Hari ini: Jumat, 9 Oktober 2015 20:56
Barometer Otomotif Terkini

Pohon Pisang Jadi Motif Batik Khas Baritu Utara

Kamis, 20 November 2014 08:30
Foto: Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menetapkan pohon pisang bangkaran sebagai motif batik khas setempat.  

 

"Batik motif pisang bangkaran ini merupakan salah satu dari tiga motif yang ditetapkan sebagai pemenang desain batik khas Barito Utara," kata Kabid Perindustrian pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Barito Utara, Roosmadianor di Muara Teweh, belum lama ini.

Menurut Roomadianor, motif pisang bangkaran ini berhasil terpilih menjadi juara pertama dengan nomor urut peserta pendaftaran lima atas nama Kurniati Effendi.

Juara dua berupa motif seluang murik dengan peserta nomor urut empat, dan motif pasak bumi dengan nomor urut peserta tiga juga juara ketiga yang desain Tekay Effendi.

Khusus untuk motif pisang bangkaran, motif pendukungnya adalah modifikasi tanduk beaw dan ulat keket. Sedangkan motif batik Seluang Murik dan motif batik pasak bumi ini untuk motif pendukungnya adalah modifikasi tanduk beaw.

"Desain batik ini nantinya akan diproduksi menjadi baju batik khas Barito Utara pada tahun 2015 nanti, untuk baju seragam batik di lingkungan SKPD serta guru dan pelajar sekolah-sekolah serta perhotelan di daerah ini," kata dia.

Roosmadianor menjelaskan, motif pisang bangkaran ini merupakan pisang hutan dengan bentuk tundun dan buahnya kecil-kecil berwarna hijau, serta rasanya agak pahit atau kelat dan digunakan sebagai sayur-sayuran.

Untuk motif seluang murik merupakan ikan kecil khas air tawar di Sungai Barito yang terjadi musiman dan ditangkap secara massal oleh masyarakat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Barito.

Sedangkan motif pasak bumi juga merupakan tanaman hutan yang mempunyai akar panjang nyaris sama panjang dengan batang pohonnya serta memiliki rasa pahit, namun akarnya memiliki khasiat obat tradisional dari para leluhur dan terpelihara sampai sekarang oleh masyarakat Dayak.

"Kita harapkan melalui batik dengan motif khas daerah itu dapat menjadikan satu kebanggaan daerah menggunakan produk asli ciptaan putra daerah, tanpa mengesampingkan batik dari luar daerah," jelas dia.

Rencanannya batik khas Barito Utara ini yang bertemakan rintik Barito akan di produksi wilayah Kalimantan Timur, sebab daerah ini belum dapat memproduksi batik khas daerah sendiri.

"Batik ini nantinya akan menjadi kebanggaan daerah dan salah satu produk unggulan khas daerah Kabupaten Barito Utara," tuturnya.

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tour de Singkarak 2015
Tour de Singkarak 2015 yang dibuka di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (2/10) dan akan berlangsung hingga 11/10 (hari ini). Meskipun sebuah event olahraga tetapi juga penuh dengan musik dan tarian Minang, letupan kembang api dan pesona destinasi wisata setiap daerah. 

Panduan Memilih Liburan untuk Anak-Anak
www.griyawisata.com - Sekarang ini beberapa orangtua meletakkan perjalanan tahunan keluarga mereka kepada ahlinya, untuk menghemat waktu dan mengekspos anak-anak mereka dengan pengalaman yang lebih beragam. Tapi orangtua tidak sepenuhnya bebas. Berikut adalah panduan memilih liburan untuk anak-anak:Keluarga dengan anak-anak remaja akan senang dengan perjalanan apapun asal ada aspek yang menarik bagi semua anggota keluarga. Ketika seorang pelancong bernama Penny Putnam mencari perjalanan yang akan melibatkan dirinya dan suaminya yang sama-sama penggemar sejarah, dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun, ia menemukan tur di Turki dari sebuah biro perjalanan wisata yang mengkombinasikan snorkeling di pesisir reruntuhan dan mengunjungi bangunan arsitektur.