Gambar: Illustrasi Underpass Pasar Titi Kuning
GriyaWisata.Com - Pemerintah Kota Medan, melalui PD Pasar Kota Medan akan menjadikan Pasar Titi Kuning (Tikung), menjadi pasar wisata. Pasar wisata ini akan menarik segmen pelancong domestik dan asing yang berkunjung ke Danau Toba dan destinasi wisata lainnya di Sumatera Utara (Sumut).
Pasar Tikung yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Medan, akan menjadi pasar wisata pertama di Kota Medan. ini sebagai Pasar Wisata pertama di Medan. Karena itu, akan menambah pendapatan daerah melalui wisatawan yang berbelanja di pasar tersebut.
Hendy Ong , Direktur Pasar Wisata Tikung, mengatakan, seiring dengan akan dijadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional, pengembang revitalisasi Pasar Wisata Tikung menangkap peluang itu sebagai potensi bisnis luar biasa.
Sehingga, pengembang revitalisasi Pasar Tikung berencana menjadikan pasar ini sebagai pasar wisata. Dengan nilai investasi sebesar Rp40 miliar, pengembang revitalisasi Pasar Wisata Tikung optimistis akan menjadi nilai tambah untuk menarik kunjungan wisata ke Kota Medan. “Orang bilang saya gila, karena berani menginvestasikan biaya yang besar untuk merevitalisasi Pasar Tikung sebagai pasar wisata. Namun, saya menangkap peluang yang besar dari revitalisasi pasar tersebut,” ungkapnya, Minggu (14/2).
Hendy Ong mengatakan, Kota Medan belum memiliki pasar wisata. Ini menjadi peluang besar bagi Kota Medan memajukan wisatanya di kota terbesar ketiga di Indonesia ini. Segmentasi pengunjung Pasar Wisata Tikung tidak hanya berasal dari warga Kota Medan sendiri, tapi juga berasal dari para wisatawan yang berkunjung ke Sumut.
Dia juga mengatakan, “Dengan akan dijadikan Danau Toba sebagai Monaconya Asia, diperkirakan ada 1 juta wisatawan berkunjung Ke Danau Toba dalam setahun. Para wisatawan itulah yang menjadi segmen utama kita untuk singgah ke Pasar Wisata Tikung. Selain itu, pengunjung lokal asal Medan juga menjadi segmen pengunjung yang tidak kalah baiknya”.
Menurut Pengembang revitalisasi, Pasar Wisata Tikung ini direncakan akan dibangun 3 lantai pasar wisata. Lantai pertama diperuntukkan pedagang existing Pasar Tikung dengan jumlah yang akan dibangun 388 kios. Sedangkan lantai dua dan tiga 400 kios diperuntukkan pedagang baru yang akan berjualan makanan khas Kota Medan, oleh-oleh khas Kota Medan, suvenir, dan lainnya.
Hendy Ong menambahkan, "Para pelaku UKM di Kota Medan juga akan diberdayakan meramaikan Pasar Wisata Tikung itu. Konsepnya tetap sebagai pasar tradisional, karena proses tawar menawar antara penjual dan pembeli. Namun, penerapannya sama seperti pasar modern yang menggunakan lift, toilet standar toilet di mal, dan lainnya.
"Intinya, kita akan membuat orang yang belanja di Pasar Wisata Tikung senyaman mereka berbelanja di mal. Mudah-mudahan peletakan batu pertamanya akan dilakukan Maret mendatang oleh Wali Kota Medan terpilih T Dzulmi Eldin,” ujarnya.
Anton Panggabean, Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, berharap pengembang Pasar Wisata Tikung harus mampu menjalankan rencana revitalisasi pasar itu. “Jangan sekadar rencana saja. Harus dibuktikan nanti sesuai nggak dengan rencananya. Selama itu baik, kami akan mendukungnya,” ujarnya.
Dan Pengembang revitalisasi Pasar Tikung ini sangat optimistis, bahwa pasar wisata ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Medan. rt.