Griyawisata.com, Mesjid bergaya arsitektur Jawa kuno ini dibangun pada tahun 1421, biasanya diminati para wisatawan yang ingin berziarah ke Makam Sunan Ampel dan ke Mesjid Agung Sunan Ampel. Sunan Ampel yang wafat tahun 1481, dimakamkan persis di sebelah kanan depan mesjid. Di sekitar tersebut, terdapat 5 Gapuro (pintu gerbang) sebagai simbol dari Rukun Islam. Jika berjalan dari arah selatan, tepatnya di Jl. Sasak, terdapat Gapuro Munggah. Di pintu gerbang itu, anda bisa menikmati suasana perkampungan seperti Pasar Seng di Mesjid Haram, Mekah.
Untuk menuju mesjid dan makam, harus melewati lorong Pasar Gubah (Ampel Suci) dan Gapuro Poso (Puasa) di selatan mesjid. Kemudian di halaman mesjid, terlihatlah bangunan induk yang megah dengan menara yang menjulang tinggi. Setelah melihat menara tinggi tersebut, anda bisa melanjutkan perjalanan ke Gapuro Ngamal untuk bersedekah bagi pelestarian dan kebersihan mesjid maupun makam. Tak jauh dari situ, anda akan melewati Gapuro Madep yang terdapat makam Mbah Shanhaji di kanan, menentukan arah kiblat di mesjid ini. Terakhir adalah Gapuro Paneksen sebagai gerbang terakhir menuju makam. Di makam ini terdapat mata air dan buah Pace yang dipercaya berkhasiat.[wlmn/yd]
| < Prev | Next > |
|---|

