Seni Bona Alit Mampu Memukau Pengunjung 'TIF'
GriyaWisata.com- Pergelaran Sanggar Seni Bona Alit, Kabupaten Gianyar, Bali, mampu memukau pengunjung "Timeless Indonesia Festival" di pesisir Pantai Kelan, Kabupaten Badung, Kamis malam.
Kesenian yang didukung puluhan seniman tersebut membawakan fragmen tari yang berjudul Hening. Kisah ini menceritakan turunnya bidadari dari kahyangan ke alam semesta untuk menyeimbangkan bumi ini.
Menurut Manager Sanggar Seni Bona Alit Ngurah Dwi pementasan kali ini sebagai suguhan yang cukup menarik dalam mengisi ajang seni budaya bertajuk "Timeless Indonesia Festival (TIF)" 2014.
"Kesempatan ini kami manfaatkan untuk memberi suatu ruang seni kepada wisatawan maupun masyarakat setempat untuk mendapatkan tontonan yang spektakuler," katanya.
Ngurah Dwi lebih lanjut mengatakan dalam pergelaran tersebut wisatawan dan pengunjung mendapatkan suguhan yang totalitas antara gerak seni dan instrumen kolaborasi tradisional dengan modern.
"Pada penghujung acara pentas budaya tersebut ditampilkan tari Kecak. Tarian ini sebagai garapan yang menarik dan sebagai suatu simbolis untuk memberi suatu keseimbangan alam nyata dengan alam gaib," katanya.
Michael, seorang wisatawan asing mengaku senang menonton kesenian dari Sanggar Bona Alit, sebab kolaborasi antara penari dengan penabuh melahirkan suatu sentuhan seni yang luar biasa.
"Kesenian ini luar biasa, penataan tabuh dan musik modern menjadi satu dalam kesenian yang adi luhung," katanya.[ant]
- Senin, 23 Maret 2015 09:03
- Senin, 16 Maret 2015 10:52
- Selasa, 17 Februari 2015 10:24
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Pemkot Padang Benahi Obyek Wisata Batu Malin Kundang
(GriyaWisata.com) Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat.
Menyusuri Hutan Amazon di Singapura
(GriyaWisata.com) Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan satwa yang dilindungi di Singapore Zoo, Singapura. Tempat hidup satwa-satwa itu dibuat pada sepenggal hutan seperti habitat aslinya







