Gambar: Salah satu kegiatan di Kawasan Wisata Terpadu Gagaraji, Majalengka
GriyaWisata.Com - Majalengka memiliki berbagai objek wisata yang sangat menarik. dan kawasan wisata. Salah satunya ialah kawasan wisata terpadu Gagaraji yang memiliki sejumlah potensi wisata yang sangat eksotik dan menarik.
Kawasan wisata terpadu Gagaraji berada di Desa Pangkalan Pari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kawasan ini memiliki lahan dengan luas 23 hektar.
Kawasan wisata ini sudah berdiri sejak tahun 1988, dan dikawasan ini memadukan semua unsur, baik agrobisnis, olahraga maupun konsep kepariwisataan.
Sejumlah potensi yang ada di kawasan wisata terpadu, Gagaraji sangat terbuka untuk dijadikan ikon wisata Kabupaten Majalengka di kawasan utara.
Abdul Hadianto, Direktur Utama Gagaraji, mengatakan fasilitas di kawasan wisata sudah cukup tersedia sarana bagi pengunjung mulai MCK, mushola, area fotografer hingga sarana olahraga sirkuit untuk olah raga grass track, motor croos maupun road race.
Selain itu, di lokasi itu juga terdapat sejumlah lapangan olah raga lainnya seperti lapangan sepakbola yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung. “Kami juga sudah membangun beberapa kawasan wisata agro mangga gedong gincu, jeruk dan jambu merah yang saat ini sudah mulai berbuah. Wisata lainya yang disuguhkan di lokasi itu, diantaranya adalah penangkaran buaya dan ayam ketawa,” katanya, Selasa (15/3/2016).
Sedangkan bagi para pengunjung yang ingin bersantai menikmati kesejukan alam, kata Hadianto, di kawasan Gagaraji juga gasibu. Sementara itu di sudut lainya, juga terdapat panggung kesenian dan area tracking atau jalan yang bisa digunakan pengunjung untuk mengelilingi satu kawasan dengan kawasan lainya, baik jalan kaki maupun menggunakan sepeda motor.
Menurut Hadianto, awalnya lokasi ini merupakan daerah tandus yang tidak produktif, namun kemudian dia memiliki konsep bagaimana caranya mengubah daerah tidak produktif menjadi daerah produktif, sampai akhirnya dia putuskan untuk membangun kawasan wisata terpadu dengan biaya sebesar Rp 8 M yang kesemuanya berasal dari dana pribadinya.
Untuk lebih mengoptimalkan kawasan, pihaknya berharap ada peran dari pemerintah guna mengembangkan kawasan wisata Gagaraji.
Dan menurutnya, bila Pemerintah Daerah Majalengka serius dalam pengelolaan kawasan wisata terpadu Gagaraji ini, kawasan wisata ini dapat menjadi salah satu penopang BIJB, karena sektor wisata merupakan salah satu sektor penghasil PAD terbesar ketiga dibawah migas dan retribusi pelayanan kesehatan.
Hal ini sangat wajar jika Pemkab Majalengka dapat lebih serius lagi dalam menata dan mengelola kawasan wisata. rt.