Hari ini: Rabu, 6 April 2016 17:14
Barometer Otomotif Terkini

Pulau Samosir: Patung Yang Bisa Menari

Senin, 11 Januari 2016 08:04
Patung Yang Bisa Menari (Foto)

Samosir,GriyaWisata.Com - Sumatera Utara tepatnya didaerah Pulau Samosir selain destinasi wisata danau juga memiliki ragam budaya dan kesenian salah satu atraksi wisata adalah tarian patung Si Gale-gale. Konon ceritanya, di zaman dulu patung ini menari karena dimasuki roh. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Begitu kaki menginjak Pulau Samosir yang ada di tengah Danau Toba ini pekan lalu, traveler pasti tidak sabar untuk menonton pertunjukan Si Gale-gale. Sudah banyak teman-teman dari tanah Batak yang bilang, wajib nonton Si Gale-gale kalau ke Pulau Samosir. Tak jauh dari Pelabuhan Wisata Tomok, pintu masuk Pulau Samosir, traveler diarahkan belok ke kanan. Sudah ada satu patung Si Gale-gale berwarna hitam.
 
Traveler akan disuruh duduk, yang tak lama pertunjukannya dimulai. Dengan memakai bahasa Batak, patung tersebut menggerakan tangannya seperti orang yang sedang menari. Tapi tunggu, ternyata ada satu orang di belakang patung Si Gale-gale ini. Dialah yang menggerakan tangan, bahu dan badan dari si patungnya dengan menggunakan tali. Gale-gale itu artinya lemah gemulai. Pertunjukan ini hanya ada di Samosir.
 
Di zaman dulu di Samosir, ketika ada orang yang meninggal, maka sang keluarga akan memanggil pemahat patung. Mereka menyuruh membuat patung yang rupa dan fisiknya mirip anggota keluarganya yang meninggal tersebut. Si roh orang yang meninggal itu akan dipanggil dengan mantera. Kemudian, masuklah roh ke dalamnya dan mulai manortor. Nanti, semua anggota keluarga akan menari bersama, ujar Surung.
 
Pertama kali yang memiliki Si gale-gale adalah seorang raja setempat. Surung melanjutkan, sang raja punya anak yang bernama Manggalae dan suatu hari berperang ke dalam hutan. Namun sayang, anak itu tidak turut kembali dalam jangka waktu lama. Sang raja pun kemudian membuat satu patung yang dibuat sedemikian rupa agar mirip seperti Manggalae. Kemudian, dimasukanlah roh anak tersebut ke dalam patungnya dan mulai menari-nari.
 
Intinya Si Gale-gale digunakan untuk mengenang seseorang yang sudah meninggal. Sebab zaman dulu belum ada foto dan kamera, sehingga kalau rindu itu tidak bisa melihatnya. Maka dibuatlah Si Gale-gale, terang Surung. Ketika agama Kristen dan Islam masuk ke Sumatera Utara, ke Samosir tepatnya, tradisi Si Gale-gale pun mulai dilarang. Sebab, dianggap sebagai suatu kepercayaan kepada hal gaib dan dapat merusak iman. Tapi bukan berarti Si Gale-gale dihilangkan begitu saja. Si Gale-gale tetap ada, tapi bukan lagi roh yang menari melainkan diganti dengan tali kendali seperti sekarang ini. Walau kadang katanya, masih ada juga yang dimasuki roh!
 
Saat Si Gale-gale menari, wisatawan pun diizinkan untuk menari bersama dengan menggenakan kain ulos. Biaya untuk menontonnya pun tak mahal-mahal amat, cuma Rp 80 ribu. Namun jika mau satu set lengkap dengan pertunjukan musik, tidak memakai kaset dan ditemani penari tor-tor yang memakai baju adat, bisa lebih mahal biayanya. (GS)
 
Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: (1 rates)


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.