Hari ini: Jumat, 8 April 2016 00:54
Barometer Otomotif Terkini

Hinca Panjaitan: Sikat Langsung Kerambah Sekitar DT

Senin, 22 Februari 2016 15:06
Gambar: Peternakan Ikan dengan Kerambah di Danau Toba

GriyaWisata.Com - Objek wisata Danau Toba (DT) sudah sangat terkenal dan mendunia. Kini, kawasan DT tersebut telah dihuni dengan berbagai kerambah ternak ikan di kawasan itu. Namun, pengembangan DT untuk menjadikannya "Monaco of Asia", tentu akan berakibat bagi para pemilik kerambah tersebut. Untuk membersihkan kerambah dari kawasan DT, Hinca menyarankan kepada Rizal Ramli, Menteri Koordinator ‎Bidang Kemaritiman, agar main sikat langsung dan tidak perlu memberi ancaman. 

 

Menurut Hinca Pandjaitan, pemerhati budaya dan sekaligus Sekjen DPP Partai Demokrat (PD) mengatakan, proses di pengadilan sangat panjang. Bahkan bisa berlangsung hingga 16 tahun baru putus. Jadi lebih baik sikat langsung, tidak perlu mengancam, katanya pada Minggu (21/2/2016).
 
Dia menambahkan, "Itu pun kalau menang. Kalau kalah. Jadi kalau menurut saya enggak usah ancam mengancam. Sikat saja langsung".
 
Menurut Sekjen DPP PD ini, bahwa ‎Danau Toba itu merupakan anugerah yang sangat prestisius dan kebanggaan bersama rakyat Indonesia, yang diberikan oleh Tuhan. Karena itu, penanganannya juga harus ekstra ordinary.
 
Dia menambahkan, "Saya setuju dengan sikap tegas, tapi dalam hal ini penanganannya harus extra ordinary. Intinya, negara yang memulai, maka negara yang harus segera mengakhiri. Tak perlu ancam mengancam lewat tuntutan hukum".
 
Saran Hinca, pemerintah sebaiknya langsung mencabut izin perusahaan perikanan yang beroperasi di Danau Toba. ‎Langkah ini dimungkinkan, karena pada hakikatnya, pemerintah yang mengeluarkan izin. Sebab itu pemerintah dapat mencabut izin demi kepentingan nasional.
 
‎Dia umpamakan, "Jadi kalau bahasa lagu, kau yang mulai maka kau juga yang harus mengakhiri. Bang Rizal enggak usah lagi ancan mengancam, langsung saja tutup".
 
Dan menurut Hinca, langkah ini memang memiliki konsekuensi. Karena menyangkut perdata, maka pemerintah dapat memberi ganti rugi baik terhadap perusahaan-perusahaan yang ada, maupun keramba-keramba milik rakyat.
 
"Jadi harus segera dilakukan, bayar ganti rugi. Karena menangani Danau Toba tak bisa lagi menunggu hari esok. Apa yang bisa dilakukan hari ini, harus dilakukan. Negara harus akui dosanya dan langsung perbaiki. Menyelamatkan Danau Tiba melebihi dari semua yang kita miliki," ujarnya.
 
Hinca mengutarakan hal tersebut, karena kondisi yang terjadi di Danau Toba benar-benar sangat mengkhawatirkan dan awut-awutan. ‎Kesimpulan tersebut bukan hanya opini dan pendapat orang semata, namun lebih kepada pengalaman pribadi menyusuri Danau Toba selama ini.
 
Dia menceritakan, "Saya keliling di situ melihat sendiri, di sana sudah tidak karu-karuan. Harus secepatnya ditangani dengan segala risiko yang ada. Baik itu mengganti rugi atau mencari jalan keluar bagi petani. Jangan dikira menyelesaikan itu tak keluar duit. Jangan sampai Tuhan marah, sudah dikasih alam yang begitu indah, malah disia-siakan".
 
Namun, Hinca sendirir secara khusus menyambut baik upaya pembangunan yang mulai dikerjakan pemerintah saat ini bagi Danau Toba. ‎Antara lain saat naik ke Pusuk Buhit, ia melihat kalau kini Tanah Ponggol sudah diperbaiki. Demikian juga jalan provinsi sebagai bagian dari ring road Danau Toba, sudah mulai dikerjakan.
 
kATANYA, "Saya lihat jembatan-jembatan juga sudah mulai dibangun. Nah kalau infrastruktur ini selesai, maka secara otomatis akan menggerakkan segalanya".
 
Namun begitu menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya fisik. Pendidikan juga perlu ditingkatkan. Demikian juga dengan warisan budaya yang ada, pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin membantu masyarakat melestarikannya.
 
Rizal menyatakan pihaknya bakal menuntut sejumlah perusahaan perikanan yang beroperasi dan dinilai merusak ekosistem perairan yang ada di danau Toba, Sumatera Utara.
 
"Kami kasih waktu satu tahun untuk cabut. Kalau tidak bisa cabut baik-baik, maka akan kami tuntut menggunakan Undang-Undang Lingkungan Hidup," kata Rizal di Wisma Antara, Jumat pekan lalu.
 
Menurut Rizal, di Danau Toba sekarang ada sekitar tiga perusahaan perikanan besar yang setiap bulan dikirimkan ratusan ton bahan untuk pakan ikan, tetapi karena sekitar 20 persen bahan itu tidak terpakai mengakibatkan kondisi danau menjadi beracun dan bau.
 
Katanya, untuk itu, pihaknya bakal mempelajari berapa modal yang digunakan perusahaan itu dan bakal menuntut hingga lima kali jumlah modal tersebut agar perusahaan itu bangkrut.
 
"Kami bisa tuntut hingga lima kali modalnya," ucapnya dan menambahkan, untuk masyarakat biasa tidak dilarang untuk memelihara ikan di danau di wilayah Sumut tersebut.
 
Namun menurut Hinca, bahwa ancaman Rizal terhadap perusahaan perikanan yang berada di kawasan Danau Toba, tidak akan efektif. Apalagi ancamannya akan melakukan penuntutan dengan menggunakan pasal ‎pencemaran lingkungan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, kalau sampai tidak menghentikan operasinya di Danau Toba. rt.
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Uji Nyali Anda Di Sungai Citarik,Jawa Barat
 Jawa Barat,GriyaWisata.Com - Jawa Barat memang terkenal akan wisata alamnya, salah satunya sungai citarik yang terletak di Kota Sukabumi. Sungai citarik ini menyimpan pemandangan yang indah dan sensasi yang luar biasa. Di lokasi ini terdapat tebing-tebing yang gagah serta pepohonan disetiap pinggiran sungai serta arus yang deras bergelombang serta bebatuan yang akan siap menantang adrenalin anda. Lokasi ini memang sangat populer sebagai tempat wisata arung jeram, telah banyak perlombaan tingkat nasional diselenggarakan disini.

Batam Menjadi Salah Satu Wisata Mesum Sasaran Singapura
Jakarta, GriyaWisata.Com -