Hari ini: Kamis, 7 April 2016 05:57
Barometer Otomotif Terkini

Kerap Diburu, Populasi Burung Maleo Semakin Berkurang

Sabtu, 4 Oktober 2014 12:30
Foto: Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com- Perkembangan populasi burung Gosong (maleo) yang saat ini terdapat di Pulau Pombo, Kabupaten Maluku Tengah semakin berkurang.  

 

"Berkurangnya burung maleo ini bukan karena diburu manusia tetapi diperkirakan berpindah tempat ke Desa Kailolo (Pulau Haruku) yang hanya berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Pulau Pombo," kata Kunty Staf Pengendalian ekosistim Hutan (PEH) Dinas Kehutanan Provinsi Maluku di Ambon, belum lama ini.

Sebenarnya, lanjutnya, bukan berpindah tempat juga ke Desa Kailolo tetapi penyebaran burung yang memiliki telur beratnya mencapai 20 persen dari berat tubuhnya juga di ada Pulau Haruku sehingga perairan dekat Desa Kailolo disebut Tanjung Maleo.

Dia menjelaskan, sekarang ini jumlah burung tersebut diperkirakan hanya mencapai ratusan ekor saja tidak seperti beberapa tahun sebelumnya yang bisa mencapai ribuan.

Karena itu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku ke depan akan tetap melestarikannya dengan mengedepankan keamanan di pulau tersebut.

"Apalagi kita ketahui bersama bahwa status Pulau Pombo adalah cagar alam, jadi kalau diherasinya BKSDA kita tidak bisa utak-atik bahkan tidak bisa mengambil hasil yang ada di Pulasu tersebut kecuali untuk kepentingan penelitian," katanya.

Untuk pembinaan habitatpun tidak bisa dilakukan cagar alam seperti Pulau Pombo, karena itu upaya BKSDA hanya sebatas pengamanan dengan merekrut beberapa orang pemuda dari beberapa desa terdekat dengan Pulau Pombo dengan tujuan utama ikut menjaga kelestarian Pulau Pombo.

BKSDA Dishut Maluku tahun 2014 baru sebatas identifikasi jenis-jenis burung yang ada di sana namun hingga kini belum merujuk ke besaran populasinya, berapa banyak burung berbagai jenis yang ada di sana.

Untuk diketahui berbagai jenis burung yang ada disana yakni selain maleo ada juga burung pombo, raja udang dan burung bangau yang juga merupakan burung migran bukan indemik.

Jadi burung-burung ini baik maleo, pombo, raja udang, bangau, lanjutnya, semuanya dilindungi dan dilestarikan.

Menurut Kunty, sebenarnya populasi burung yang terbesar sejak dulu di Pulau Pombo yakni burung pombo bukan burung maleo, hanya saja burung pombo bukan endemik tetapi migran dari Australia sejak dulu.

"Beberapa tahun yang lalu Pulau pombo itu kalau dilihat dari kejauhan kelihatannya putih mengelilingi daratan maupun pantai oleh banyaknya burung pombo, tetapi sekarang sangat berkurang tidak sampai ratusan ekor lagi," ujarnya.[ant]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Tips Foto Indah dengan Kamera Ponsel
GriyaWisata.com - Liburan menjadi waktu yang tepat untuk mengabadikan kenangan yang menyenangkan. Apalagi kemajuan teknologi membuat kamera handphone menjadi lebih canggih dalam menangkap gambar-gambar yang indah.

Inilah Dia Danau Di Atas Awan Atau Danau Habema
Papua,GriyaWisata.Com - Danau Tertinggi Di Indonesia ini berlokasi dikaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya yaitu Danau Habema sering dikatakan sebagai Danau Di Atas Awan (3.321 MDPL). Papua merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Berada pada ketinggian 3.321 mdpl oleh masyarakata Suku Dani, Papua. Danau ini dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan masyarakat setempat.