Hari ini: Jumat, 9 Oktober 2015 21:40
Barometer Otomotif Terkini

Warga Eropa Kagumi Kain Tenun Khas NTB

Jumat, 30 Agustus 2013 15:05
Ilustrasi (tenuntimor)

GriyaWisata.com - Kain tenun khas Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menggambarkan tiga etnis yang ada di NTB, yakni Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo) banyak dimintai masyarakat luar negeri baik Eropa maupun Asia.

 
Kain Sasambo yang juga kini menjadi salah satu pakaian wajib Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Mataram ikut dipamerkan  dalam Pameran Produk Perdagangan Dalam Negeri Regional yang di pusatkan di lapangan Umum Mataram.
 
Pameran Produk Dalam Negeri Regional yang diikuti sembilan provinsi  tersebut akan berlangsung hingga 1 September 2013 setelah dibuka Wakil Menteri Perindustrian,  Kamis (29/8).
 
Samsir (40) salah seorang perajin sasambo saat ditemui di arena pemeran mengatakan, saat melakukan pameran di Belanda dan Singapura tahun 2012, batik Sasambo banyak dimintai warga setempat.
 
Bahkan dari sekitar 200 lembar batik samsabo yang dipamerkan laku terjual lebih dari 100 lembar dengan harga antara Rp300.000 hingga Rp500.000 perlembar.
 
Dikatakan, untuk membuat kain Sasambo harus memiliki keahlian terutama dalam memberikan capuran warna, sebab jika tidak motif kainnya akan rusak.
 
"Setiap  lembar kain waktu penyelesaiannya tidak sama,  ada yang memakan waktu seminggu bahkan ada yang dua minggu, sementara omsetnya mencapai Rp300 juta," katanya.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram, Wartan mengatakan, produk kerajinan  Kota Mataram yang menembus pasar luar negeri tidak hanya sasambo tapi juga yang lainnya seperti  cukli dan kotak antik.
 
Cukli dan kotak antik hasil  perajin di Sayang-Sayang, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram kerap kali mendapat pesanan dari berbagai negara seperti Australia, Jerman, Belanda dan Selandian baru.
 
Setiap tahun jumlah cukli dikirim ke mancanegara lebih dari 2.000 paket denga harga bervariasi mulai dari Rp100.000 hingga jutaan rupiah sementara satu paket berisikan tiga hingga empat kotak antik.
 
Dikatakan, masyarakat atau perajin cukli di Sayang-Sayang cukup banyak, lebih dari 1.000 orang, karena hampir semua penduduk di daerah itu bekerja sebagai perajin bahkan keterampilan membuat cukli merupakan turun-temurun.
 
"Namun demikian pemerintah dalam hal ini Dinas Perindag tetap memberikan bimbingan kepada perajin terutama dalam hal kualitas, motif dan manajemen, sehingga kerajinan cukli tetap diminati oleh masyarakat luar negeri," katanya.[Ant]
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tour de Singkarak 2015
Tour de Singkarak 2015 yang dibuka di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (2/10) dan akan berlangsung hingga 11/10 (hari ini). Meskipun sebuah event olahraga tetapi juga penuh dengan musik dan tarian Minang, letupan kembang api dan pesona destinasi wisata setiap daerah. 

Panduan Memilih Liburan untuk Anak-Anak
www.griyawisata.com - Sekarang ini beberapa orangtua meletakkan perjalanan tahunan keluarga mereka kepada ahlinya, untuk menghemat waktu dan mengekspos anak-anak mereka dengan pengalaman yang lebih beragam. Tapi orangtua tidak sepenuhnya bebas. Berikut adalah panduan memilih liburan untuk anak-anak:Keluarga dengan anak-anak remaja akan senang dengan perjalanan apapun asal ada aspek yang menarik bagi semua anggota keluarga. Ketika seorang pelancong bernama Penny Putnam mencari perjalanan yang akan melibatkan dirinya dan suaminya yang sama-sama penggemar sejarah, dan anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun, ia menemukan tur di Turki dari sebuah biro perjalanan wisata yang mengkombinasikan snorkeling di pesisir reruntuhan dan mengunjungi bangunan arsitektur.