GriyaWisata.Com-Sedikit sekali tentang informasi yang mengenai gocefa. Suatu ritual penting bagi masyarakat pesisir Sulawesi Utara ini, konon lahir 2.000 tahun yang lalu di kalangan masyarakat adat Bantik.
Ketika Manado Ocean Festival (MOF) 2011 menghadirkan ritual ini pada 27 Mei 2011 lalu di Pantai Malalayang Manado, banyak orang yang baru pertama kali menyaksikan, bahkan belum pernah mendengar pernah.Gocefa diyakini sebagai ritual adat yang memanjatkan doa untuk kelangsungan hidup masyarakat pesisir yang kini telah bergantung pada laut. Tinggal di tepi laut, hidup dari laut, dan menyandarkan diri pada laut. Doa-doa dipanjatkan dalam bahasa Bantik, yang hampir punah. Bahasa Bantik diyakini seumur dengan bahasa Kawi, alias Jawa Kuna di Pulau Jawa, yang telah punah.
Dengan iring-iringan rombongan pelaksana ritual gocefa dan di mulai dengan penari-penari cakalele. Dengan menggunakan pakaian merah-merah, serta para penari yang bersenjatakan parang. Lantas diikuti dengan orang-orang tua berpakaian putih-putih, berikat kepala merah. Baru para pemimpin upacara ritual yang adalah para pemuka agama.
Dalam mengadakan upacara ini ada 6 pemimpin upacara yang hadir, dua orang di antaranya adalah pendeta. Tak ada sumber resmi yang bisa menjelaskan, tapi konon ritual gocefa ini lahir sebelum agama Kristen masuk ke tanah Sulawesi Utara. Pada saat agama Kristen masuk, kini mulailah terjadi akulturasi budaya, meski kepastian kabar ini perlu dikonfirmasi kepada para pemuka adat yang berwenang.
Pada saat persembahan semua akan dikumpulkan, seiring berlangsungnya memanjatkan doa dan menyanyikan lagu-lagu. Ketika matahari mencium cakrawala, obor-obor dinyalakan. Lampu-lampu di sekitar tempat upacara dipadamkan. Doa-doa tetap dipanjatkan bersama lagu-lagu persembahan.
Rakit bambu kecil, yang disebut gocefa, dimuati semua persembahan. Lantas dilepas, sembari ditarik perahu motor kecil ke tengah laut. Nyala obor menari-nari ditiup angin laut. Seiring dengan matahari yang bersembunyi di peraduan, gocefa ditelan kegelapan Laut Sulawesi. [serli]
| < Prev | Next > |
|---|


