Sekilas Tentang Sejarah Sunda
GriyaWisata.Com-Setiap perjalanan suatu suku-bangsa memiliki makna sejarah yang perlu digali. Asal-muasal keberadaan Sunda dapat kita lihat dengan ditemukannya beberapa buah prasasti yang dipahat pada batu dengan menggunakan Bahasa Sansekerta dan Aksara Pallawa. Prasasti-prasasti itu yang ditemukan di daerah Bogor, Bekasi dan Pandeglang dibuat pada zaman Kerajaan Tarumanagara dengan salah seorang Rajanya bernama Maharaja Purnawarman dan ibukotanya terletak di daerah Bekasi sekarang.
Sejarah di Tanah Sunda dimulai pada pertengahan abad ke-5 sampai abad ke-7 (397 M). Sistem kerajaan merupakan pemerintahan, Agama Hindu sebagai agama resmi negara, sistem kasta sebagai bentuk stratifikasi sosial, dan hubungan antar negara telah mulai terwujud, walaupun masih dalam tahap awal dan terbatas.
Paling tidak, ada tiga macam sumber yang menyebut Sunda sebagai nama kerajaan. Pertama, dua buah prasasti (Bogor dan Sukabumi); kedua, beberapa buah berita orang Portugis (1513,1522,1527); dan ketiga, beberapa buah naskah lama (Carita Parahiyangan, Sanghyang Siksa Kanda'ng Karesian). Ibu kota Kerajaan Sunda dinamai Pakuan Pajajaran.
Pakuan biasa disebut untuk nama ibukota, sedangkan Pajajaran untuk menyebutkan kerajaan. Kerajaan ini hidup kira-kira 6 abad, karena runtuhnya sekitar tahun 1579. Pernah mengalami masa kejayaan yang antara lain ditandai dengan luas wilayah yang meliputi seluruh Tatar Sunda, kesejahteraan rakyat tinggi, keamanan stabil, hubungan dengan dunia luar (Majapahit, Portugis, Sriwijaya) berjalan baik. Dikenal ada dua raja termasyhur kebesarannya (Prabu Niskala Wastukancana dan Sri Baduga Maharaja).
Pada masa pemerintahan Prabu Maharaja (1350-1352) terjadi konflik dengan Majapahit, karena masalah pernikahan puteri Sunda dengan raja Majapahit Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (1482-1521) dan puteranya, Prabu Surawisesa, (1521-1535) terjalin hubungan kerjasama ekonomi dan keamanan antara kerajaan Pajajaran dengan Portugis yang berkedudukan di Malaka.
Naskah Sanghyang Siksa Kana Ng Karesian dan Carita Bujangga Manik disusun pada zaman Kerajaan Sunda-Pajajaran masih ada dan berkembang. Karena itu, dilihat dari kacamata sejarah, kedua naskah tersebut bisa jadi sumber primer. Sedangkan naskah-naskah lainnya yang disusun setelah Kerajaan Sunda-Pajajaran runtuh termasuk sumber sekunder. Kerajaan Sunda-Pajajaran runtuh pada tahun 1579.
Naskah Siksa Kanda Ng Karesian dan Carita Bujangga Manik ditulis di atas daun lontar dan daun palem. Naskah-naskah lainnya ada pula yang ditulis di daun nipah, daun enau atau daun kelapa. Cara menulisnya dikerat/digores dengan menggunakan alat yang disebut peso pagot, sejenis pisau yang ujungnya runcing. Sedangkan naskah-naskah yang lebih muda menggunakan kertas sebagai pengganti daun dan ditulis dengan menggunakan tinta.
Dari sejumlah naskah tersebut, 95 naskah ditulis dalam huruf Sunda Kuno, 438 ditulis dalam huruf Sunda-Jawa, 1.060 ditulis dengan huruf Arab (Pegon) dan 311 naskah lainnya ditulis dengan huruf Latin. Selain itu masih ada 144 naskah yang menggunakan dua macam aksara atau lebih, yakni Sunda-Jawa, Arab dan Latin.
Dilihat dari jenis karangannya, naskah sejarah hanyalah sekitar 9 persen dan naskah sastra sejarah 12 persen. Sebagian besar lainnya, 25 persen berupa naskah sastra, dan naskah agama 15 persen. Sayang, walaupun jumlahnya banyak, baru sedikit sekali yang diteliti. Eddi S. Ekadjati memperkirakan baru sekitar 100-125 judul saja yang diteliti. Ini berarti, tantangan untuk para peneliti dalam meneliti sejarah Sunda masih sangat besar.[eron]
- Jumat, 13 Januari 2012 16:06
- Jumat, 13 Januari 2012 15:56
- Jumat, 13 Januari 2012 15:40
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Fransisca Ingrid di 0818-0891-3342 · [email protected] · Blackberry: 22918E5B
Nahdia Irma di 08788-733-4159 · [email protected] · Blackberry: 23B88D42
Dina Momang di 0816-705-837 · [email protected] · Blackberry: 2532A7C8
Iklan Niaga
PRODUK TERBARU IKLAN BARIS
* bisa pesen ukuran* ukuran hak/heels* bisa pesen warnabarang tidak ready, lama pembuatan barang 2-3 mingguhargaflat : 140.000heels/..
* bisa pesen ukuran * ukuran hak/heels * bisa pesen warna barang tidak ready, lama pembuatan barang 2-3 minggu hub. 085736771577
priskillaray@:stripped:08989038853susah nyari sepatu yang cocok ??bikin aja di rayshoes .. tentuin sendiri model, warna, tinggi heels, dan u..
qeannu collection . menjual bermacam - macam sepatu wedges.kode 216hak 5 cm - 9cmbelum termasuk biaya pengiriman.(hak di atas 9 cm dikenak..
TOUR & TRAVEL GUIDE
Pengaruh Bisnis di Tahun Naga Air
Tahun ini menurut ramalan, Feng shui dan Astrologi China, setelah tanggal 04 Pebruari 2012 adalah tahun Naga air, dimana elemen air di atas tanah, yang memiliki ketidak cocokan, sehingga menimbulkan perselisihan dan kesulitan, ini menjadikan tahun yang sulit dalam bisnis dan diperkirakan akan banyak bisnis yang mengalami kemerosotan.
GONG XI FAT CHAI
Tidak terasa tahun terus berganti, demikian juga dengan hari-hari, 11 hari lagi akan tiba waktunya Tahun Baru bagi Etnis Tionghoa yang merupakan tradisi yang dinamakan Imlek. Tepatnya tanggal 23 Januari 2012 akan menjadi pergantian Tahun yang menurut perhitungan Tionghoa di 2563 yang bertepatan dengan Tahun Naga Air.












