Hari ini: Kamis, 7 April 2016 06:34
Barometer Otomotif Terkini

Menikmati Kuliner Legendaris Nasi Gandul Di Pati

Selasa, 1 Maret 2016 21:11
Nasi Gandul (Ilustrasi)

Pati,GriyaWisata.Com - Di kota yang tenang ini yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Semarang ini, ada satu kuliner lezat yang wajib dicicipi yaitu Nasi Gandul. 

 
Dikutip dari CNN, mendengar namanya, orang pasti langsung penasaran. Gandul merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa yang berarti menggantung. Tapi Nasi Gandul bukanlah nasi yang digantung yang dipelopori oleh Pak Meled, warga asli Desa Gajahmati.
 
Konon pada tahun 1955, Pak Meled berjualan berkeliling desa menggunakan pikulan dengan berjualan nasi dengan lauk empal atau daging sapi bumbu bacem yang kemudian disiram kuah di atasnya. Nasi tersebut tidak disajikan di atas piring, melainkan di 'pincuk' daun pisang dan dimakan menggunakan 'suru', sendok yang juga dibuat dari daun pisang. 
 
Dimasa itu seporsi Nasi Gandul dihargai Rp7. Itu sudah komplit, seporsi Nasi Gandul dan teh hangat. Tapi, bagi masyarakat Jawa, harga tersebut terbilang mahal. Jadilah, konsumen Pak Meled kebanyakan kaum Singkek, atau keturunan Tionghoa yang bermukim di Pati dan banyak berprofesi sebagai pedagang.
 
Dulu, tidak ada orang Jawa yang makan Nasi Gandul. Harganya mahal, nasi dan daging itu makanan mewah, kata Sutopo, menantu Pak Meled, yang meneruskan usaha Nasi Gandul. Nama Nasi Gandul sendiri lahir karena cara Pak Meled berjualan. Dia memikul bakul nasi dan kuali dengan berjalan. Dari jauh, terlihat nasi dan kuali itu 'gondal-gandul' atau bergoyang-goyang. Dari situlah, nama Nasi Gandul bermula.
 
Nasi Gandul menjadi tenar berkat seorang 'Sepuh Pati' bernama Mbah Rono, yang menganjurkan orang-orang yang datang kepadanya meminta nasihat, untuk mencoba Nasi Gandul Pak Meled. Itu sekitar tahun 1965, tutur Sutopo. 
 
Dari situlah, Nasi Gandul mulai dikenal banyak orang. Banyak orang yang jatuh cinta dengan rasanya yang unik, kombinasi antara gulai dan semur daging. Banyaknya konsumen yang penasaran dengan Nasi Gandul, membuat beberapa tetangga Pak Meled di Desa Gajahmati terinspirasi. Mereka pun belajar cara membuatnya dan kemudian ikut berjualan. 
 
Ada beberapa tetangga yang belajar sama bapak, dan lalu ikut jualan Gandul. Jadilah Desa Gajahmati terkenal sebagai penghasil Nasi Gandul, terang Sutopo, yang menyebut kini terdapat lebih dari 200 penjual Nasi Gandul di Pati. (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.