadwal. Saya suka di sini panorama alamnya indah dan masyarakatnya juga baik dan ramah," katanya dengan bahasa Indonesia yang terpatah-patah. Menurut dia, dari karnaval budaya yang ditampilkan, sekilas dapat dilihat begitu banyak corak budaya yang ada, tentunya tidak cukup dalam satu hari untuk mengenal semuanya.
 
Dalam rangka menyaksikan GMT, Jakson mengaku datang bersama empat anggota keluarganya tapi saya akan balik lagi ke sini untuk melakukan perjalanan wisata secara pribadi.
 
Turis lainnya asal Jerman, Christin mengatakan, Kota Palu memiliki tata letak yang indah karena dikelilingi perbukitan yang hijau dan laut yang luas. Ini sangat mempesona, I love here. Setelah ini saya akan datang lagi ke Palu walaupun tanpa ada momen seperti ini.
 
Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Palu, Herlina mengatakan, karnaval budaya yang ditampilakan itu berasal dari berbagai komunitas yang dibawakan para Randa Kabilasa, Koko Cici, Putri Batik dan Duta Batik Remaja dengan total 100 orang. Para peserta kernaval ini sudah melakukan persiapan selama dua bulan sebelumnya. Kostum yang digunakan sudah dibuat setengah tahun yang lalu dan menghabiskan dana puluhan juta, namun ada juga yang menyiapkan sendiri.
 
Rangkaian kegiatan yang dijadwalkan Dinas Parekraf pada momen GMT tersebut dimulai pukul 14.00 Wita di Banua Oge Sou Raja dilanjutkan dengan foto bersama di jembatan Palu IV dan ditutup pada pukul 16.30 Wita. (GS)
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Di Kampung Aisau Tanpa Diperintah Lestraikan Penyu
Serui,GriyaWisata.Com - Beberapa spesies penyu bahkan digolongkan sangat terancam punah dan sudah seharusnya kita melindungi penyu demi keberlangsungan hayati, seperti dilakukan penduduk Kampung Aisau, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.

Tips Untuk Tidak Terulang Kesalahan Yang Dilakukan Penyelam
Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang hobby Menyelam atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.