Hari ini: Jumat, 9 Oktober 2015 18:06
Barometer Otomotif Terkini

Bahayanya Fenomena El Nino Bagi Terumbu Karang

Sabtu, 19 April 2014 11:00
Foto: Ilustrsasi (istimewa)

GriyaWisata.com- Fenomena El Nino yang terjadi secara lokal dengan periode lebih singkat menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup terumbu karang di perairan Indonesia. 

"El Nino lokal bisa saja terjadi. Seperti di Bali, di dekat landasan bandar udara itu sering terjadi kenaikan suhu muka air laut, dan mengakibatkan pemutihan terumbu karang atau coral bleaching," kata peneliti senior oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Suharsono, usai diskusi di media center LIPI, Jakarta, belum lama ini.

Terumbu karang di Indonesia, menurut dia, memiliki kemampuan untuk pulih dari kerusakan alami seperti pemutihan karena El Nino atau bencana alam, dengan syarat kondisi air di perairan tersebut masih baik, pola arus baik, dan biodiversity di perairan tersebut masih baik.

"Ada yang bisa pulih dalam kurun waktu tujuh hingga delapan tahun saja. Berbeda dengan terumbu karang di Hawaii, bisa butuh waktu 25 sampai 30 tahun untuk pulih secara alami," ujar dia.

Hal yang menjadi kekhawatiran adalah El Nino lokal datang dalam periode waktu lebih singkat, sehingga tidak memberikan waktu cukup bagi terumbu karang pulih secara alami.

"Ini yang saya khawatir menyulitkan terumbu karang untuk pulih secara alami. Paling tidak butuh jeda 10 tahun supaya terumbu karang pulih lagi, tapi El Nino lokal seperti di Bali itu bisa datang dalam waktu tiga tahun," katanya.

Ia menjelaskan bahwa terumbu karang yang rusak oleh alam akan kembali pada struktur semula ketika pulih. Sedangkan kerusakan akibat ulah manusia seperti pemboman tidak akan mengembalikan terumbu karang pada struktur aslinya.

"Jadi terumbu karang yang rusak atau bleaching karena El Nino akan pulih ke struktur semula," ujar Suharsono.

Sementara itu, peneliti pada Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Giyanto mengatakan aktivitas manusia benar-benar harus dikelola sehingga efek buruk terhadap terumbu karang dapat ditekan.

"Masyarakat tidak perlu sampai tahu detail jenis-jenis terumbu karang, mereka hanya perlu tahu terumbu karang yang hidup seperti apa yang mati seperti apa. Sehingga pengawasan mandiri dapat mereka lakukan," ujar dia.

Pendekatan dan memberikan pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang lebih penting dilakukan. Kegiatan tersebut harus terus dilakukan agar tidak lagi menangkap ikan dengan melakukan pengeboman, lanjutnya.

Saat ini, menurut dia, frekuensi pengeboman oleh masyarakat saat menangkap ikan semakin berkurang. "Kalau dulu sekitar tahun 1990-an saat kita melakukan penyelaman di wilayah timur bisa mendengar enam sampai tujuh kali dentuman, sekarang ya dua kali masih bisa terdengar".[ant]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tour de Singkarak 2015
Tour de Singkarak 2015 yang dibuka di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (2/10) dan akan berlangsung hingga 11/10 (hari ini). Meskipun sebuah event olahraga tetapi juga penuh dengan musik dan tarian Minang, letupan kembang api dan pesona destinasi wisata setiap daerah. 

Panduan Memilih Liburan untuk Anak-Anak
www.griyawisata.com - Sekarang ini beberapa orangtua meletakkan perjalanan tahunan keluarga mereka kepada ahlinya, untuk menghemat waktu dan mengekspos anak-anak mereka dengan pengalaman yang lebih beragam. Tapi orangtua tidak sepenuhnya bebas. Berikut adalah panduan memilih liburan untuk anak-anak:Keluarga dengan anak-anak remaja akan senang dengan perjalanan apapun asal ada aspek yang menarik bagi semua anggota keluarga. Ketika seorang pelancong bernama Penny Putnam mencari perjalanan yang akan melibatkan dirinya dan suaminya yang sama-sama penggemar sejarah, dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun, ia menemukan tur di Turki dari sebuah biro perjalanan wisata yang mengkombinasikan snorkeling di pesisir reruntuhan dan mengunjungi bangunan arsitektur.