Mitoni Tradisi Yang Penuh Art, Part II

E-mail Print

GriyaWisata.Com-Calon ibu kini berbusana kain jarit yang diikat longgar dengan letrek yaitu sejenis benang warna merah putih dan hitam. Merah melambangkan kasih sayang calon ibu, putih melambangkan tanggung jawab calon bapak atau bokap bagi kesejahteraan keluarganya nanti. Warna hitam melambangkan kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah mempersatukan cinta kasih kedua orang tuanya. Tidak ada letrek, janur pun jadi.

Calon nenek memasukkan tropong (alat tenun) kedalam lilitan kain jarit kemudian dijatuhkan kebawah. Ini dimaksudkan sebagai pengharapan agar proses kelahirannya kelak, agar sang bayi dapat mbrojol lahir dengan lancar. Tidak ada tropong, telur ayam pun jadi.

Dilanjutkan dengan acara membrojolkan atau meneroboskan dua buah kelapa gading yang telah digambari lewat lilitan kain jarit yang dikenakan oleh calon ibu. Sepasang kelapa gading tersebut bisa ditato gambar Kamajaya dan Dewi Ratih atau Harjuna dan Sembadra atau Panji Asmara Bangun dan Galuh Candra Kirana. Kita tinggal pilih. Para selebriti perwayangan tersebut dikenal berwajah cantik dan ganteng. Harapannya adalah agar anak yang lahir kelak bisa keren seperti mereka. Kelapa yang mbrojol ditangkap oleh salah seorang ibu untuk nantinya diberikan kepada calon bapak.

Calon bapak bertugas memotong letrek yang mengikat calon ibu tadi dengan keris yang ujungnya telah diamankan dengan ditutupi kunyit, atau bisa juga menggunakan parang yang telah dihiasi untaian bunga melati. Ini melambangkan kewajiban suami untuk memutuskan segala rintangan dalam kehidupan keluarga.

Setelah itu calon bapak akan memecah salah satu buah kelapa bertato tadi dengan parang, sekali tebas. Apabila buah kelapa terbelah menjadi dua, maka hadirin akan berteriak: "Perempuan!" Apabila tidak terbelah, hadirin boleh berteriak: "laki-laki!" Dan apabila kelapa luput dari sabetan, karena terlanjur menggelinding sebelum dieksekusi misalnya, maka adegan boleh diulang.

Selesai brojolan, calon ibu dibimbing keruangan lain untuk dikenai busana kain batik atau jarit berbagai motif, motif sido luhur, sido asih, sido mukti, gondo suli, semen raja, babon angrem dan terakhir kain lurik motif lasem. Kain lurik motif lasem melambangkan cinta kasih antara bapak dan ibunya. Kain-kain yang tujuh motif tersebut dikenakan bergantian urut satu persatu.

Setiap berganti hingga kain yang ke enam, pemandu akan bertanya kepada hadirin sudah pantas atau belum, dan hadirin akan menjawab serentak: "belum!" Ketika kain ke tujuh atau terakhir dikenakan, yaitu kain lurik motif lasem, barulah hadirin menjawab sudah. Sudah pantas dan selayaknya.

Keenam kain lainnya yang tidak layak pakai itu kemudian dijadikan alas duduk calon bapak ibunya. Gaya pendudukan seperti ini disebut angreman, bukan menggambarkan bapak melainkan menggambarkan ayam yang sedang mengerami telurnya.

Sebelum matahari terbenam, sebelum ayam tertidur, seluruh rangkaian upacara ini sudah dapat dirampungkan, tuntas, tas.

Semoderen apapun jaman ini nantinya berkembang, perasaan ketika kita menantikan hadirnya seorang cucu pasti tidak akan berubah. Rasanya pasti tetap saja mendebarkan. Bagaimana tidak, karena sebentar lagi, sepasang papah dan mamah ini akan menjelma menjadi sepasang kakek dan nenek. Gelar eyang akan segera melekat. Ini artinya kita musti jaga kelakuan, tidak bisa dan tidak bisa lagi neko-neko. Dan tidak bisa tidak itu bakal terjadi, sekitar dua bulan lagi setelah upacara mitoni.

Ketika tiba saatnya nanti, andai bisa memilih, penulis beserta nyonya lebih suka disebut yayang daripada sekedar eyang. Yayang artinya eyang yang tersayang. Terdengarnya lebih mesra dan lebih gaul, gitu loh.[dbr/kll]



Sharing halaman ini ke Website favorit Anda
| More...
KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 




 

Events Schedule

Mountain & Rafting

Pendakian Gunung Slamet GriyaWisata.Com-Gunung Slamet lewat jalur Bambangan Purbalingga Jawa Tengah adalah jalur yang sering di gunakan oleh par...
 
Ayung Rafting Bali, Seru dan Menyenangkan Griyawisata.com, Ayung Rafting Bali merupakan tujuan wisata yang siap untuk menguji nyali Anda. Mencoba wisata rafting a...
 
Jogging Sambil Narsis Di Pemandangan Alam Kehijauan Griyawisata.com, Inilah para wanita, narsis bisa dimanfaatkan dimana saja. Selain di mall-mall, di kampus-kampus dan di ...
 

Nasional

Riau; Gerbang Wisata Mancanegara

GriyaWisata.Com-Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang wisata mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing sebesar...

Ternate Jadi Kota Pariwisata

GriyaWisata.Com-Ternate, Maluku Utara memiliki potensi besar pariwisata, dan Walikota TernateBurhan Abdurahman sedang berjuang untuk menjadikan...

Keindahan Taman Wisata Kumkum Di Palangkaraya

GriyaWisata.Com-Kumkum merupakan salah satu tujuan wisata masyarakat di PalangkaRaya, dan mungkin merupakan salah satu tujuan...

Internasional

Danau Dalam Goa Lechuguilla

News image

GriyaWisata.Com-Gua Lechuguilla berada di Taman Nasional Carlsbad Caverns, New Meksiko, Amerika. Gua ini adalah gua...

Gua Terdalam Di Dunia

GriyaWisata.Com-Gua Voronya atau yang lebih dikenal dengan Gua Krubera (atau Gua VORONYA kadang-kadang dieja GUA...

The World Dubai Tenggelam

GriyaWisata.Com-The World’, pulau buatan di Dubai yang menyerupai peta negara-negara di dunia, makin terbenam ke...

Culinary Corner

Resep Baru Kue Serabi Vla Coklat

GriyaWisata.Com-Kue Serabi Vla Coklat banyak dijajakan di pinggir jalan bahkan di beberapa toko kue terkemuka...

Roti Bakar Isi Sarden

GriyaWisata.Com-Menu apa lagi yang paling mudah dibuat selain olahan roti? Jika bosan dengan roti bakar...

Benarkah Bahan Coca-Cola Air Ludah...?

GriyaWisata.Com-Coca-cola saat ini adalah produk minuman yang paling mendunia dan terkenal. Diseluruh penjuru dunia pasti...