Budaya Buton Harus Dipelajari
GriyaWisata.com- Pepatah mengatakan "bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya". Oleh karena itu sudah selayaknya kita belajar sejarah agar kita memiliki cara belajar kausalitas atau sebab-akibat.
"Dengan sejarah, kita akan tahu asal mula kejadian mengacu pada hal yang terjadi sebelumnya," kata sejarawan Bonnie Triyana dalam peluncuran buku "Nasihat Leluhur untuk Masyarakat Buton Muna" karya karya pakar bahasa dan budaya dari Universitas Haluoleo Kendari Prof La Niampe, di Jakarta, belum lama ini.
Hadir pula dalam peluncuran itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, Bupati Buton Syamsu Umar Abdul Samiun, dan budayawan lokal Oheo Sinapoy.
Dalam keteragan persnya, Bonnie megatakan, buku itu merupakan kumpulan terjemahan naskah-naskah kuno dari kerajaan dan Kesultanan Buton. Salah satu nasihat yang terkandung dalam buku itu adalah nasihat dari Syekh Haji Abdul Gani perihal suami harus berbaik hati pada istri, begitu juga sebaliknya.
"Nasihat itu sederhana, karena pada masa itu praktik poligami marak dilakukan. Sedangkan poligami sendiri bisa menyakiti hati istri," katanya.
Hal lain yang bisa dipelajari dari buku itu adalah pemilihan raja dan sultan dari Buton yang sudah menggunakan cara demokrasi, bukan berdasarkan trah atau garis keturunan.
Menurut Oheo Sinapoy, budaya Buton itu bisa dikatakan sebagai peradaban karena telah menjalankan demokrasi dengan baik. Demokrasi bisa berjalan dengan baik karena masyarakatnya "open-minded".
Yuddy merespons positif peluncuran buku yang digelar di Jakarta, sehingga akan mengggaungkan pesan-pesan dalam buku secara nasional.
"Saya juga berharap pesan ini harus sampai pada masyarakat di Sulawesi Tenggara sehingga menumbuhkan motivasi besar untuk menggali karya-karya lokal mereka karena mengandung nilai peradaban," katanya.[ant]
- Kamis, 30 April 2015 13:01
- Kamis, 30 April 2015 12:00
- Kamis, 30 April 2015 11:02
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Iklan Niaga
TOUR & TRAVEL GUIDE
Menikmati Monumen Kediri Rasa Perancis
(GriyaWisata.com) Pengunjung menikmati wisata Monumen Kediri di kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Juni 2015, Festival Danau Maninjau Digelar
(GriyaWisata.com) Panorama Danau di Bawah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (6/6/2013). Danau di Bawah adalah danau kembar dan salah satu dari lima danau yang ada di Sumatera Barat yaitu Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau di Bawah, Danau di Atas dan Danau Talang.







