Gambar: Kawasan Tirta Gangga, Karangasem, Bali
GriyaWisata.Com - Karangasem terkenal dengan berbagai potensi wisata. Karangasem memiliki berbagai potensi wisata unggulan. Karangasem ada memiliki yang tidak ada di daerah lainnya di Bali. Dan keunikan serta kelebihan Karengasem akan memperkuat wisata Bali sebagai ikon Pariwisata Indonesia.
Karangasem, sebuah Desa yang berada di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, merupakan Desa spiritual. Perjalanan menuju Karangasem dari Bandara Ngurah Rai ke Karangasem dapat ditempuh dengan jalur darat 1,5 jam lamanya.
Beberapa destinasi yang menjadi unggulan di Karangasem ini, antaralain Pura Besakih, Taman Sukasada Ujung, Candi Dase, Tirtagangga, Puri Agung, Tulamban, Telaga Raffting, Sidemen, Sibetan dan Tenganan yang biasa disebut dengan Desa Tua.
Seperti penuturan I Wayan Purna, Kepala Dinas Pariwisata Karangasem Bali, bahwa pihaknya sedang gencar-gencarnyan memperbaiki fasilitas wilayahnya agar wisatawan tidak hanya berpusat di Kuta dan Sanur saja.
Dan menurut Wayan yang didampingi I Nyoman Adi Sudarmaya, bidang promosi Karangasem mengatakan ”Banyak orang yang tidak tahu Karangasem, meskipun daerah ini sangat indah. Wisatawan yang ingin menikmati alam yang tenang, alami, asli, silakan datang ke daerah kami. Kami berusaha agar Karangasem makin dikenal, karena keunikan dan kelebihannya”.
Persentase peningkatan wisatawan yang masuk Karangasem mengalami 20 persen setiap tahunnya. ”Memang kondisinya kami agak tertinggal dari infrastruktur daerah Bali yang lain, karena itu melalui pembenahan berbagai segi, kami buat menjadi daerah wisata yang punya daya pikat untuk dikunjungi,” sambung Adi Sudarmaya.
Adi mengatakan, Karangasem punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh daerah lain di Bali. ”Kami punya Pura Besakih, tempat ibadah agama kami. Tentu ini akan menjadi keunggulan, wisata bawah laut kami juga tidak kalah dengan underwater world wilayah lain, kita optimisme ini akan menjadi kekuatan yang dahsyat,”ujar ayah dua anak itu.
Dia mengatakan, bahwa karena mereka pedesaaan, maka mereka menawarkan wisata spritual, banyak turis-turis berwisata ke Karangasem dengan ikut tinggal di perkampungan. Mereka sama-sama dengan Masyarakat, belanja ke pasar, tidur di rumah gubuk, ternyata itu malah menjadi unggulan,”paparnya.
Menurutnya, ada banyak hal yang perlu diperhatikan di Karangasem. ”Selain manusianya harus siap, pembangunan fasilitas juga harus diperhatikan. Saya percaya, wisatawan di Bali akan semakin menyebar luas terutama bisa tersebar hingga Karangasem,” ujarnya lagi.
Dan menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Jumat (26/2/2016), di Jakarta, mengatakan bahwa Bali itu merupakan ikon pariwisata Indonesia. Bahkan, pameo di banyak negara yang menyebut Bali lebih dikenal daripada Indonesia, itu juga masih sering terdengar. Maklum, 40 persen wisman yang masuk ke Indonesia, di stampel di Imigrasi Bali. “Bali bisa menjadi hub bagi destinasi lain. Masuknya ke Bali, menyebar ke objek wisata yang lain,” ujarnya. rt.