Sejarah Lomba Perahu Sandeq

E-mail Print
GriyaWisata.Com-Dulu, lomba perahu Sandeq disebut lomba pasar, karena sandeq disewa oleh para pedagang untuk mengangkut barang dagangan ke setiap pasar di desa pesisir antara Majene dan Mamuju.

Waktu itu, jalur laut sangat vital karena lebih cepat daripada transportasi darat yang masih terbatas. Kecepatan sangat dituntut oleh pemilik barang agar tiba di pasar yang ada di setiap desa lebih awal, sehingga sandeq  langsung bisa parkir di dekat pasar untuk meraup sebanyak-banyaknya pembeli. Passandeq (awak sandeq) yang lambat tiba pasti akan dimarahi pemilik barang karena pasar sudah sepi, sehingga barang tak laku.

Akan tetapi, kecepatan dan ketangguhan sandeq juga bisa menjadi sasaran gerombolan perompak, karena itu  para pemilik perahu yang tahu perahunya cepat mengakali dengan mengikat batu supaya tidak direbut para perompak untuk dijadikan sarana kejahatannya. Sepak terjang perompak ber-sandeq terbukti saat Horst berlayar menggunakan sandeq ke Bira, Sulawesi Selatan, pada pertengahan 1990-an. “Orang Bira masih ingat kehebatan sandeq karena semua kapal layar bisa dikejar oleh sandeq. Kata orang Kalau saat ini masih ada gerombolan, orang Bira mau menukar pinisinya dengan sandeq.

Pelestarian budaya Lomba sandeq profesional dirancang oleh Horst pada tahun 1995. Sandeq Race merupakan usaha untuk melestarikan dan meneruskan budaya bahari Mandar yang terancam punah.

Sandeq mengajarkan nelayan muda untuk membaca arus, membaca angin, serta ritual yang ada di dalamnya. Lomba ini gratis bagi nelayan Mandar, dan disediakan hadiah yang menarik  untuk juara umum. Semua peserta yang mencapai titik akhir juga memperoleh hadiah.. Selama mengikuti lomba, passandeq ditanggung biaya makannya, dan diberi uang saku untuk keluarga yang ditinggal
Lomba sandeq mengandung unsur kebanggaan yang sangat tinggi. Pemenang lomba akan terangkat status sosialnya, dan menjadi buah bibir di masyarakat.

Kebanggaan sebagai passandeq itulah yang mendorong beberapa masyarakat untuk membuat sandeq yang khusus digunakan untuk lomba. Di luar lomba, sandeqnya hanya disimpan di kolong rumah panggungnya. “Setiap bulan kita cat ulang supaya awet. Kalau sudah dekat perlombaan, sandeq dikeluarkan untuk latihan hingga hari perlombaan.

Sejak awal 1990-an prahu bercadik ini makin hilang dari Teluk Mandar, dan digantikan perahu motor. Dengan perlombaan itu, jumlah sandeq terus bertambah.[kll]

KOMENTAR (0)

Tulis Komentar

 



Events Schedule

Iklan Niaga


Nasional

Pemkab Gunung Kidul Akan Kirim Kera Ekor Panjang di Gua Sing Gilap ke Sleman

GriyaWisata.Com- Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY, berencana mengirim kera ekor panjang ke Kabupaten Sleman...

Pemprov Banten Usulkan Tanjung Lesung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

riyaWisata.Com-Pemprov Banten mengusulkan kawasan wisata Pantai Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus...

Pantai Teleng Ria Merupakan Surga Sufring Internasional

GriyaWisata.Com-Ketika Pantai Teleng Ria sinarnya mulai mengiringi langkah nelayan yang bergegas menuju perahu untuk melaut....

Internasional

Pesona Keindahan Perairan Mediterania Di Siprus

GriyaWisata.Com-Saat Medatangi perairan Mediterania akan sangat memberikan sumber fantasi, imajinasi dan hiburan bagi manusia sejak...

Martinique Di Kepulauan Karibia Perancis

GriyaWisata.Com-Apakah Anda sudah berkunjungi saat ini ke Martinique? Anda harus tahu di mana, dan apa...

Ikan Lele Seberat 87 kg Ditangkap Pemancing Inggris

GriyaWisata.Com-Seorang pemancing Inggris asal Inggris masuk buku rekor karena berhasil menangkap seekor lele. Namun, bukan...

Culinary Corner

Es Kolang-Kaling

GriyaWisata.Com-Ini dia minuman yang paling pas sekali untuk berbuka puasa, segar dan pasti enak sekali...

Singkong Kuah Santan Legit

GriyaWisata.Com-jangan bingung dengan membuat menu untuk berbuka puasa hari ini, nah ini dia menu yang...

Es Shanghai Minuman Segar Untuk Buka Puasa

GriyaWisata.Com-Apakah Anda pernah mencicipi es shanghai? Bentuknya mirip es campur, tapi rasanya beda banget. Walau...