Hari ini: Senin, 13 Juni 2016 14:34
Barometer Otomotif Terkini

Pesona Tenun "Munodo" Siak

Rabu, 16 Maret 2016 08:00
Gambar: illustrasi menenun di Sentra Tenun Hasnah Munodo, Siak

GriyaWisata.Com - Busana tradisional seperti tenun, memang mulai terpinggirkan disebabkan perkembangan zaman dan tren busana berkembang pesat di kalangan anak muda sekarang. Namun, pesona tenun Siak atau munodo dari riau ini masih bertahan. 

 

Tenun Munodo, salah satu kerajinan dari Sentra di tepian Sungai Siak, Riau, masih melakukan pemasaran secara konvensional, yaitu dari mulut ke  mulut, namun masih mampu bertahan hingga saat ini. 
 
Sentra tenun Hasnah Munodo, milik Encik Hasnah (78), mulai dirintis sejak tahun 1958, dengan pengarahan dan pelatihan Tenun Siak. 
 
Sentra Kerajinan Tenun siak yang diajarkan oleh Wan Siti adalah tenun tumpu yang kemudian berganti dengan menggunakan alat yang disebut "kik". Kik adalah alat tenun sederhana yang terbuat dari bahan kayu.
 
Seiring perkembangan zaman, proses pembuatannya pun juga berubah, alat tenun yang dikenal sekarang bernama Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dengan alat ini waktu pengerjaan kain tenun bisa lebih cepat dengan ukuran kain relatif lebih besar.
 
Yang dulunya, kain hanya digunakan oleh para Bangsawan Kerajaan Siak, dikenal dengan nama Kain Tenun Siak, namun sekarang, seiring dengan berjalannya waktu, sudah menjadi kain "kebangsaan" orang Melayu Riau.
 
Dalam proses pengerjaannya, untuk menghasilkan kain Tenun Siak, dibutuhkan waktu empat sampai lima hari. Namun, hal ini tergantung dari motif yang diinginkan, semakin rumit motif maka akan semakin lama waktu pengerjaan. 
 
Secara umum, motif dari tenun Siak terbagi atas motif flora, fauna, alam sekitar dan kombinasi dari ketiga motif ini.
 
Motif flora terdiri dari motif pucuk rebung, kembang sepatu, dan tampuk manggis, sedangkan motif hewan terdiri atas motif semut beriring dan sebagainya.
 
Tenun ini dibuat di rumah yang sejak zaman dahulu memang berfungsi sebagai tempat untuk belajar dan membuat tenun. Ini bisa didapatkan di Kabupaten Siak dan juga di Pekanbaru.
 
Di tengah-tengah serbuan busana modern, tenun tradisional masih bertahan. Salah satunya adalah sentra Tenun Hasnah yang menjadi simbol kreativitas masyarakat Riau. rt.
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Untuk Tidak Terulang Kesalahan Yang Dilakukan Penyelam
Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang hobby Menyelam atau snorkeling tidak bisa dilakukan sembarangan dan ada etika khusus agar tak merusak biota laut dan wisata bahari bisa berkelanjutan.

Ramadhan, Masjid Setono Gedong Ramai Pengunjung
GriyaWisata.com - Disaat bulan suci ramadhan, banyak orang beramal dan berdoa, terlebih ziarah ke makam. Pada bulan ramadhan ini, yang ramai dikunjungi ialah kawasan wisata religi Masjid Setono Gedong.