Gambar: wisata layar di sekeliling Batu Lubang, Lingga
GriyaWisata.Com - Kabupaten Lingga, memiliki objek wisata pantai dan bahari yang sangat indah. Salah satunya ialah di Desa Batu Belubang, Kecamatan Senayang Lingga. Walapun Lingga ini belum miliki pelabuhan yang memadai, namun wisata Batu Belubang siap menjadi destinasi wisata Internasional.
Ada sebanyak 12 titik labuh potensial wisata layar di Kabupaten Lingga, namun belum memadai. Karena kurang perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda), warga Desa Batu Belubang, Kecamatan Senayang Lingga, berswadaya membangun pelabuhan pelantar kayu dengan biaya murah.
Semenjak even sail atau wisata layar internasioanl yang telah 6 tahun terakhir menyinggahi Pulau Sekeiling, warga pun membangun pelabuhan pelantar kayu dengan biaya murah, hanya menghabiskan Rp 40 juta.
Pembuatan pelabuhan pelantar sederhana ini, merupakan kerjasama antara warga desa dengan event organizer Naptune Regata untuk Sailing Race Equator. Meskipun dengan fasilitas sederhana, setiap tahunnya Sekeiling menyedot puluhan wisatawan dunia.
Seperti kata salah seorang pemandu wisata lokal, Azman, mengatakan pembangunan pelantar untuk pelabuhan wisata Pulau Sekeiling adalah kerjasama yang dibangun sejak 6 tahun terakhir. Awalnya warga diberi modal untuk membangun, menyiapkan pelantar kayu sederhana agar para peserta layar yang berlabuh di laut bisa naik ke darat. Namun, karena pelabuhan terkendala pasang surut, pada 2016 warga desa kembali membangun ulang pelabuhan kayu dengan drum-drum plastik agar bisa digunakan saat pasang surut.
Dia menjelaskan, "Kira-kira habis Rp 40 juta lah. Mereka (wisatawan) tidak ada masalah dengan fasilitas ini. Meski sederhana, tapi cukup memudahkan wisatawan dan tanggapan mereka begitu luar biasa dengan fasilitas yang kita sediakan".
Menurut Azman, fasilitas tersebut cukup memberikan kenyamanan dan membuat Pulau Sekeiling, Desa Batu Belubang, semakin dikenal luas.
Dilain pihak, Kepala Desa Batu Belubang, Hasnan mengatakan, "Kawasan Pulau Buaya menjadi kawasan inti wilayah Coremap. Kita sangat mendukung, untuk membuka pariwisata. Setiap tahun, di sini menjadi tujuan wisata layar. Yang kita perlukan adalah perhatian pemerintah dan pembinaan masyarakat lagi. Begitu juga sosialisasi wilayah Coremap, agar masyarakat mengerti bagaimana dan apa yang bisa dimanfaatkan. Sebab, kita tahu sendiri, 100 persen warga kita adalah nelayan".
Hasnan optimis, Batu Belubang menjadi desa wisata yang mampu menyedot wisatawan dari Batam. Namun, hal ini perlu didukung peran pemerintah daerah dan provinsi.
Memang pariwisata wilayah Batu Belubang cukup potensial. Jaraknya yang dekat dengan Pulau Abang, Batam, yang kini menjadi lokasi wisata snorkling dan diving.
Hasnan juga mengatakan, bahwa pihaknya sangat mensupport kegiatan pariwisata yang berjalan. Potensi desa yang begitu luar biasa, dengan laut jernih, pasir putih dan 12 pulau-pulau kecil ditambah hutan Desa Pulau Buaya yang menyediakan air bersih, kebutuhan nelayan dan juga menjadi kawasan inti Coral Reef Management and Rehabilitation (Coremap) menjadi peluang besar desa ini menjadi salah satu pintu gerbang pariwisata bahari di Kabupaten Lingga. rt.