Hari ini: Selasa, 30 Agustus 2016 13:14
Barometer Otomotif Terkini

Sejarah Kesultanan Banten

Senin, 6 Juni 2011 04:36

GriyaWisata.Com-Asal mula Kesultan Banten  ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya terhadap daerah barat. Pada tahun 1524/1525, Sunan Gunung Jati berserta Pasukan Demaknya merebut Pelabuhan Banten dari Kerajaan Sunda, lalu mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak.

Menurut sumber Portugis, sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda selain Pelabuhan Pontang, Cigede, tamgara (Tangerang), Sunda Kalapa dan Cimanuk.

Sejarah

Anak dari Sunan Gunung Jati (Hasanudin) kini menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan setelah lama menikah mereka mempunyai dua orang anak. Dan anaknya yang pertama diberi nama Maulana Yusuf. Sedangkan anak keduanya di nikahi dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan kini menjadi seorang Penguasa Jepara.

Anak pertama dari Sunan Gunung Jati (Hasanudin) kini telah wafat pada tahun 1570 karena terjadi perebutan  kekuasaan. Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak Maulan Yusuf yang bernama  Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kerajaan Banten. Karena bantuan para ulama kini perang ini di menangkan oleh Kerajaan Banten

Puncak Kejayaan

Kini Kerajaan Banten telah mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahannya Abu Fatah Abdulfatah atau lebih di kenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. pada saat itu Pelabuhan Banten menjadi pelabuhan yang internasional karena perekonomian Banten yang maju pesat. Sisa Kerajaan Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang menjadi privinsi Lampung yang meliputi kekuasaannya. Piagam Bojong menjadi Simbol bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai olah Kesultanan Banten.

Masa Kekuasaan Sultan Haji

Pada jaman pemerintahan Sultan Haji, bertepatan pada 12 Maret 1682, wilayah Lampung diserahkan kepada VOC. kini tertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung.


Penghapusan Kesultanan

Pada tahun 1813 Kesultanan Banten dihapuskan oleh pemerintah kolonial Inggris. Pada tahu itu juga, Sultan Muhammad Syafiuddin dilucuti dan dipaksa turun tahta oleh Thomas Stamford Raffles. Tragedi ini menjadi klimaks dari penghancuran Surasowan oleh Gubernur-Jenderal Belanda, Herman William Daendels tahun 1808.

Sultan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng tirtayasa (Banten, 1631-1692) adalah seorang putra Sultan al-Ma'ali Ahmad yang kini menjadi seorang Sultan Banten pada periode 1640-1650. sewaktu kecil, ia mempunyai gelar sebagai pangeran Surya. Ketiika ayahnya wafat, ia diangkat manjadi Sultan Muda yang mempunyai gelar Pangeran Ratu atau Pangeran Dipati.  Setelah kakeknya meninggal dunia, ia diangkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah. Nama Sultan Ageng Tirtayasa berasal ketika ia mendirikan keraton baru di dusun Tirtayasa (terletak di Kabupaten Serang). Ia dimakamkan di Mesjid Banten.

Riwayat Perjuangan

Pada periode 1651 - 1682 Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten. Dan Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan.

Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar. Di bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan. 

Pada terjadinya sengketa antara kedua putranya,Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan de Saint Martin.

Daftar pemimpin Kesultanan Banten

* Sunan Gunung Jati
* Sultan Maulana Hasanudin 1552 - 1570
* Maulana Yusuf 1570 - 1580
* Maulana Muhammad 1585 - 1590
* Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 - 1640 (dianugerahi gelar tersebut pada tahun 1048           (1683) oleh Syarif Zaid, Syarif Makkah saat itu.)

* Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1640 - 1650
* Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680
* Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 - 1687
* Abdul Fadhl / Sultan Yahya (1687-1690)
* Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733)
* Muhammad Syifa Zainul Ar / Sultan Arifin (1750-1752)
* Muhammad Wasi Zainifin (1733-1750)
* Syarifuddin Artu Wakilul Alimin (1752-1753)
* Muhammad Arif Zainul Asyikin (1753-1773)
* Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin (1773-1799)
* Muhyiddin Zainush Sholihin (1799-1801)
* Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (1801-1802)
* Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803)
* Aliyuddin II (1803-1808)
* Wakil Pangeran Suramanggala (1808-1809)
* Muhammad Syafiuddin (1809-1813)
* Muhammad Rafiuddin (1813-1820) [serli]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Need Help

Iklan Niaga

TOUR & TRAVEL GUIDE

Ini Dia Koper Impian Untuk Travelling Enteng & Tahan Banting
                                             Jakarta,GriyaWisata.Com - Bagi traveler yang sering berpergian jalan-jalan pasti ingin memiliki koper yang enteng dan tahan banting. 

Melihat Keunikan Tradisi Bedolob Dalam Suku Dayak Agabag
                       Nunukan,GriyaWisata.Com – Kalimantan Utara memiliki tradisi unik dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di antara mereka di tengah kepercayaan terhadap kekuatan roh nenek moyangnya, Suku Dayak Agabak di Kabupaten Nunukan.