Hari ini: Kamis, 17 Maret 2016 12:58
Barometer Otomotif Terkini

Tradisi Mider Buk Sepertinya Sudah Terlupakan

Sabtu, 5 Maret 2016 11:49
Gambar: illustrasi tradisi panjang jimat cirebon

GriyaWisata.Com - Tradisi para Kuwu "Mider Buk", sepertinya terlupakan karena kondisi zaman. Tradisi masyarakat Cirebon ini, sudah banyak kuwu tidak mengetahui tradisi Mider Buk ini.

 

Menurut H Toto Sugiarto SE, Ketua Sanggar Seni Nimas Mayangsari, bahwa tradisi ini sendiri disebut mulai ada saat masa pemerintahan Katumenggungan Cakrabuana. Mider buk memiliki arti tradisi proses para kuwu mengelilingi batas wilayah desa, dengan membawa pusaka sambil melantunkan kalimat toyyibah. 
 
Toto menjelaskan, bahwa lantunan kalimat toyyibah yang dikumandangkan menandakan untuk mengagungkan asma Allah dan sebagai rasa syukur atas karunia yang diberikan kepada penduduk. 
 
“Tradisi Mider Buk ini biasanya dilakukan setiap pergantian jabatan kuwu. Mereka tidak hanya melihat peta batas wilayah, tapi benar-benar terjun langsung melihat kondisi wilayahnya, kalau batasnya sampai sawah maka harus terjun ke sawah,” ujarnya.
 
Toto juga menuturkan, bahwa pelaksanaan tradisi adat mider buk, sudah mulai hilang saat zaman Belanda. Para kuwu yang memiliki pusaka seperti keris dan tongkat sebagai tanda jabatan diganti dengan simbol-simbol pangkat dan lainnya. 
 
Dan menurutnya, sejak zaman dulu hingga kini hampir semua kuwu di Cirebon memiliki pusaka.
 
Dia contohkan, di Desa Bojong Lor, itu masih memiliki pusaka tongkat dan baju takwa. Karena perubahan zaman, tradisi ini semakin tergerus dan ditinggalkan. Maka dari itu, pihaknya memiliki rencana pada kirab budaya dalam rangka HUT Pemkab Cirebon untuk menampilkan tradisi mider buk.
 
Namun, tidak hanya tradisi mider buk, pihaknya akan menampilkan pasukan baksa. Pasukan ini merupakan pasukan yang di bawah komando Ki Gede. Pasukan ini pula yang berfungsi untuk membabad hutan dalam rangka perluasan wilayah.
 
Tradisi Mider Buk memiliki tujuan agar seorang kuwu mengetahui secara langsung batas wilayah desanya. Selain itu, kuwu juga mengetahui pasti kondisi langsung sosial masyarakat. rt.
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Surfing Unik Dan Uji Adrenalin di Sungai Kampar
Pelalawan,GriyaWisata.Com - Indonesia sedang menawarkan surfing di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan dimana sungai Kampar ada Gelombang Bono yaitu pertemuan laut pasang dengan muara sungai menghasilkan gelombang seperti di laut.

Ini Tips Mendaki Gunung Bagi Para Pemula
GriyaWisata.com - Aksi mendaki gunung kerap mendatangkan bahaya jika tidak dipersiapkan dengan matang. Terlebih untuk para pendaki pemula yang belum menguasai medan dan belum memahami kemampuan fisik mereka untuk mencapai puncak gunung.