Kembangkan Pariwisata, Kepulauan Riau Dapat Rp 100 Miliar
(GriyaWisata.com) Pemerintah berencana mengucurkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk mengembangkan pariwisata di Kepulauan Riau
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo mengatakan, janji itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya pekan lalu di Batam, Kepulauan Riau. Kepada sejumlah pejabat Kepri, Arief menyatakan dana itu akan segera dikucurkan. ”Akan dimanfaatkan untuk pengembangan sejumlah tempat tujuan wisata,” ujar Soerya, Senin (23/2/2015) di Batam.
Pengembangan tempat tujuan wisata memang tidak dibebankan sepenuhnya dari APBN. Dari APBD tempat tujuan wisata juga harus dialokasikan anggarannya. ”Dana dari pusat (sifatnya) untuk menambah,” ujarnya.
Kepri belum memutuskan dana itu akan dialokasikan ke mana saja. Namun, amat potensial dana tersebut dialirkan lebih banyak ke Batam dan Bintan yang paling mudah dan banyak disinggahi pelancong asing.
Pada 2014, Batam disambangi 1,4 juta pelancong asing dan Pulau Bintan 200.000 pelancong asing. ”Tahun ini, kunjungan wisatawan asing ke Kepri harus lebih banyak dari 2014. Pemerintah menargetkan 2,5 juta kunjungan, naik 300.000 wisatawan dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Bintan dan Batam merupakan pintu masuk utama pelancong asing ke Kepri. Bahkan, Batam menduduki peringkat tiga dalam daftar pintu masuk pelancong asing secara nasional. Selama ini, pelancong asing ke Batam dan Bintan didominasi wisatawan Singapura dan Malaysia
(travel.kompas.com)
- Jumat, 6 Maret 2015 14:00
- Rabu, 4 Maret 2015 13:29
- Rabu, 4 Maret 2015 12:44
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Pemkot Padang Benahi Obyek Wisata Batu Malin Kundang
(GriyaWisata.com) Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat.
Menyusuri Hutan Amazon di Singapura
(GriyaWisata.com) Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan satwa yang dilindungi di Singapore Zoo, Singapura. Tempat hidup satwa-satwa itu dibuat pada sepenggal hutan seperti habitat aslinya







