Hari ini: Kamis, 24 April 2014 15:59
Barometer Otomotif Terkini

Dilarang Buang Sampah di Hutan Kareumbi

Selasa, 22 April 2014 15:00
Foto: Ilustrsasi (istimewa)

GriyaWisata.com - Pengunjung atau wisatawan yang membuang sampah sembarangan di Hutan Konservasi Masigit Kareumbi Kabupaten Sumedang dipastikan dicegat di pintu gerbang masuk obyek wisata alam itu. 

"Pantangan di Hutan Kareumbi ini membuang sampah sembarangan, barang siapa yang buang sampah sembarangan akan dicegat dan belum bisa keluar dari gerbang kawasan hutan ini," kata Koordinator Manajemen Hutan Masigit Kareumbi Darmanto, di Sumedang, Selasa.

Menurut Darmanto, pantangan itu sudah disosialisasikan kepada para calon pengunjung hutan itu, bahkan pihak manajemen sudah menyiapkan ratusan tempat sampah bagi wisatawan yang akan membuang sampah.

Petugas atau pemandu di sana akan mengingatkan selalu pantangan itu agar para pengunjung meningkatkan kepedulian lingkungan dan sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Bagi pengunjung yang lupa membuang sampah, akan diingatkan oleh pemandu agar membuangnya di tempat sampah, sedangkan bila rombongan maka rombongan itu akan dicegat di pintu gerbang sebelum semuanya bersih lagi," kata Darmanto.

Pantangan tersebut, kata Darmanto merupakan bentuk edukasi bagi pengunjung atau wisatawan agar sadar mengelola sampah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

"Bagi rombongan yang menggelar kegiatan di sini, kami berlakukan deposit sebesar Rp500 ribu sebagai jaminan kebersihan dan kelompok itu tidak membuang sampah sembarangan. Bila mereka mau bersihkan kembali sampahnya silakan, kalau tidak maka akan kena denda," kata Darmanto.

Ia menyebutkan, pemandu akan cerewet terhadap pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Mereka juga dilengkapi dengan tongkat yang diberi ujung runcing untuk memungut sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung.

Selain itu, pengunjung juga dilarang membawa pohon atau apapun dari dalam hutan itu untuk menjaga kelestarian lingkungan di sana.

"Ini hutan konservasi dan juga hutan edukasi bagi masyarakat tentang lingkungan hidup," katanya.

Kawasan Hutan Kareumbi dikelola dan dijaga oleh tim manajemen dari Kelompok Pecinta Alam dan Pendaki Gunung Wanadri Bandung dan merupakan kawasan wisata alam yang terbuka bagi umum.

Hutan Konservasi Masigit Kareumbi itu berlokasi sekitar delapan kilometer dari Cicalengka Kabupaten Bandung.[ant]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 3000AC19
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Cari Hotel Bersih, Murah ? Dapatkan Benefit Dari Reservasi Kami Dan Kami Berikan Harga Terbaik. Resv : 0215747057
Rencanakan Perjalanan Keluarga Anda Dengan Wisata Hemat Ke Bali, Lombok Dan Destinasi Lainnya. Informasi
Pusat Tiket Promo Online Untuk Tujuan Domestik, Internasional, Seat Terbatas, Buruan Booking..... Resv: 0215747057
Solusi Promosi Hemat Produk-produk Perusahaan Anda, Dan Dapatkan Target Terbaik. Hub. 0215747057, 02182434009

TOUR & TRAVEL GUIDE

Atasi Bau Mulut Dengan Ini Yuk..
GriyaWisata.com - Bau mulut atau halitosis merupakan suatu gejala yang harus diketahui penyebabnya. Segeralah mengunjungi dokter gigi untuk mengatasinya. Jika tidak, bau mulut tersebut akan menimbulkan pengaruh negatif dalam bisnis, pergaulan, bahkan kehidupan perkawinan.

Dokumentasikan Perjalanan Dengan Kamera Ini
GriyaWisata.com - Mendokumentasikan kegiatan selama perjalanan merupakan hal utama yang menyenangkan untuk dilakukan. Apalagi bagi Anda yang memang mempunyai atau baru saja memulai hobi travelling. Kenangan yang didapat selama perjalanan bisa jadi tidak bisa terulang meski dilakukan berkali-kali. Hal ini yang menjadikan dokumentasi perjalanan menjadi hal yang penting dan bisa menjadi kenangan untuk dibagi dengan orang lain.