Mengenal Tradisi Ruwatan Jawa
GriyaWisata.com - Tradisi ritual ruwatan hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya atau kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Ruwatan berasal dari kata ruwat, kata “ruwat” diambil dari kata luwar yang berarti terbebas atau terlepas. Maksud diselenggarakan upacara ruwatan ini adalah agar seseorang yang “diruwat” dapat terbebas atau terlepas dari ancaman bahaya dan mala petaka oleh karena suatu sebab ia dianggap terkena sukerta atau aib, maka ia harus diruwat.
Tradisi kepercayaan yang dimiliki masyarakat Jawa, bahwa seseorang yang terkena sukerta akan mengalami kesialan dalam kehidupan duniawinya, karena itu usaha yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dengan mengadakan upacara ruwatan tersebut tak lain untuk melindungi manusia dari segala ancaman bahaya dari kehidupannya di dunia.
Ditengok dari segi sejarah, adat istiadat Jawa telah tumbuh dan berkembang lama, baik di lingkungan kraton maupun di luar kraton. Adat istiadat Jawa tersebut memuat sistem tata nilai, norma, pandangan maupun aturan kehidupan masyarakat yang kini masih dipatuhi oleh orang Jawa yang masih ingin melestarikannya, sebagai warisan kebudayaan yang dianggap luhur dan agung. Upacara ruwatan diselenggarakan oleh masyarakat Jawa yang tidak terlepaskan dengan gelaran wayang kulit yang mengangkat cerita tentang Murwakala dan Sudamala.
Arti penting dalam kaitannya dengan wayang ialah masyarakat Jawa sering mengaitkan antara peristiwa yang terjadi di dalam dunia wayang dengan dunia nyata. Hakekat wayang adalah bayangan dunia nyata, yang didalamnya terdapat makhluk ciptaan Tuhan.[tka]
- Jumat, 20 November 2015 02:40
- Jumat, 20 November 2015 01:11
- Kamis, 19 November 2015 20:38
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Banten Beach Festival
GriyaWisata.Com - Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Banten M Ali Fadillah, di Serang, Selasa (17/11/2015), mengatakan, Banten Beach Festival (BBF) 2015 akan digelar pada hari Jumat hingga Minggu, 27-29 November 2015 di Pantai Tawing, Cinangka-Anyer, Serang, Banten.Menurut Ali, agenda Banten Beach Festival Tahun 2015 mengangkat tema besar yaitu "Terbangkan Impianmu Bersama Layang-layang"."Pesan dari tema ini adalah ingin memperkenalkan bahwa layang- layang itu merupakan cikal bakal impian seseorang untuk menciptakan sesuatu yang bisa terbang atau menerbangkan dirinya," kata Ali.
Menikmati Sunset Di Labuan Bajo
Griyawisata.Com - Salah satu bartender Paradise Bar, Patricius Hardi (28) mengatakan jika di tempat ia bekerja menjadi salah satu titik favorit untuk menikmati matahari terbenam. Menurut laki-laki yang akrab disapa Rino ini, Paradise Bar adalah tempat wajib bagi para wisatawan untuk datang menikmati tenggelamnya sang surya."Kalau ke Labuan Bajo tidak ke Paradise Bar rasanya kurang lengkap," tutur Rino kepada GriyaTravel di Paradise Bar, Rabu (18/11/2015) sore.Jika ingin menikmati momen-momen matahari tenggelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, cobalah beranjak ke kafe yang berada di salah satu bukit di dekat Pelabuhan Labuan Bajo. Kafe tersebut bernama Paradise Bar.Berada di sisi atas tebing dan langsung menghadap laut, wisatawan dapat melihat hamparan pulau-pulau kecil di sekitar kota paling timur di Nusa Tenggara Barat. Pemandangan lain yang dapat terlihat adalah kapal-kapal maupun perahu yang beraktivitas di pelabuhan.




