Hari ini: Senin, 23 Maret 2015 03:38
Barometer Otomotif Terkini

Kurang Oksigen, Ikan & Buaya Sungai Pingsan

Jumat, 5 Desember 2014 14:00
Foto: Ilustrasi (istimewa)

GriyaWisata.com - Masyarakat di sekitar Sungai Indragiri di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, heboh akibat banyak ikan hingga seekor buaya muara ditemukan lemas diduga akibat pencemaran di sungai terbesar di Provinsi Riau itu.  

 

"Ketika terjadi musim pasang, kadang kala ikan ada yang pingsan karena kekurangan oksigen ketika air menjadi keruh. Tapi kali ini beda, karena ikan yang ditemukan megap-megap cukup banyak dan sampai ada seekor buaya yang ikut pingsan. Kami curiga ini karena ada pencemaran limbah, bukan sekadar karena air pasang," kata seorang warga Maryanto, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Kamis.

Ia mengatakan penemuan ikan dan buaya di daerah Parit I, Kecamatan Tempuling. Buaya yang ditemukan warga dalam kondisi pingsan sempat mengundang kehebohan, karena ukuran satwa itu cukup besar yakni panjangnya sekitar dua meter.

"Buaya yang seharusnya binatang ganas, sampai tidak ada daya lagi ketika diangkat oleh warga. Berarti kondisi air sungai ada masalah," ujarnya.

Menurut dia, selama sepekan terakhir banyak warga yang menggunakan air sungai mengeluhkan badan mereka gatal-gatal. Menurut Mardyanto, musim hujan sejak sepekan terakhir membuat air sungai pasang tinggi. Hal itu bisa menyebabkan sisa timbunan minyak sawit mentah (CPO) dan limbah bekas pabrik batu bara di daerah itu mengalir ke sungai.

Karena itu, masyarakat juga telah melaporkan kondisi sungai tersebut ke Badan Lingkungan Hidup Indragiri Hilir.

Kepala Bidang Pencegahan Kerusakan Lingkungan BLH Indragiri Hilir, Ardi Yusuf mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel air untuk dan telah mengirimnya ke Laboratorium PU di Pekanbaru untuk diteliti.

"Mungkin hasilnya bisa diketahui satu bulan lagi," ujarnya.

Dugaan sementara Ardi, air Sungai Indragiri terkena pengaruh air pasang dari laut yang membuatnya keruh bercampur lumpur dan air hujan.

"Jadi ikan-ikan di bawah permukaan muncul ke permukaan karena kekurangan oksigen. Kalau ikan-ikan itu tidak segera dipindahkan, maka mereka bisa mati," katanya.

Meski begitu, Ardi mengakui kejadian seperti itu sudah lama tidak terjadi di Sungai Indragiri sejak puluhan tahun lalu. "Terakhir kali terjadi, ketika saya masih kecil," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut apakah karena faktor alam atau akibat pencemaran limbah industri. Ia mengatakan disepanjang alirah sungai itu memang terdapat satu pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO), dua hingga tiga lokasi penimbunan CPO, dan pembangkit listrik PLN.

"Saya tidak bisa berandai-andai sebelum hasil tes sampel air keluar," ujarnya. [ant]

Baca juga:
Barometer Otomotif Terkini
Rating artikel: Belum ada rating
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full


Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7057 · Fax 021-824 33 979
Raymond di 0812-881-230-00 · [email protected] · Blackberry: 7588039D
Barometer Properti Terkini

Follow Us!

Iklan Niaga

Dapatkan Tiket-tiket Promo Liburan Keluarga Anda, Perjalanan Dinas, Online Domestik Dan Internasional, Resv: 0215736969
Nikmati Kesempatan Liburan Bersama Keluarga Idaman Anda, Paket Promo Berbagai Destinasi Faporit Keluarga Idaman Anda. Hub: 0215736969
Solusi Promosi Produk-produk Perusahaan Dan Merek Anda, Dan Dapatkan Target Terbaik. Hub. 0215736969
Dapatkan Promo Holiday Dan Diskon Voucher Hotel

TOUR & TRAVEL GUIDE

Pemkot Padang Benahi Obyek Wisata Batu Malin Kundang
(GriyaWisata.com) Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat.

Menyusuri Hutan Amazon di Singapura
(GriyaWisata.com) Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan satwa yang dilindungi di Singapore Zoo, Singapura. Tempat hidup satwa-satwa itu dibuat pada sepenggal hutan seperti habitat aslinya