William Wongso: Makanan Indonesia Akan Menjadi Kiblat Kuliner Dun
JAKARTA, www.griyawisata.com - Bingungnya membicarakan makanan Indonesia. Seperti tak terbilang jumlahnya. Banyak sekali dan banyak ragamnya. William Wongso, pakar kuliner Indonesia, mengatakan kuliner Indonesia bukan hanya kaya, tapi kaya akan ragam dan ekstrem."Sering satu sama lainnya itu korelasinya nggak ada. Kalaupun ditelusuri ada dasar-dasarnya cabai, bawang merah, bawang putih, itu ada kesamaan," katanya.
Di dunia internasional, makanan Indonesia memang kurang dikenal dan dikenali. Untuk makanan Asia, makanan Indonesia masih kalah tenar dengan masakan Thailand, India, dan Vietnam.
Namun kuliner dunia sudah mulai berada di titik jenuh. Misalkan masakan Perancis sebagai makanan paling tersohor, sudah mulai dirasa membosankan untuk para pecinta kuliner dan juru masak kaliber dunia.
“Kiblat acuan makanan itu arahnya ke daerah kita. Karena kalau kita bicara soal Perancis itu sudah mentok. Yang mau dipelajari dari Perancis apanya lagi? Sudah tidak ada. Belajar dari Italia, nggak ada juga,” kata William yang belajar sendiri tentang ragam makanan Indonesia.
Pertanyaannya, menurut William, bisakah makanan Indonesia mengambil alih posisi makanan Perancis? "Sumber alam itu kita mampu, yang kita belum mampu itu Indonesia belum berperan peta kuliner dunia. Belum ada red dot-nya," ucap William di sela-sela perayaan ulang tahun komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) di Jakarta, Kamis (24/9/2015) lalu.
Bagi William Wongso, untuk mengedepankan kuliner Indonesia sebagai daya tarik utama pariwisata nasional akan membutuhkan semua pihak untuk bekerja sama. "Masih pada level jalanan," katanya.
"Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah tetapi juga dari para pelaku industri untuk memajukan makanan Indonesia," tambah William Wongso.
- Senin, 5 Oktober 2015 20:12
- Senin, 5 Oktober 2015 19:29
- Senin, 5 Oktober 2015 12:58
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
30 Keputusan Terburuk yang Dapat Anda Lakukan di Hotel
www.griyawisata.com - Sebagai pemilik resor di Amerika Serikat, Melinda Crow, sudah berpengalaman berdiri di meja resepsionis. Ia membeberkan 30 kesalahan yang kerap tamu lakukan saat memesan hotel."Kesalahan ini mungkin sesuatu yang sangat sederhana seperti tidak mendapat pelayanan kamar yang lebih baik, tapi Anda juga bisa membuat kesalahan yang membuat Anda dan orang yang Anda cinta dalam bahaya," katanya.Tidak Meminta UpgradeSaat Anda tiba di meja check-in, Anda menyapa orang di balik meja, menyebutkan nama dan menyebutkan reservasi Anda. Menurut Crow, seharusnya sebagai tamu tanyakan apakah tersedia upgrade kamar.
Simak Panduan Singkat Ini jika Mau Berwisata ke Gold Coast
JAKARTA, www.griyawisata.com - Kota Gold Coast, di Queensland, Australia menawarkan berbagai pilihan atraksi wisata yang dapat dilakukan oleh wisatawan. Pilihan-pilihan tersebut seperti mendaki jembatan Story Bridge, bermain kayak hingga menaiki balon udara. Untuk wisatawan Indonesia tak perlu khawatir untuk berwisata di Gold Coast terkait suhu ataupun makanan serta penginapan.Marketing Manager Tourism Tourism and Events Queensland Perwakilan Indonesia, Tjoa Su Yen kepada griyawisataTravel mengatakan wisatawan dapat menemukan berbagai fasiltas di Gold Coast."Kalau suhu gak terlalu dingin. Terendah 8 derajat celcius. Bawa saja tabir surya, baju renang, sepatu santai, bisa membawa jaket tapi tak perlu berlapis. Buat wanita, gak perlu bawa higheels," kata Su Yen usai acara "Kupas Tuntas Queensland" dalam Dwidayatour Carnaval 2015 di Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (3/10/2015).Untuk pusat kuliner, Su Yen mengatakan wisatawan Indonesia dapat mengunjungi kawasan Surfer Paradise. Ia mengatakan di sana terdapat kafe-kafe kopi dan juga restoran-restoran yang menawarkan pilihan makanan Asia, India, dan juga makanan laut. "Kalau weekend biasa buka sampai jam 11.00 malam. Kalau hari kerja biasa jam 7 sudah tutup. Tapi itu bukan kendala, bisa jadi pengalaman," tutur Su Yen.Sementara jika ingin berbelanja kebutuhan perlengkapan wisata , cinderamata, maupun makanan dan minuman ringan, wisatawan juga dapat menuju pusat-pusat perbelanjaan yang juga terletak di Surfer Paradise.



