Hari ini: Minggu, 3 Januari 2016 23:01
Barometer Otomotif Terkini

Ribuan Turis Padati Taman Balekambang pada Akhir Tahun

Kamis, 31 Desember 2015 18:04

GriyaWisata.com - MENGHABISKAN libur panjang di Solo, kurang lengkap jika tak mengunjungi Taman Balekambang. Kawasan wisata ini  menjadi hutan kota bagi wong Solo.

Dengan ditumbuhi rerimbunan pohon dengan ukuran cukup besar, taman sejarah wisata Balekambang yang dibangun jaman pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII memiliki luas 9,8 Ha.
 
Taman Balekambang dibangun untuk  kedua putri KGPAA Mangkunegara VII. Saat ini di dalam lokasi sudah dibangun dua patung yang melambangkan dua putri cantik dari Pura Mangkunegaran. Saat ini, Taman Balekambang menjadi salah satu tujuan wisata terpadu. Pengunjung bisa merasakan wisata di area outbond, taman reptil yang berisi kumpulan tanaman langka.
 
Lokasi penangkaran hewan, kawasan konservasi sejarah, juga sebagai lokasi pertunjukan untuk seni dan budaya. Saat ini Taman Balekambang menjadi lokasi penangkaran Merak Hijau yang  berjumlah lima ekor yang terdiri atas satu jantan dan lima betina. Lokasi kandang di barat kolam utama di Taman Balekambang.
 
Kepala UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang, Endang Sri Murniyati, menyebutkan dalam masa libur panjang akhir tahun ini membuat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kawasan Wisata Taman Balekambang menargetkan jumlah pengunjung hingga 50 ribu orang, mulai 21 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016.
 
"Untuk perayaan pergantian tahun atau 31 Desember malam, Taman Balekambang akan mengadakan pertunjukan ketoprak berjudul Aryo Penangsang Gugur," jelasnya belum lama ini.
 
Dila (35) warga Madiun, Jawa Timur mengaku senang berkunjung ke Taman Balekambang. Karena udaranya sejuk.
Serasa berada di dalam hutan. Karena pohonnya besar, banyak binatang langka. Bisa memberi gambaran dan mengedukasi bagi anaknya yang baru berusia lima tahun.
 
"Serasa di hutan saja. Udaranya sejuk, dan tidak panas. Padahal ini di tengah kota lho," jelasnya.
 
Serasa berada di dalam hutan. Karena pohonnya besar, banyak binatang langka. Bisa memberi gambaran dan mengedukasi bagi anaknya yang baru berusia lima tahun.
 
"Serasa di hutan saja. Udaranya sejuk, dan tidak panas. Padahal ini di tengah kota lho," jelasnya. [end]
 
 

 

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Bromo: Indahnya Mentari Dari Balik Gunung Bromo
Bromo,GriyaWisata.Com - Tak ada permulaan hari yang lebih indah daripada menunggu sunrise di Pananjakan. Indahnya mentari dari balik Gunung Bromo. Sekali dalam hidup sempatkanlah untuk menyaksikan indahnya sunrise di Bromo. Karena ini adalah spot terbaik untuk menanti matahari pagi. (JS)

Puri Maerokoco Semarang, Malam Minggu Makin Seru
GriyaWisata.com - Malam minggu di Semarang akan semakin meriah dengan kehadiran tempat nongkrong baru. Puri Maerokoco, Semarang, sebelumnya adalah tempat wisata yang kini sudah mulai dilupakan warga Jawa Tengah, khususnya warga Semarang.